Kematian Covid-19 di India Melonjak, Petugas Krematorium Kewalahan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas yang sedang membawa jenazah pasien positif Covid-19. SP/ IND
Petugas yang sedang membawa jenazah pasien positif Covid-19. SP/ IND

i

SURABAYAPAGI.com, India - Saat ini, India memiliki total 15,3 juta lebih kasus corona dengan 180 ribu kematian menempati urutan kedua negara dengan kasus infeksi Covid-19 paling banyak, menyalip posisi Brasil sebelumnya. Negara berpenduduk 1,3 miliar itu mencapai rekor tertinggi 261.500 kasus baru pada Minggu (18/4/2021). Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, tiap pengetesan menunjukkan satu positif dari enam orang yang menjalani pengujian Covid-19.

Petugas krematorium dan pemakaman menuturkan jumlah kremasi dan pemakanan jauh lebih banyak dibandingkan data kematian corona yang selama ini dirilis pemerintah.

Selain itu, sebagian besar pusat krematorium di India dilaporkan terpaksa beroperasi melebihi kapasitas demi mengkremasi jenazah yang terus berdatangan setiap jam tepat waktu. Tempat krematorium di negara bagian Gujarat, barat India pun selama hampir 24 jam tanpa henti.

"Kami bekerja sepanjang waktu dengan kapasitas 100 persen agar bisa mengkremasi jenazah tepat waktu," kata pengurus salah satu krematorium di Kota Surat, Kamlesh Sailor, Selasa (20/4/2021).

Tak hanya pusat kremasi, sebagian rumah sakit juga kewalahan hingga kehabisan tempat untuk merawat pasien Covid-19. Beberapa rumah sakit sudah mengumumkan pasokan ventilator dan tabung oksigen habis hingga banyak rusak karena terus digunakan tanpa henti untuk merawat pasien corona yang datang dan pergi.

Krematorium khusus jenazah Covid-19 terbesar di Lucknow, ibu kota negara bagian Uttar Pradesh, Baikunthdham, memaparkan pihaknya menerima jumlah jenazah untuk dikremasi dua kali lipat dari yang dilaporkan pemerintah dalam enam hari terakhir.

Sementara itu kepala krematorium lainnya di Uttar Pradesh, Azad menuturkan jumlah kremasi berdasarkan protokol corona memang telah meningkat lima kali lipat dalam beberapa pekan terakhir. "Kami bekerja siang dan malam. Insinerator beroperasi terus tetapi masih banyak jenazah yang harus menunggu untuk dikremasi," kata Azad.

India memang tengah dihadapkan dengan gelombang penularan virus corona baru yang dinilai lebih ganas dalam beberapa pekan terakhir.

Tenaga kesehatan menganggap lonjakan virus corona ini sedikit banyak terjadi akibat sejumlah perayaan ritual yang berlangsung di India dalam waktu dekat ini. Salah satunya ritual mandi di sungai alias Kumbh Mela yang berlangsung beberapa waktu lalu.

Ribuan orang di India dinyatakan positif Covid-19 setelah Kumbh Mela. Pihak berwenang melaporkan angka infeksi ini setelah melakukan tes terhadap 50 ribu peserta Kumbh Mela di kawasan Haridwar, Uttarakhand.

Selain akibat perayaan ritual, warga India memang dikenal abai terhadap protokol kesehatan. Penularan corona pun diperparah dengan kemunculan varian virus corona baru di India yang dianggap lebih cepat menular. Dsy10

Berita Terbaru

Bupati Subandi Bakal Renov Liponsos Dan Janji Carikan Pekerjaan Penghuninya

Bupati Subandi Bakal Renov Liponsos Dan Janji Carikan Pekerjaan Penghuninya

Minggu, 18 Okt 2026 16:26 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 16:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemkab Sidoarjo menyiapkan program pemberdayaan bagi warga binaan yang telah dinyatakan sembuh. Fasilitas Liponsos Sidoarjo bakal…

Spogomi Sesi Dua, Walikota Ning Ita Dorong Kolaborasi Lingkungan dalam Memungut dan Memilah Sampah

Spogomi Sesi Dua, Walikota Ning Ita Dorong Kolaborasi Lingkungan dalam Memungut dan Memilah Sampah

Minggu, 18 Okt 2026 15:57 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 15:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Upaya membangun kepedulian terhadap pengelolaan sampah terus dilakukan Pemerintah Kota Mojokerto melalui pendekatan k…

Ning Ita Dorong Keterlibatan Generasi Muda Kota Mojokerto Jaga Indonesia ASRI

Ning Ita Dorong Keterlibatan Generasi Muda Kota Mojokerto Jaga Indonesia ASRI

Minggu, 18 Okt 2026 15:50 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui gerakan Green A…

Pemkot Surabaya Siapkan Pelatihan UMKM Warga Jalan Kunti, Ubah Stigma Kampung Narkoba

Pemkot Surabaya Siapkan Pelatihan UMKM Warga Jalan Kunti, Ubah Stigma Kampung Narkoba

Minggu, 18 Okt 2026 15:17 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 15:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya mengubah stigma kampung narkoba yang ada di Jalan Kunti, Surabaya, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah…

Per 2027 Mendatang, Pemkab Sidoarjo Targetkan Seluruh Parkir Gunakan QRIS

Per 2027 Mendatang, Pemkab Sidoarjo Targetkan Seluruh Parkir Gunakan QRIS

Minggu, 18 Okt 2026 14:55 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sebagai upaya dalam meningkatkan transparansi pengelolaan retribusi, memperkuat pengawasan petugas, dan mengoptimalkan pendapatan…

Selesaikan Persoalan di Kota, Pemkot Surabaya Kembali Gelar Inovboyo 2.0

Selesaikan Persoalan di Kota, Pemkot Surabaya Kembali Gelar Inovboyo 2.0

Minggu, 18 Okt 2026 14:50 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 14:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai salah satu program yang sedang digencarkan untuk menyelesaikan berbagai persoalan di Kota Surabaya, Pemerintah Kota…