Hobi Berkesenian Sejak Kecil, Kini Eksis Berbisnis Wayang Kulit

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Hartono yang tengah mengerjakan pesanan kerajinan wayang kulit. SP/ MJK
Hartono yang tengah mengerjakan pesanan kerajinan wayang kulit. SP/ MJK

i

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Kemajuan teknologi nyatanya tak mampu mengikis ketekunan pengrajin wayang kulit di Mojokerto. Hartono yang merupakan pengrajin wayang kulit di Mojokerto mampu bertahan sejak 32 tahun lalu. Hartono yang sedari kecil sudah membuat kesenian tradisional tersebut belajar ke tetangga sejak sekolah SD, hingga SMP ia pun sudah bisa membuat wayang sendiri dan laku dijual.

Sebelumnya, Hartono sempat bekerja sebagai pembuat wayang di beberapa tempat, mulai dari Jakarta, Batam, Malang, hingga ke Sidoarjo. "Jenuh ikut orang. Saya usaha sendiri mulai tahun 2003. Saat itu saya sudah menikah dan punya anak dua," ujarnya, Senin (17/5/2021).

Berkat usaha pembuatan wayang kulit tersebut, tak hanya mampu membeli rumah dan 2 sepeda motor dan tetap eksis sebagai pengrajin wayang kulit kerena pesanan yang terus mengalir. Bahkan Hartono mengaku kesulitan mencari tenaga pengrajin sehingga ia kewalahan memenuhi pesanan para dalang.

"Pesanan dari lokalan sini (Mojokerto) dan juga para dalang seluruh Jawa Timur. Karena pengrajin wayang jarang," ungkapnya.

Banyaknya pesanan tersebut, Hartono hanya mampu membuat 6-7 wayang kulit dalam sebulan. Sebab untuk membuat satu wayang rata-rata membutuhkan waktu selama 5-6 hari. Belum lagi jika ukurannya berbeda.

Terlebih lagi proses pembuatan wayang kulit di rumah Hartono masih dilakukan secara tradisional. Bahan baku kulit kerbau atau sapi harus lebih dulu dibersihkan bulunya, lalu potongan kulit itu direndam dengan air tawar selama 12 jam.

Kulit yang sudah lunak kemudian dijemur di bawah terik matahari sambil dibentangkan pada papan kayu. Setelah kering, barulah kulit digambar dan dipotong sesuai dengan pola wayang. Goresan pola wayang lantas diukir hingga berwujud lebih artistik.

Proses selanjutnya adalah penghalusan dan pewarnaan. Agar warna wayang awet, Hartono menggunakan cat impor dari Jepang. Permukaan wayang lalu dilapisi dengan lem khusus supaya tak mudah kotor dan mengkilat.

"Setelah itu dipasang tangan dan pegangan dari kayu. Rangka tengah wayang saya gunakan rotan supaya lentur saat digunakan untuk pertunjukan," terangnya.

Soal harga, rupanya masih sebanding dengan lamanya proses pembuatan. Wayang paling kecil setinggi 50 cm dijual seharga Rp 300 ribu, sedangkan wayang setinggi 90-100 cm dijual seharga Rp 2-2,5 juta. "Alhamdulillah keuntungan bersih saya setiap bulan Rp 5-6 juta," tutupnya. Dsy1

Berita Terbaru

‎Anggaran 10 Ribu Per Porsi, Menu MBG di SDN 01 Klegen Dinilai Jauh dari Standar Gizi

‎Anggaran 10 Ribu Per Porsi, Menu MBG di SDN 01 Klegen Dinilai Jauh dari Standar Gizi

Selasa, 24 Feb 2026 16:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 16:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di  SDN 01 Klegen Kota Madiun menuai kritikan. Dengan anggaran yang disebut-sebut Rp. 8.000 hi…

‎Input Swakelola di SiRUP Jadi Sorotan, Anggaran Rp 45 Miliar Dinkes Madiun Dikritisi

‎Input Swakelola di SiRUP Jadi Sorotan, Anggaran Rp 45 Miliar Dinkes Madiun Dikritisi

Selasa, 24 Feb 2026 16:32 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 16:32 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Kegiatan pengadaan barang dan jasa (PBJ) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun tahun anggaran 2026 disorot. Anggaran swa…

Berpedoman Panca Cita, Tahun Pertama Jilid II Ning Ita Catat Indikator Positif

Berpedoman Panca Cita, Tahun Pertama Jilid II Ning Ita Catat Indikator Positif

Selasa, 24 Feb 2026 15:57 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 15:57 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto mencatat sejumlah capaian strategis dalam satu tahun kepemimpinan jilid kedua Wali Kota Ika…

Santer Isu JKN Non Aktif, DPRD Kota Mojokerto Gercep Gelar RDP

Santer Isu JKN Non Aktif, DPRD Kota Mojokerto Gercep Gelar RDP

Selasa, 24 Feb 2026 15:55 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 15:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Komisi III DPRD Kota Mojokerto menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto, Dinas Kesehatan,…

Pengawasan RHU Selama Ramadhan, Satpol PP Surabaya Tindak Dua Restoran

Pengawasan RHU Selama Ramadhan, Satpol PP Surabaya Tindak Dua Restoran

Selasa, 24 Feb 2026 14:52 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 14:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Satpol PP Kota Surabaya terus mengintensifkan pengawasan terhadap sejumlah Tempat…

Komitmen Berantas Narkoba, Polres Blitar Kota Gelar Tes Urine ke Seluruh Anggotanya

Komitmen Berantas Narkoba, Polres Blitar Kota Gelar Tes Urine ke Seluruh Anggotanya

Selasa, 24 Feb 2026 14:43 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 14:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Dalam Kegiatan Deteksi dini tentang peredaran/penggunaan Narkoba di jajaran Polres Blitar Kota, Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris…