SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Penerapan teknologi kini mulai dirasakan di sektor pertanian. Bagaimana tidak, baru-baru ini para petani di Kabupaten Trenggalek mulai menggunakan drone untuk mengolah sawah lebih cepat. Pasalnya, selama ini mereka menyemprot tanaman padi secara manual dan membutuhkan waktu yang lama.
Petani di Desa Karanganom, Kecamatan Durenan, menjadi salah satu kelompok yang mulai merasakan manfaat teknologi tersebut. Kini mereka tidak lagi memikul tangki semprot seberat belasan kilogram sambil menyusuri pematang sawah yang licin. Mereka cukup mengawasi dari tepi sawah, sementara drone terbang otomatis menyemburkan pupuk dan pestisida ke area tanaman.
Diketahui, drone tersebut mampu menyelesaikan penyemprotan lahan seluas 100 ru atau sekitar 1.444 meter persegi hanya dalam waktu 4 hingga 6 menit. Hari itu, tim operator menyemprot lahan bengkok milik Kepala Desa Karanganom seluas sekitar 700 ru atau setara 3 hingga 4 hektare.
Senin, salah satu petani setempat mengaku baru pertama kali mencoba teknologi drone di sebagian lahannya. Sementara itu, ia sudah menggunakan metode modern tersebut di petak sawah lainnya sejak musim tanam lalu. “Menggunakan drone ini jauh lebih praktis, murah, dan kami tinggal menonton saja dari pinggir sawah,” ungkapnya, MInggu (19/07/2026).;
Selain itu, adanya penggunaan drone tidak hanya memangkas waktu kerja, tetapi juga meningkatkan efektivitas penyemprotan karena butiran cairan tersebar lebih rapat dan merata. Dalam satu musim tanam, petani biasanya melakukan penyemprotan dua hingga tiga kali sesuai kondisi tanaman. Tim operator tinggal mengisi tangki drone dengan campuran nutrisi tanaman, fungisida, dan insektisida untuk menjaga pertumbuhan sekaligus melindungi tanaman dari serangan penyakit dan hama. tr-01/dsy
Editor : Redaksi