Koen Diganjar Gelar Doktor Setalah Angkat Problem Sanitasi di Surabaya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SurabayaPagi, Surabaya - Koen Irianto Uripan resmi menjadi seorang doktor dari Universitas Airlangga Surabaya setelah disertasinya yang mengangkat persoalan sanitasi di Kota Surabaya menggaet gelar doktornya. 
 
Koen mengangkat persoalan sanitasi dalam disertasinya yang berjudul "Konstruksi Sosial Pengembangan Perubahan Perilakau Hidup Bersih dan Sehat Melalui Jamban Sehat Pada Warga di Kota Surabaya" yang telah disetujui oleh sebagai naskah Ujian Doktor Terbuka di Universitas Airlangga Kampus B, Surabaya Senin (13/4/2021). 
 
Dalam mewujudkan masyarakat sehat, masyarakat harus terbebas dari ODF (Open Defection Free) atau BAB sembarangan. Untuk itu, keberadaan jamban sehat harus ada di setiap rumah warga. Faktanya, tidak semua keluarga memiliki jamban.
 
"Berawal dari adanya sesuatu hal yang belum terselesaikan di kota surabaya, dalam kontruksi sosial pada penelitian ini, saya menemukan beberapa hal yang perlu pemerintah, akademisi ataupun para praktisi untuk segera mengambil langkah langkah untuk tujuan menjadikan Kota Surabaya sebagai kota ODF. Sehingga masyarakat akan terbebas dari problem buang air besar sembarangan yang akan mengantarkan pengembangan sumber daya manusia yang lebih jelas dan unggul," Kata Koen. 
 
Koen menggelar studinya terkait sanitasinya di dua tempat yaitu Kelurahan Kedungdoro dan Kecamatan Tegalsari Surabaya. 
 
Saat ini Koen ini juga tengah getol menyosialisasikan tentang rumah sehat. Dia menjelaskan, rumah sehat harus memenuhi lima pilar. Yakni, stop BAB sembarangan, cuci tangan pakai sabun, penampungan dan resapan untuk limbah rumah tangga, makanan bersih dan minuman bersih dengan menyediakan stok air bila terjadi kekeringan.
 
Seusai menjalani sidang disertasi, Koen menyoroti kinerja Pemerintah Kota Surabaya yang tidak berani mengeluarkan dana ketika tanah yang dimiliki warga tidak memilik surat surat yang jelas yang menurutnya dapat menghambat pembangunan sanitasi yang sehat bagi warga. 
 
"Pemerintah, instansi atau lembaga lain harus memiliki terobosan untuk memecahkan masalah ini sehingga masyarakat yang memiliki tanah yang belum jelas ini juga mendapat solusi supaya tercipta Kota Surabaya yang ODF," tambah Koen. 
 
Koen menambahkan, ada sesuatu yg harus diselesaikan oleh Kota Surabaya, dalam kontruksi sosial pada penelitiannya, Koen menemukan beberapa hal yang harus memaksa pemerintah untuk segera mengambil langkah perlu diambil langkah langkah sesuai tujuan utama dari pemkot surabaya sebagai kota ODF sehingga masyarakat akan terbebas dari buang air besar sembarangan yang akan mengantarkan pengembangan sumber daya manusia yang lebih jelas dan unggul. 
 
"Kita juga akan segera membangun lini lini yang perlu di benahi terutama pada faktor buang air besar sembarangan di kalangan masyarakat," ujarnya.
 
Seusai sidang Koen berharap adanya kepastian pada pemerinta untuk berani mengambil langkah kongkret dan cepat dengan cara menggandeng lembaga dari berbagai sektor untuk peduli dengan masalah sanitasi ini.
 
"Apakah kita harus terus hidup berdampingan pada masyarakat yang buang air sembarangan apakah kita harus melihat situasi tersebut terus terjadi," Pungkasnya. By
Tag :

Berita Terbaru

Penjualan BAIC Naik 91 Persen, Surabaya Jadi Medan Baru Perebutan Pasar Otomotif

Penjualan BAIC Naik 91 Persen, Surabaya Jadi Medan Baru Perebutan Pasar Otomotif

Rabu, 26 Agu 2026 13:51 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 13:51 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pasar otomotif Jawa Timur menjadi salah satu sasaran ekspansi PT JIO Distribusi Indonesia, distributor resmi BAIC di I…

Hanya Butuh 12 Hari, Polres Blitar Berhasil Ringkus 10 Kasus dan Dua Target Operasi Peredaran Narkoba

Hanya Butuh 12 Hari, Polres Blitar Berhasil Ringkus 10 Kasus dan Dua Target Operasi Peredaran Narkoba

Rabu, 26 Agu 2026 13:48 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 13:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Polres Blitar terus menerus lakukan pencegahan peredaran/pengguna Narkoba dan barang haram ( Obat obatan terlarang ) lainya, di…

Diduga Kurang Berhati-hati, Pengendara Motor di Blitar Sruduk Pohon di Tepi Jalan

Diduga Kurang Berhati-hati, Pengendara Motor di Blitar Sruduk Pohon di Tepi Jalan

Rabu, 26 Agu 2026 13:45 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 13:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Usai sholat subuh warga masarakat sekitar Jalan Raya Nglegok Ds. Penataran, Kec. Nglegok, Kab. Blitar, di kejutkan suara benturan…

Harga Kedelai Lokal di Bojonegoro Meroket Jelang Panen saat Puncak Kemarau

Harga Kedelai Lokal di Bojonegoro Meroket Jelang Panen saat Puncak Kemarau

Rabu, 26 Agu 2026 13:38 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 13:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Menjelang panen saat puncak kemarau mengakibatkan sejumlah harga kedelai lokal dan kedelai impor di Kabupaten Bojonegoro…

Lewat MTQ 2026, Pemkab Bojonegoro Siap Jaring Bibit Qur’ani hingga Pelosok

Lewat MTQ 2026, Pemkab Bojonegoro Siap Jaring Bibit Qur’ani hingga Pelosok

Rabu, 26 Agu 2026 13:32 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 13:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Sebagai upaya menjaring bibit unggul generasi Qur’ani sekaligus memberikan ruang pembinaan bagi peserta dari seluruh wilayah, P…

Terserang Virus Gemini, Panen Cabai di Madiun Anjlok hingga 80 Persen

Terserang Virus Gemini, Panen Cabai di Madiun Anjlok hingga 80 Persen

Rabu, 26 Agu 2026 13:00 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 13:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Terserang virus gemini membuat sejumlah petani cabai rawit di Desa Tambakmas, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun merugi lantaran…