Sejarah Museum Militer China di Beijing

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pistol Mauser M1896 yang digunakan oleh Zhu De, salah satu pendiri PLA dan RRC, selama Pemberontakan Nanchang. SP/ CH
Pistol Mauser M1896 yang digunakan oleh Zhu De, salah satu pendiri PLA dan RRC, selama Pemberontakan Nanchang. SP/ CH

i

SURABAYAPAGI.com, China - Museum Militer Revolusi Rakyat Tiongkok, juga dikenal sebagai Museum Militer Tiongkok, di Beijing adalah tempat yang wajib dikunjungi bagi mereka yang tertarik dengan sejarah dan perkembangan tentara negara.

Dibangun pada tahun 1958 dan dibuka sejak 1960, museum ini telah mengumpulkan lebih dari 180.000 set relik bertema militer, termasuk persenjataan, seragam, sertifikat dan lencana, publikasi, dan karya seni, Jumat (28/5/2021).

Dari Prajurit Terakota yang ditemukan di makam kaisar pertama Tiongkok Qinshihuang hingga pesawat tempur P-51 yang diperiksa pada upacara pendirian Republik Rakyat Tiongkok (RPC) pada tahun 1949, barang-barang yang dipamerkan mencerminkan sejarah militer dari zaman kuno hingga periode kontemporer, dengan fokus pada Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).

Di antara harta karun itu adalah pistol Mauser M1896 buatan Jerman yang digunakan oleh Zhu De, salah satu pendiri PLA dan RRC, selama Pemberontakan Nanchang.

Pada tanggal 1 Agustus 1927, Zhu memimpin resimen pelatihan Korps Ketiga Tentara Revolusioner Nasional untuk berpartisipasi dalam pemberontakan melawan kaum reaksioner Kuomintang di Nanchang, Provinsi Jiangxi, Tiongkok timur. Perlawanan bersenjata menyebabkan lahirnya angkatan bersenjata Partai Komunis China dan menandai kepemimpinan independen Partai atas angkatan bersenjata untuk pertama kalinya.

Seri "Sepanjang Garis Merah" adalah panduan perjalanan yang memperkenalkan 10 situs bersejarah yang sangat penting bagi Partai Komunis China dan menceritakan kisah upaya rakyat China dalam membangun bangsa yang lebih baik di bawah kepemimpinan Partai dalam 100 tahun terakhir. dsy3

Berita Terbaru

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) siap berjuang mati-matian. Menurutnya pernyataan Jokowi itu menjadi dorongan moral dan militansi…

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Setelah tak jabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) dan kini jadi Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia…

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengundang organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam pada Selasa (3/2) siang. Apa yang akan…

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komnas Anak berharap kasus ini tidak berlarut-larut. Sebab, konflik yang terus menerus terekspos di media dikhawatirkan akan…

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Drama perseteruan antara pihak Ressa dan Denada memasuki babak baru yang makin panas. Tak main-main, Dino Rossano Hansa selaku Om…

Pimpinan BUMN Akal-akalan, Perlu Diungkap Modusnya

Pimpinan BUMN Akal-akalan, Perlu Diungkap Modusnya

Selasa, 03 Feb 2026 18:55 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Saat pidato di Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026), Presiden Prabowo…