Jarang Pentaskan Ludruk Saat Pandemi, Regenerasi Jadi Terhambat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Caption: Pementasan dari Sanggar Ludruk Marsudi Laras. SP/AHMAD REZA
Caption: Pementasan dari Sanggar Ludruk Marsudi Laras. SP/AHMAD REZA

i

SURABAYA PAGI, Surabaya - Setahun sudah pandemi melanda Indonesia. Banyak hal yang berubah, adanya pembatasan sosial membuat para seniman dari berbagai sanggar sempat tidak dapat melaksanakan pementasan. 

Seperti halnya yang terjadi pada kesenian tradisional asli Jawa Timur Ludruk, Agung Kasas, seorang seniman Ludruk dari Sanggar Marsudi Laras mengatakan pandemi setahun kebelakang ini membuat aktivitas sanggar dan seniman ludruk sangat terdampak.

“Yang jelas karena dilarangnya kegiatan yang mengundang kerumunan membuat aktivitas sanggar dan seniman ludruk seperti mati suri,” ujar Agung, Minggu (7/3/2021).

Agung mengungkapkan jika dulu pagelaran ludruk selalu bisa dipentaskan di Gedung Balai Pemuda Surabaya. Semenjak adanya PSBB menurutnya, pertunjukan ludruk khususnya di Surabaya sangat menurun drastis. Hampir tidak ada pertunjukan ludruk yang  digelar secara langsung di Surabaya.

“Hal serupa yang dirasakan oleh kelompok sanggar kami, kami saat awal pandemi kesusahan berupaya untuk mencari cara mementaskan ludruk kami,” ungkapnya.

Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 53 Tahun 2020 pasal 6 tentang penerapan protokol kesehatan, mengungkapkan jika melarang adanya kerumunan di area publik ataupun tempat lainnya yang menimbulkan kerumunan massa.

Berawal dari kesusahan tersebut mau tidak mau online menjadi solusi satu satunya untuk menampilkan kesenian ludruk tanpa mengundang kerumunan massa. Agung berpendapat jika sanggar Marsudi Laras lebih baik mencoba pementasan secara daring daripada tidak sama sekali.

“Online masih menjadi solusi paling tepat, meskipun secara esensi pertunjukan ludruk kurang tercapai. Karena ludruk merupakan kesenian rakyat, pertunjukan yang sangat dekat dengan rakyat. Online membuat ludruk semakin berjarak dengan masyarakatnya,” jelas Agung.

Dampak lainnya dari turunnya pementasan ludruk ini menurut Agung yaitu menghambat adanya regenerasi di kesenian tradisional ini. Agung mengatakan ketika pertunjukan ludruk masih bisa digelar secara langsung banyak penonton yang membawa anak-anak untuk mencari hiburan, dan ketika berlangsung secara online ini jarang ada anak muda yang memang ingin mencari hiburan dengan menonton kesenian tradisional ini.

“Regenerasi ludruk juga terhambat. Karena butuh pendekatan secara persuasif dan intensif untuk mentransfer ludruk pada generasi muda, mungkin yang seharusnya dilakukan dengan membuat ludruk dengan konsep garap dan cerita yang lebih dekat dengan generasi muda,” ujarnya.

Agung mengatakan sebenarnya ada upaya dari Pemkot Surabaya dan Pemprov Jawa Timur untuk mengembalikan lagi gairah berkesenian ludruk ini dengan mengadakan festival-festival kesenian tradisional secara virtual. Seniman Ludruk ini mengatakan memang Pemkot Surabaya melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) mendukung penuh naiknya kembali kesenian drama tradisional ini.

“Harapan kami pemerintah kota tidak hanya memberikan ruang dan anggaran untuk menggelar sebuah pertunjukan, tetapi juga memberikan edukasi tentang ludruk kepada sanggar, seniman, maupun masyarakat agar eksistensi ludruk tetap terjaga dan ludruk mampu bertahan dari gempuran budaya asing yang masuk di masyarakat kita,” pungkasnya. Arb

Berita Terbaru

Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT

Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT

Minggu, 16 Agu 2026 12:36 WIB

Minggu, 16 Agu 2026 12:36 WIB

SurabayaPagi, Depok – PT PLN (Persero) terus memperkuat sistem kelistrikan nasional guna mendukung seluruh rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 K…

Ribuan Personel PLN UIT JBM Siaga Penuh Amankan Keandalan Listrik Jelang HUT ke-81 RI

Ribuan Personel PLN UIT JBM Siaga Penuh Amankan Keandalan Listrik Jelang HUT ke-81 RI

Minggu, 16 Agu 2026 12:29 WIB

Minggu, 16 Agu 2026 12:29 WIB

SurabayaPagi, Sidoarjo — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (…

Cinema Visit Film Istimewa Berakhir di Surabaya, Bawa Pesan tentang Penerimaan dan Kesetaraan

Cinema Visit Film Istimewa Berakhir di Surabaya, Bawa Pesan tentang Penerimaan dan Kesetaraan

Minggu, 16 Agu 2026 12:17 WIB

Minggu, 16 Agu 2026 12:17 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kota Surabaya menjadi persinggahan terakhir rangkaian cinema visit film Istimewa di Pulau Jawa. Bertempat di XXI Pakuwon Mall S…

UK Petra Pecahkan Dua Rekor MURI Lewat Golf 99 Hole, UK Petra Jadi Pintu Masuk Jejaring Profesional

UK Petra Pecahkan Dua Rekor MURI Lewat Golf 99 Hole, UK Petra Jadi Pintu Masuk Jejaring Profesional

Minggu, 16 Agu 2026 12:05 WIB

Minggu, 16 Agu 2026 12:05 WIB

SurabayaPagi, Pasuruan — Universitas Kristen Petra (UK Petra) mencatat tonggak baru dalam peringatan Dies Natalis ke-65 dengan menggelar Petra Golf Tournament 2…

SIP Dicabut, Pedagang Pasar Madiun Gelar Doa Bersama Jelang Putusan PTUN

SIP Dicabut, Pedagang Pasar Madiun Gelar Doa Bersama Jelang Putusan PTUN

Minggu, 16 Agu 2026 08:56 WIB

Minggu, 16 Agu 2026 08:56 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Puluhan pedagang pasar di Kota Madiun menggelar doa bersama menjelang putusan gugatan pencabutan Surat Izin Penempatan (SIP) kios pa…

Balai POM Bima Tegaskan Produk Perikanan di Pasar Amahami Bebas Formalin

Balai POM Bima Tegaskan Produk Perikanan di Pasar Amahami Bebas Formalin

Sabtu, 15 Agu 2026 18:06 WIB

Sabtu, 15 Agu 2026 18:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bima – Kota Bima Upaya memastikan keamanan pangan di jalur distribusi kembali dilakukan Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) di Bima m…