Pekerja Migran Indonesia Berdatangan di Asrama Haji Sukolilo

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ratusan Pekerja Migran Indonesia terlihat tiba di Asrama Haji, Sukolilo, Surabaya, Rabu (5/5/2021). SP/ARLANA
Ratusan Pekerja Migran Indonesia terlihat tiba di Asrama Haji, Sukolilo, Surabaya, Rabu (5/5/2021). SP/ARLANA

i

SURABAYAPAGI Surabaya - Arus kedatangan 14 ribu Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari berbagai negara mulai memenuhi Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Rabu (5/5/2021).

Para pekerja tersebut tiba di Asrama Haji dengan jumlah yang cukup signifikan, para imigran juga diwajibkan menjalani karantina hingga hasil pemeriksaan tes dinyatakan negatif. 

Jika hasil tes menunjukan hasil positif, maka para imigran akan dikirim menuju rumah sakit rujukan Covid-19 untuk menjalani karantina.   

Petugas verifikasi penjemputan juga terlihat mulai kewalahan mengatasi antrian. Beberapa dari PMI menunggu kepastian hasil tes agar bisa segera melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman. 

Nanang (22) yang merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia asal Kabupaten Trenggalek. 

Pagi ini, Rabu (5/5/2021) ia tengah menunggu hasil Swab PCR di Asrama Haji, Sukolilo, Surabaya. Sudah dua hari ia berada di Asrama Haji menjalani masa karantina sembari menunggu hasil tes tersebut. 

Apabila hasilnya negatif, Nanang boleh pulang dan kembali menjalani masa karantina tiga hari di kota asalnya.

Menurut Nanang, upaya seperti ini memang sedikit merepotkan. Namun demi keselamatan bersama saat pandemi Covid-19 ini, ia kooperatif menjalankan semua prosedur kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

"Pemerintah ngomong gini, ya kita harus ikut aja lah," kata Nanang. 

Ia berharap keadaan bisa segera kembali normal. Menikmati lebaran bersama keluarga. "Semoga pandemi cepat habis, kerja bisa normal, nggak dipersulit lagi. Khan kita di perjalanan pun dipersulit," ucap Nanang. 

Kesulitan itu ia rasakan betul ketika menjalani rangkaian proses tes kesehatan. Saat berada di Malaysia ia harus mengikuti tes PCR dengan biaya yang cukup mahal. Jika dirupiahkan sekitar Rp 1,2 juta. 

"Harus nunggu, biasanya dari tempat kita tinggal itu jauh. Harus naik grab, belum ongkos lagi. Banyak lah, sekali jalan kira-kira itu habis Rp 5 jutaan," kata Nanang yang mengaku bekerja di restoran tersebut. 

Belum lagi, lanjut Nanang, tiket pesawat kerap kali cancel mendadak. Maka, saat hasil tes dinyatakan negatif, Nanang langsung lega. Ia kembali memupuk asa untuk pulang ke kampung halaman. 

Penerbangan transit di Singapura. Tak ada pemeriksaan, hanya ada tes point dan cukup menunjukkan aplikasi eHAC.  Setelah tiba di Surabaya, ia bersama pekerja migran Indonesia lainnya kembali menjalani tes swab. Saat ini ia tengah menunggu di Asrama Haji Sukolilo. By

Berita Terbaru

Pria Asal Sampang Tewas Dibacok di Wonokusumo Surabaya, Polisi Dalami Motif dan Buru Pelaku

Pria Asal Sampang Tewas Dibacok di Wonokusumo Surabaya, Polisi Dalami Motif dan Buru Pelaku

Kamis, 30 Apr 2026 18:05 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 18:05 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Aparat kepolisian masih menyelidiki kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang pria bernama Hasan (37) yang ditemukan tewas di kawasan J…

KPK Perluas Penyidikan Kasus Maidi, ASN Pemkab Madiun Ikut Diperiksa

KPK Perluas Penyidikan Kasus Maidi, ASN Pemkab Madiun Ikut Diperiksa

Kamis, 30 Apr 2026 16:49 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 16:49 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi. Sejumlah s…

66 Kasus Penyalahgunaan Energi Subsidi Terungkap di Jatim, 79 Tersangka Diamankan

66 Kasus Penyalahgunaan Energi Subsidi Terungkap di Jatim, 79 Tersangka Diamankan

Kamis, 30 Apr 2026 15:19 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 15:19 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur mengungkap puluhan kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) d…

Lewat Poklahsar, Pemkab Sumenep Dongkrak Nilai Tambah Hasil Laut Nelayan

Lewat Poklahsar, Pemkab Sumenep Dongkrak Nilai Tambah Hasil Laut Nelayan

Kamis, 30 Apr 2026 14:52 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 14:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Melalui pembentukan Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur mendorong adanya…

Reklamasi Mengubah Nasib: Nelayan Mengare Gresik Kian Terhimpit, Dari Ratusan Ribu Kini Hanya Puluhan Ribu

Reklamasi Mengubah Nasib: Nelayan Mengare Gresik Kian Terhimpit, Dari Ratusan Ribu Kini Hanya Puluhan Ribu

Kamis, 30 Apr 2026 14:19 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 14:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Kehidupan nelayan di Pulau Mengare, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, kian terpuruk dalam beberapa tahun terakhir. Reklamasi p…

Komitmen Layani CJH, Pemkab Lamongan Kerahkan PPIH hingga KBIH

Komitmen Layani CJH, Pemkab Lamongan Kerahkan PPIH hingga KBIH

Kamis, 30 Apr 2026 12:37 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 12:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Dalam rangka mendukung pelayanan jamaah calon haji pada musim haji 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan mengerahkan…