Berawal Iseng, Dhita Ciptakan Seni Collage Art Bernilai Tinggi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Salsabila Dhita Nurani saat menyusun karya seni collage art dari majalah bekas. SP/ TLG
Salsabila Dhita Nurani saat menyusun karya seni collage art dari majalah bekas. SP/ TLG

i

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Salsabila Dhita Nurani merupakan seorang perajin collage art. Collage art sendiri berarti sebuah karya seni yang menggabungkan berbagai gambar untuk membuat sebuah karya baru. Ia mampu menghasilkan karya seni collage art dari bahan majalah bekas dengan kreatifitasnya. Melalui karya ini, dia ingin menjadi wadah untuk menyuarakan kritikan sosial, tapi tetap bernilai seni tinggi.

Dhita mengaku tak sengaja membuat karya ini. Bermula dari salah satu teman yang membuat kolase berbagai gambar dari majalah bekas. “Ini iseng saja melanjutkan collage art yang kemarin yang sempat tertunda. Dari situ saya tertarik untuk mencoba. Akhirnya saya mulai berburu majalah-majalah bekas,” jelasnya mengawali cerita.

Selain itu, untuk menekuni kerajinan ini, harus memperbanyak referensi. Baik melalui media sosial seperti Pinterest maupun referensi lain yang relevan. “Karena saya sendiri terkadang merasa kesulitan bagaimana potongan-potongan ini bisa tertata cantik. Konsep ada, tapi begitu eksekusi sering bingung sendiri. Karena kadang harus main feeling ini cocoknya di sebelah sini, ini di bawah, dan sebagainya,” ujarnya seraya tertawa.

Terlebih di masa pandemi seperti sekarang, segala kegiatan perkuliahan dilakukan secara online. Dia pun memiliki waktu lebih banyak untuk serius menekuni collage art. Mulai dari berburu majalah bekas, menggunting setiap gambar, hingga menyatukan potongan-potongan gambar tersebut sesuai konsep yang diinginkan.

Menurut Dhita, collage art tergolong karya seni ini masih langka, tapi memiliki daya tarik tersendiri. Terutama bagi penikmat karya seni bernuansa retro dan vintage. Meski proses pembuatan tergolong mudah, Dhita tidak mau sembarangan dalam membuat karya. Dia ingin setiap karya yang dihasilkan mengandung pesan bagi setiap penikmat seni.

Dia ingin menyampaikan bahwa sesuatu yang dianggap remeh seperti majalah bekas masih mampu menghasilkan sebuah karya yang bagus. Bahkan memiliki nilai seni dan ekonomi tinggi. “Hanya bermodal barang bekas, tapi masih bisa berkarya. Selain untuk bisnis, kerajinan ini dapat dimanfaatkan sebagai wadah menyuarakan kritikan sosial,” terangnya.

Dhita berharap dapat mengembangkan lagi kerajinan yang telah dia tekuni selama dua tahun ini. Seperti memanfaatkan media kanvas dan cat untuk mempermanis karya. Sebab, sampai kini dia hanya memanfaatkan kertas gambar untuk media pembuatan collage art.

Sementara untuk pemasaran, dia mengaku masih malu-malu untuk menjual. “Masih ingin coba dikembangkan terus. Insyaallah kalau sudah matang mau coba untuk dijual. Karena sudah banyak tawaran masuk,” tandasnya. Dsy14

Berita Terbaru

MUI Lamongan Sambangi PCNU, Bahas Tawuran Perguruan Silat hingga Peredaran Miras

MUI Lamongan Sambangi PCNU, Bahas Tawuran Perguruan Silat hingga Peredaran Miras

Sabtu, 17 Okt 2026 19:54 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 19:54 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan  – Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lamongan melakukan silaturahmi dan audiensi dengan Pengurus Cabang Na…

Industri Perhiasan Bidik Tren 2027, Desain Ringan dan Batu Permata Buatan Jadi Alternatif

Industri Perhiasan Bidik Tren 2027, Desain Ringan dan Batu Permata Buatan Jadi Alternatif

Sabtu, 17 Okt 2026 19:51 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 19:51 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Industri perhiasan bersiap menghadapi perubahan tren pada 2027. Desain berukuran besar dengan bobot lebih ringan, pilihan warna yang s…

Favehotel Sidoarjo Hadirkan Family Room Akomodasi Spesial Untuk Tamu berkeluarga

Favehotel Sidoarjo Hadirkan Family Room Akomodasi Spesial Untuk Tamu berkeluarga

Sabtu, 17 Okt 2026 19:15 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 19:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Favehotel Sidoarjo selalu berinovasi untuk memberikan pengalaman menginap yang menarik dan menyenangkan bagi para tamu …

Polres Blitar Kota Ungkap Pelaku Pembuang Bayi Perempuan Terbungkus Plastik, Pelaku Berstatus Mahasiswi

Polres Blitar Kota Ungkap Pelaku Pembuang Bayi Perempuan Terbungkus Plastik, Pelaku Berstatus Mahasiswi

Sabtu, 17 Okt 2026 13:25 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 13:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Tak kurang waktu dari 24 Jam, Unit PPA Sat.Reskrim Polres Blitar Kota bersama dengan Polsek Srengat berhasil mengungkap pelaku…

Sambangi Media Center Mojokerto, AKBP Herdiawan Pamitan Mutasi ke Polda Jatim

Sambangi Media Center Mojokerto, AKBP Herdiawan Pamitan Mutasi ke Polda Jatim

Sabtu, 17 Okt 2026 12:27 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 12:27 WIB

  SURABAYA PAGI.com, Mojokerto, – Mantan Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Herdiawan Arifianto, S.H., S.I.K., M.H., berpamitan kepada wartawan yang tergabung da…

Penjaga Parkir di Surabaya Terima Bantuan Bedah Rumah, Nur Fadillah: Terima Kasih Pak Prabowo

Penjaga Parkir di Surabaya Terima Bantuan Bedah Rumah, Nur Fadillah: Terima Kasih Pak Prabowo

Sabtu, 17 Okt 2026 11:47 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 11:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Harapan Nur Fadillah untuk memiliki rumah yang layak huni mulai menemukan titik terang. Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai p…