Sukses Meniti Karir, Inul Bangga Meski Tak Lulus SMP

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Inul Daratista. SP/ JKT
Inul Daratista. SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Perjalanan hidup dan karier Inul Daratista penuh liku dan perjuangan. Hingga pemilik tempat karaoke Inul Vista ini hingga bisa dikenal banyak orang. Istri Adam Suseno menceritakan berat hidupnya semasa mudanya.

Dalam sebuah acara ajang pencarian bakat penyanyi dangdut yang ditayangkan salah satu stasiun televisi swasta, saya tertarik mendengarkan komentar Inul Daratista yang bertindak sebagai salah satu juri.

Ketika itu baru saja seorang peserta selesai tampil menyanyi dan dilanjutkan dengan obrolan ringan dengan pembawa acara. Ya namanya juga reality show, tentu pembawa acara harus pintar menggali kisah sedih yang pernah dialami para peserta.

Kebetulan si peserta yang saya maksud menceritakan bahwa ia tidak tamat SMP, karena di samping ekonomi orang tua yang tidak mendukung, ia merasa telah mampu mendapat uang dengan menyanyi di acara pernikahan atau acara lainnya, walaupun baru sebatas level kampung.

Inul Daratista yang merasa latar belakangnya mirip dengan perserta itu, langsung berkomentar dengan mata yang berkaca-kaca.

"Saya juga tidak tamat SMP. Saya telah mengecewakan orang tua saya. Tapi saya tidak menyesal, karena kemudian berhasil membuktikan kemampuan saya," begitu lebih kurang komentar Inul yang terkenal dengan goyang ngebor-nya itu.

Dulu di era saya masih duduk di bangku SD tahun 1970-an, ada beberapa teman saya yang berhenti sampai kelas 5 saja. Alasannya karena ia sudah pandai membaca, menulis, dan berhitung.

Hanya beberapa bulan proses pengkaderan, si teman sudah bisa mengemudi delmannya. Tampaknya tidak ada semacam SIM untuk jadi pengemudi delman, dan tak ada pula usia minimal agar bisa jadi pengemudi.

Ada juga teman saya yang lain, sempat sekolah sampai kelas 2 STM (Sekolah Teknik Menengah, sekarang jadi SMK). Ia berhenti sekolah karena dibelikan bapaknya sebuah angkot, dan ia yang jadi pengemudi.

Kalau dipikir-pikir, setinggi apapun kita sekolah atau kuliah, pada akhirnya harus bekerja juga. Bisa bekerja pada pemerintah, perusahaan swasta, atau malah berwirausaha. 

Maka ketika pekerjaan itu sudah dalam genggaman, padahal sekolah belum kelar, di sinilah datang godaan. Pada masa-masa remaja, biasanya sudah kelihatan kemampuan seseorang, terutama di bidang seni dan olahraga.

Tidak heran jika ada di antara siswa sekolah menengah yang keteteran belajar, karena malamnya tampil bernyanyi di panggung, atau sibuk syuting sinetron. Ada juga yang tampil di lapangan hijau sebagai pemain klub sepak bola. Dan semua ada honornya.

Tapi sangat keliru kalau menafsirkan karena peluang tidak datang dua kali, tinggalkan saja sekolah agar bisa fokus mengembangkan karir.

Justru kalau ingin karirnya berkembang dan bertahan lama, perlu diperkaya dengan wawasan yang luas, dan itu didapat dengan rajin belajar.

Demi membantu perekonomian keluarga, Inul Daratista rela memilih bekerja ketimbang menyelesaikan pendidikannya. Meski begitu, Inul Daratista tak putus asa untuk terus berusaha yang terbaik untuk keluarganya. Dsy20

Berita Terbaru

Bangun Sinergi dengan PCNU, Kapolres Lamongan Shalat Ashar Berjamaah Bersama Pengurus

Bangun Sinergi dengan PCNU, Kapolres Lamongan Shalat Ashar Berjamaah Bersama Pengurus

Jumat, 07 Agu 2026 17:58 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 17:58 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Kapolres Lamongan yang baru AKBP Adhytiawarman Gautama Putra P.hD menyempatkan diri melaksanakan shalat Ashar berjamaah, bersama j…

Sinergitas Polres Blitar dan Media Demi Kamtibmas yang Kondusif

Sinergitas Polres Blitar dan Media Demi Kamtibmas yang Kondusif

Jumat, 07 Agu 2026 17:08 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 17:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar – Kapolres Blitar AKBP Ardy Zuul Hasbih Nasution, S.I.K., M.H., bertatap muka dengan awak media di Blitar Raya pagi tadi di ruang Lo…

Sidang Maidi: Terdakwa Tak Bantah Kesaksian ATM hingga Transfer Jutaan Rupiah

Sidang Maidi: Terdakwa Tak Bantah Kesaksian ATM hingga Transfer Jutaan Rupiah

Jumat, 07 Agu 2026 17:08 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 17:08 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Terdakwa Maidi tidak membantah keterangan saksi Siti Ulfasyah terkait pemberian ATM serta transfer uang Rp3 juta hingga Rp10 juta p…

Diancam akan Dibunuh, Korban Dugaan Penganiayaan Kades Kunti Ponorogo Minta Perlindungan Polisi

Diancam akan Dibunuh, Korban Dugaan Penganiayaan Kades Kunti Ponorogo Minta Perlindungan Polisi

Jumat, 07 Agu 2026 17:05 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 17:05 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo— Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan oknum Kepala Desa Kunti, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, terus bergulir. Kali Korban b…

Ponorogo Luncurkan Logo Hari Jadi Ke-530, Usung Simbol Persatuan 

Ponorogo Luncurkan Logo Hari Jadi Ke-530, Usung Simbol Persatuan 

Jumat, 07 Agu 2026 17:02 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 17:02 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo meluncurkan logo resmi Hari Jadi Kabupaten Ponorogo ke-530 yang mengusung tema “Kidung Aruna K…

Puluhan Masa Yayasan Masjid Rahmat Surabaya Tuntut Pengembalian Tanah Wakaf di Pandigiling

Puluhan Masa Yayasan Masjid Rahmat Surabaya Tuntut Pengembalian Tanah Wakaf di Pandigiling

Jumat, 07 Agu 2026 16:00 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 16:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Puluhan waraga dari Yayasan Masjid Rahmat Surabaya bersama warga sekitar mengelar aksi unjuk rasa menuntut pengembalian atas tanah…