Inovasikan Keripik Tempe, Kini Billy Tembus Pasar Internasional

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Salah satu varian keripik tempe ‘Pakuaty’ milik Billy. SP/ KDR
Salah satu varian keripik tempe ‘Pakuaty’ milik Billy. SP/ KDR

i

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Billy Bachtiar merupakan pengusaha keripik tempe yang merintis usaha mulai tahun 2014 yang awalnya hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal. Pada suatu ketika datang wisatawan asal Amerika Serikat ke Kediri yang bertujuan berlibur.

Salah satunya keripik tempe buatan Billy yang sebelumnya bermerek “Eyang Marto”. Rasa gurih dan renyah keripik tempe berhasil menggoda wisatawan asing itu memborong oleh oleh khas Kota Kediri.

Merasa tertantang dengan peluang pasar internasional itu, Billy mengimbangi permintaan itu dengan melakukan inovasi. Ia mengupgrade produknya menjadi kelas premium. Mulai bahan baku kedelai sampai standar keamanan pangan, Billy pertimbangkan secara matang. Termasuk juga soal rasa, ia sesuaikan dengan citarasa yang lebih internasional.

“Waktu itu, saya harus uji coba selama tiga tahun untuk bisa mendapatkan rasa yang pas,” terangnya, Dikutip Jumat (26/3/2021).

Billy juga merombak kemasan yang sebelumnya hanya memakai plastik tebal transparan. Begitu juga dengan merek, ia ubah menjadi Pakuaty dengan pertimbangan di lidah bule mudah diucapkan.  

“Saya baru konsisten ekspor di akhir tahun 2017 lalu,” sambungnya. Saat ini untuk produksi per hari Billy menghabiskan rata rata 15 kilogram kedelai impor. Dari bahan baku itu ia memproduksi  2.00 bungkus keripik tempe.

Khusus pasar luar negeri tergantung permintaan dimana untuk setiap permintaan Billy mampu mengirim rata rata 2.000 bungkus. “Saya jual sekitar US$1 per piece-nya. Untuk ongkos kirimnya ditanggung buyer,“ tandasnya.

Akhir akhir ini pasar luar negeri keripik tempe Pakuaty semakin meluas. Tidak hanya negeri paman sam, tapi juga masuk ke Rusia, Belanda dan Dubai. Billy yang asli Kelurahan Sukorame, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri tidak hanya bergantung kepada acara yang digelar kementrian di Jakarta. Ia juga berinisiatif mengikuti berbagai event di luar negeri.

“Seperti Festival Indonesia Moscow yang kemarin saya datangi. Acara tersebut diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Indonesia di Rusia,” ungkapnya.

Secara bisnis kini Billy lebih membidik pasar mancanegara, yakni 70 persen dan sisanya dijual ke pasar lokal. Hal ini mengingat bahan baku utama keripik tempe bersifat impor. Seperti kedelai dan tepung terigu yang bahan bakunya gandum.

Kedua bahan utama itu sangat bergantung dengan kurs rupiah terhadap dolar meskipun untuk harga kedelai impor relatif stabil setiap tahunnya.

“Saya kan nggak mungkin tiba-tiba menaikkan harga keripik ketika rupiah melemah. Makanya saya lebih senang jual keluar negeri agar biaya produksi tetap tertutupi oleh harga jual,” katanya.

Untuk tetap bisa eksis Billy betul betul menjaga standar mutu produk. Disisi lain pria lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) tersebut juga aktif mengikuti acara-acara berskala nasional dan internasional. Hal itu membuka peluang bertemu pembeli dari luar negeri lebih besar.

“Minimal kuasai Bahasa Inggris. Untuk bahasa-bahasa lain, biasanya dari acara tersebut disediakan penerjemah. Jadi jangan pesimis hanya karena kendala bahasa,” pesannya. Dsy3

 

Berita Terbaru

LPG 3 Kg di Jombang Mulai Langka, Disdagrin: Dampak Perang Dunia yang Memanas

LPG 3 Kg di Jombang Mulai Langka, Disdagrin: Dampak Perang Dunia yang Memanas

Selasa, 14 Apr 2026 12:50 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 12:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Fenomena kelangkaan gas LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram mulai dirasakan sebagian masyarakat di Kabupaten Jombang, JAwa Timur,…

Heboh di Medsos! Penampakan Munculnya Buaya di Kawasan Mangrove Picu Kekhawatiran Warga

Heboh di Medsos! Penampakan Munculnya Buaya di Kawasan Mangrove Picu Kekhawatiran Warga

Selasa, 14 Apr 2026 11:55 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 11:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini, media sosial (medsos) dihebohkan dengan munculnya penampakan buaya di kawasan mangrove Surabaya. Perekam juga…

Viralnya Harga Plastik Ugal-ugalan, UMKM di Sentra Jajanan Lumajang Pilih Gunakan Daun Pisang

Viralnya Harga Plastik Ugal-ugalan, UMKM di Sentra Jajanan Lumajang Pilih Gunakan Daun Pisang

Selasa, 14 Apr 2026 11:46 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 11:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Maraknya harga plastik yang melonjak ugal-ugalan kian dirasakan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang saat ini…

Di Tengah Konflik Geopolitik, Kemenhaj Bangkalan pastikan CJH Aman Selama Ibadah

Di Tengah Konflik Geopolitik, Kemenhaj Bangkalan pastikan CJH Aman Selama Ibadah

Selasa, 14 Apr 2026 11:20 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 11:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bangkalan - Menindaklanjuti viralnya konflik geopolitik di Timur Tengah, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Bangkalan,…

Dipicu Kondisi Kesehatan-Meninggal, 15 CJH Sumenep Gagal Berangkat ke Tanah Suci

Dipicu Kondisi Kesehatan-Meninggal, 15 CJH Sumenep Gagal Berangkat ke Tanah Suci

Selasa, 14 Apr 2026 11:01 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 11:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Musim haji tahun 2026 kali ini menjadi momentum bahagia bagi yang menjalankan. Namun, tak semua Calon Jemaah Haji (CJH) bisa…

Dorong Digitalisasi, Pemkot Surabaya Terapkan Sistem Parkir Nontunai di KBS

Dorong Digitalisasi, Pemkot Surabaya Terapkan Sistem Parkir Nontunai di KBS

Selasa, 14 Apr 2026 10:58 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 10:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka meningkatkan dan mendorong transparansi digitalisasi layanan parkir, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerapkan…