Sukses Budidayakan Lobster Kualitas Ekspor

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pengepul lobster memperlihatkan salah satu jenis lobster kualitas super. SP/ TRG
Pengepul lobster memperlihatkan salah satu jenis lobster kualitas super. SP/ TRG

i

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - wilayah pesisir pantai di Bumi Menak Sopal menyimpan kekayaan laut yang luar biasa. Sehingga sebagian masyarakat menggantungkan nasibnya dari hasil laut tersebut seperti mencari lobster. Hanya lobster dengan kualitas super yang bisa dijual dan diolah untuk makanan dengan kualitas ekspor dengan harga yang mahal. Hal inilah yang membuat warga di wilayah Kecamatan Watulimo selalu berhati-hati dalam mencari dan mengepul lobster tersebut.

Dari situ, untuk menjaga habitatnya agar tetap lestari labstor dengan kualitas super yang bisa dijual. Sehingga butuh kehati-hatian dalam memilih lobster di laut yang selanjutnya dijual

Selain itu, lobster merupakan hewan laut yang jika diolah dengan benar selain rasanya yang lezat, juga memiliki kandungan gizi yang banyak. Tak ayal hal tersebut membuat harganya tergolong mahal jika dibandingkan makanan laut lainnya.

Sebab, selain sehat, lobster harus memenuhi kriteria khusus agar laku di pasaran. Hal itu seperti berat setiap ekor minimal 2 ons, tidak boleh cacat, tidak dalam bertelur, juga tidak dalam keadaan multing (ganti kulit, Red).

Selain itu, ketika dijual lobster harus dalam keadaan segar sehingga penggunaan zat-zat kimia untuk mencarinya yaitu potasium sangat dilarang. "Selain merusak lingkungan, penggunaan potasium juga membuat lobster tidak laku. Sebab, akan membuatnya cepat mati hanya beberapa jam saja," katanya, Rabu (28/4/2021).

Di samping itu, salah satu pengepul lobster, Makmur menambahkan, sebelum dijual, lobster harus menjalani karantina. Itu dilakukan untuk mengetahui bahwa lobster benar-benar sehat. Sehingga jika dalam proses karantina tersebut ada yang mati, pastinya terdapat kesalahan ketika mencarinya.

"Salah satu kesalahan itu jika mencari lobster dengan bantuan obat. Sebab, sekitar 1 jam masa karantina pasti lobster itu akan mati," ujarnya.

Selain itu untuk ekspor, dicari lobster yang memiliki kualitas super, seperti tidak boleh cacat. Kaki yang patah pada satu tempat tidak boleh lebih dari atau sama dengan tiga. Jika terdapat kaki patah tiga harus di tempat yang berbeda seperti dua di kiri dan satu di kanan atau yang sebaliknya.

Selain itu, untuk lobster yang bertelur dilarang selain memengaruhi populasinya di alam, juga akan mudah mati jika dibawa keluar dari laut. Sehingga lebih baik lobster ketika bertelur dibiarkan saja hidup di alam.

"Untuk harga jual termurah berada di kisaran Rp 100 ribu per kilogram tergantung jenis dan ukuran. Lobster ini akan saya kirim ke Jakarta untuk diekspor. Makanya keadaannya harus benar-benar sehat agar bisa bertahan hidup lama," jelas. Dsy5

Berita Terbaru

Jelang Hari Kesaktian Pancasila, PLN Perkuat Keandalan Kelistrikan di Kota Pasuruan

Jelang Hari Kesaktian Pancasila, PLN Perkuat Keandalan Kelistrikan di Kota Pasuruan

Selasa, 22 Sep 2026 03:44 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 03:44 WIB

SurabayaPagi, Pasuruan — Menjelang peringatan Hari Kesaktian Pancasila, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) melalui Unit …

Antisipasi Banjir, PUBMSDA Kebut Proyek Rumah Pompa dan Pengerukan Sungai

Antisipasi Banjir, PUBMSDA Kebut Proyek Rumah Pompa dan Pengerukan Sungai

Senin, 21 Sep 2026 18:43 WIB

Senin, 21 Sep 2026 18:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Antisipasi banjir dilakukan Pemkab Sidoarjo sejak dini menjelang musim hujan. Untuk itu, Wakil Bupati Mimik Idayana memastikan p…

Petrokimia Gresik Sulap Produk Samping Jadi Penyaring Belerang, Raih Paten Inovasi Silika

Petrokimia Gresik Sulap Produk Samping Jadi Penyaring Belerang, Raih Paten Inovasi Silika

Senin, 21 Sep 2026 17:33 WIB

Senin, 21 Sep 2026 17:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Produk samping industri yang selama ini membutuhkan ruang penyimpanan dan pengelolaan justru berhasil disulap PT Petrokimia Gresik m…

PDIP Minta Restrukturisasi OPD Tak Bebani APBD, Bupati Madiun Sebut  Lebih Efisien

PDIP Minta Restrukturisasi OPD Tak Bebani APBD, Bupati Madiun Sebut  Lebih Efisien

Senin, 21 Sep 2026 17:04 WIB

Senin, 21 Sep 2026 17:04 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Madiun memberikan perhatian terhadap rencana perubahan ketiga atas Peraturan Daerah Nomor 6 T…

Jelang Akhir Tahun Pemkab Ponorogo Kebut Proyek Fisik, DPRD Ingatkan Soal Kualitas

Jelang Akhir Tahun Pemkab Ponorogo Kebut Proyek Fisik, DPRD Ingatkan Soal Kualitas

Senin, 21 Sep 2026 17:03 WIB

Senin, 21 Sep 2026 17:03 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mulai menggenjot pelaksanaan sejumlah pekerjaan fisik di tengah waktu pelaksanaan anggaran 2026 …

Peringatan HUT ke-81 PMI, Pemkot Mojokerto Apresiasi 23 Pendonor Darah Sukarela 75 Kali

Peringatan HUT ke-81 PMI, Pemkot Mojokerto Apresiasi 23 Pendonor Darah Sukarela 75 Kali

Senin, 21 Sep 2026 14:02 WIB

Senin, 21 Sep 2026 14:02 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto– Semangat kemanusiaan terus mengalir di Kota Mojokerto. Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI), sebanyak …