Meski Sudah Dilarang, Ada 1.692 Warga Lamongan Mudik Lebaran

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Caption: Petugas saat melakukan pemeriksaan kepada pemudik yang masuk Lamongan.FOTO:SP/MUHAJIRIN KASRUN
Caption: Petugas saat melakukan pemeriksaan kepada pemudik yang masuk Lamongan.FOTO:SP/MUHAJIRIN KASRUN

i

SURABAYA PAGI, Lamongan - Meski pemerintah sudah melarang mudik pada lebaran 1442 H, namun masih saja ada warga yang nekat mudik. Di Lamongan ada sekitar 1.692 warga yang mudik ke kampung halamannya pada momen Hari Raya Idul Fitri kali ini.

Jumlah 1.692 warga tersebut, seperti disampaikan oleh Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana dalam Jumpa Pers hasil Operasi Ketupat 2021 ini, adalah dari warga Lamongan yang bekerja di luar negeri Pekerja Migran Indonesia (PMI), dari luar provinsi dan luar daerah, dan dua diantaranya positif covid-19, dan akhirnya sembuh.

"Dari 1.692 pemudik yang masuk Lamongan ini juga diketahui ada 2 pemudik yang terpapar Covid -19 setelah dilakukan tes swab. Ke 2 pemudik ini diketahui adalah 1 PMI dan 1 pemudik dari luar kota Lamongan dan telah menjalani perawatan dan isolasi," terangnya. 

Selain itu petugas juga sudah melakukan tracing dan tracking dari 2 pemudik ini. "Saat ini kedua pemudik ini juga telah dinyatakan sehat atau negatif Covid -19 setelah 2 kali melakukan tes swab," ungkapnya.

Disebutkan oleh Miko, mereka masih nekad untuk mudik sudah membekalinya dengan berbagai persyaratan, salah satunya menunjukkan tes hasil swab yang menerangkan mereka negatif covid-19. " Mereka yang pulang kampung harus melalui berbagai pemeriksaan oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, Dinas dan Kesehatan," terangnya.

Mereka lanjut Miko panggilan akrab Kapolres Lamongan menerangkan, mereka yang berhasil masuk untuk mudik adalah mereka yang benar-benar melengkapi dirinya dari persyaratan, baik persyaratan bebas covid, maupun kelaikan kendaraan dan persyaratan lalu lintas. "Jadi sebelum mereka masuk ke wilayah Lamongan di perbatasan yang terdiri 4 pos, kita lakukan pemeriksaan ketat, kalau memenuhi syarat dipersilahkan meneruskan perjalanan ke tempat tujuan, kalau tidak, kita paksa untuk memutar balik kendaraan nya," kata Miko.

Dalam operasi ketupat dengan  melakukan penyekatan di empat Pos itu lanjut Miko, pihaknya telah  berhasil meminimalisir terjadinya lonjakan mudik dengan memperketat penjagaan dan pemeriksaan. Setidaknya ada 424 kendaraan roda dua, dan 634 kendaraan roda empat dipaksa untuk kembali dan memutar haluan, karena tidak memenuhi kualifikasi dan persyaratan yang telah ditentukan.

"Tercatat ada 424 kendaraan roda 2 dan 636 kendaraan roda 4 yang dihalau untuk masuk Lamongan dimana yang terbanyak adalah kendaraan carteran dan truk," jelasnya. 

Sementara itu, dari 4 pos penyekatan, kendaraan yang paling banyak dihalau kata Miko, ada di Pos Penyekatan di Desa Kemantren, Kecamatan Paciran dan di Pos Penyekatan Desa Pandan Pancur, Kecamatan Deket yang keduanya berada di perbatasan Lamongan - Gresik.

Selain itu, saat ini semua petugas yang baru saja diterjunkan untuk Operasi Ketupat tengah menjalani tes kesehatan. "Saat ini semua petugas yang bertugas selama Operasi Ketupat Semeru tengah menjalani tes kesehatan. Alhamdulillah anggota semua dinyatakan sehat, " katanya.

Disinggung adanya pemudik yang terjaring karena memalsukan surat rapid tes untuk lima anggota keluarga, Miko memastikan sudah ditangani sesuai prosedur. Kelimanya juga sudah diperiksa kesehatannya, dan hasilnya semuanya negatif.

Terhadap mereka, polisi melakukan pembinaan, karena surat yang dipalsukan dari hasil scan tidak melibatkan instansi manapun. 

"Dibuat sendiri, dan ditandatangani sendiri oleh yang bersangkutan, " katanya.jir

Berita Terbaru

Tak Bisa Narik Ojol Usai Kecelakaan, Hasim Dapat Kursi Roda dan Modal Dagang dari Kapolres Gresik

Tak Bisa Narik Ojol Usai Kecelakaan, Hasim Dapat Kursi Roda dan Modal Dagang dari Kapolres Gresik

Jumat, 18 Sep 2026 13:28 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Hampir sebulan setelah mengalami kecelakaan lalu lintas, Hasim (54), pengemudi ojek online (ojol) asal Gresik, belum bisa kembali m…

Pria Paruh Baya Dilaporkan ke Polres Blitar Kota Usai Curi Uang Istri Anggota DPR RI

Pria Paruh Baya Dilaporkan ke Polres Blitar Kota Usai Curi Uang Istri Anggota DPR RI

Jumat, 18 Sep 2026 13:18 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - AS pria berusia 59 warga Jajan Sudanco Supriadi, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, kini harus meringkuk dalam…

Jargas 7.363 Sambungan di Menganti Rampung, Tinggal Menunggu Gas Mengalir

Jargas 7.363 Sambungan di Menganti Rampung, Tinggal Menunggu Gas Mengalir

Jumat, 18 Sep 2026 13:16 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Warga Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, segera menikmati layanan jaringan gas bumi (Jargas) rumah tangga. Pembangunan i…

Tetapkan Lima Tersangka, Kejati Jatim Ungkap Dugaan Penyimpangan KUR BNI Jember

Tetapkan Lima Tersangka, Kejati Jatim Ungkap Dugaan Penyimpangan KUR BNI Jember

Jumat, 18 Sep 2026 13:05 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:05 WIB

SurabayaPagi, Jember — Pengusutan dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro di Jember terus berkembang. Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati J…

Batik Tak Lagi Sekadar Dipajang, HBN 2026 Bawa Wastra Jawa Timur Berlayar di Kalimas

Batik Tak Lagi Sekadar Dipajang, HBN 2026 Bawa Wastra Jawa Timur Berlayar di Kalimas

Jumat, 18 Sep 2026 12:44 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 12:44 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Peringatan Hari Batik Nasional (HBN) 2026 di Surabaya tidak hanya menghadirkan batik di ruang pamer. Yayasan Batik Indonesia (YBI) b…

KUR Jember Dibongkar: Warga Difoto di Kandang Kambing, SH Jadi Tersangka Kelima

KUR Jember Dibongkar: Warga Difoto di Kandang Kambing, SH Jadi Tersangka Kelima

Jumat, 18 Sep 2026 12:40 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 12:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Penanganan perkara dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Cabang J…