Polling SP

32 Persen Milenial Surabaya, Masih Ada yang Belum Tau Pancasila

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Grafis polling
Grafis polling

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya –  Tanggal 1 Juni adalah hari lahir Pancasila. Secara luas, Pancasila sebagai ideologi Negara Indonesia adalah visi atau arah dari penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Namun, Pancasila akhir-akhir ini hanya dinilai menjadi jargon saja. Karena saat ini makna Pancasila tidak dihayati secara mendalam.

Pengamalan Pancasila seharusnya ada kegiatan konkret yang sesuai dengan kebutuhan zaman sekarang dimana isinya sesuai dengan semangat Pancasila, bukan hanya semangat kenegaraan atau dari birokrasi negara. Tapi memang dari jiwa masyarakat itu sendiri.

Menanggapi hal itu, tim Litbang Surabaya Pagi menggelar polling dan jajak pendapat kepada masyarakat terutama kaum muda (milenial) yang aktif di organisasi dengan pertanyaan terkait cara pandang mereka terhadap pancasila.

Polling dilakukan tepat pukul 09.00 WIB dan ditutup pukul 17.00 WIB, Sabtu- Minggu (29-30/5/2021) Dengan koresponden rentang usia 15 tahun sampai 40 tahun dengan background pelajar, serta para mahasiswa dengan domilisi tidak hanya di Kota Surabaya tetapi juga di Sidoarjo dan Gresik, dll.

Metode polling dilakukan menggunakan wawancara langsung menggunakan telepon dan WhatsApp. Selain media itu juga media sosial Facebook , Twitter dan Instagram. Jumlah total responden yang dihimpun sebanyak 210 responden.

Hasilnya, , terlihat dari pertanyaan pertama,  “Menurut kalian kaum milenial, apakah juga mengamalkan nilai-nilai yang ada di Pancasila saat ini?” . Dari pertanyaan tersebut didapat responden yang memilih jawaban A hanya sebanyak 68 persen dan yang memilih jawaban B sebanyak 32  persen.

Dan untuk pertanyaan kedua,” Saat ini, Pancasila itu masih sebagai ideologi atau telah menjadi jargon?,” Dari pertanyaan tersebut didapat  78 persen responden yang memilih jawaban A  dan sebanyak 22 persen responden memilih jawaban B.

Berikut berbagai alasan dan komentar dari masyarakat yang dihimpun oleh Tim Litbang Surabaya Pagi terkait cara pandang mereka terhadap pancasila.

Winda Ayu Aprillia, Wakil  BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Narotama Surabaya mengatakan saat ini justru banyak yang mulai mengerti dan ikut andil dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila. “Saya sebagai kaum milenial merupakan salah satu penerus bangsa dari sekian banyaknya para pemuda. Bicara soal pancasila berarti bicara soal bhinneka tunggal Ika. Toleransi , demokrasi dan transparansi”ujarnya.

Menurutnya, terlepas dari hal itu, kebanyakan kaum muda sekarang memang lebih suka dengan cara yang instan dan mudah terpengaruh baik pikiran dan perilaku oleh kemajuan jaman.” Maka dari itu, dibutuhkan pemuda yang siap dan mental baja untuk menuju Indonesia emas 2045” imbuhnya.

Fitriana W Santoso, Mahasiswa S2 Teknologi Pembelajaran Universitas Negeri Yogyakarta yang juga  menjadi Anggota Komunitas Pendekar Anak UNICEF mengatakan, hari pancasila bisa jadi momentum dimana topik utamanya bisa dimanfaatkan bukan hanya sebagai narasi pembelajaran tapi juga secara tersirat memberikan pemahaman ke anak ataupun khalayak umum.

“Biar lebih mantap pemahamannya tentang apasih Pancasila itu. Bukan cuman definisi Pancasila, butir-butir Pancasila, yang disajikan dalam bentuk teoritical narative. Karena Pancasila itu lebih dari sesuatu yang bisa didefinisikan, yang harusnya pemaknaan di setiap butir-butir Pancasila bisa dijadikan cerminan diri kita sebagai pribadi yang 'Indonesia banget' gitu “ujarnya saat diwawancarai secara langsung oleh Tim SP, Kamis (20/5).

Sementara itu, Rizki Rizal Maulana (Anggota aktif di Kepramukaan Surabaya) menuturkan saat ini orang-orang lebih suka mendebatkan soal pancasila tanpa mengerti makna seharusnya.  Mereka telah lupa point utama dalam mengamalkan pancasila, terletak pada sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa” yang mencakup nilai-nilai agama untuk mengatur hubungan negara dan agama. Diharapkan sebagai manusia percaya pada Tuhan maka tidak akan menyakiti saudara sebangsa.

"Kita semua ingin melihat praktek ber-Pancasila itu seperti apa. Ketika kita ber-Pencasila apa bedanya dengan tidak ber-Pancasila, dibuktikan bukan hanya dengan jargon dan slogan tetapi dengan aksi yang nyata. “ujarnya.

Sedangkan, Zona Wijaya Putra menilai sebenarnya kaum milenial ada beberapa yang sudah menerapkan nilai-nilai Pancasila itu sendiri. Menurutnya hal ini terlihat dari banyaknya dari beberapa mereka yang menanamkan sikap bela negara dengan menunjukkan prestasi mereka di kanca nasional maupun internasional. Yah ... contohnya aja sikap sosial dengan ikut mendukung pemerintah dalam memerangi Israel yang akan menghancurkan Palestina dll, “ tulis Zona yang pernah aktif sebagai Staff Penristek di Himti UNESA. ana/litbang-sp/cr2/rmc

Berita Terbaru

Muktamar NU 2026 Masuk Babak Krusial, Tiga Tokoh Soroti Polemik AHWA dan Voting

Muktamar NU 2026 Masuk Babak Krusial, Tiga Tokoh Soroti Polemik AHWA dan Voting

Sabtu, 29 Agu 2026 21:43 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 21:43 WIB

SurabayaPagi, Jombang - Mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031 memasuki babak baru. Para muktamirin kini…

Gizi Anak Jangan Jadi Korban Tekanan Ekonomi, Ahli Ungkap Cara Atur Menu Hemat

Gizi Anak Jangan Jadi Korban Tekanan Ekonomi, Ahli Ungkap Cara Atur Menu Hemat

Sabtu, 29 Agu 2026 16:56 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 16:56 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – Tekanan ekonomi dan kenaikan biaya kebutuhan sehari-hari membuat keluarga harus semakin cermat mengatur pengeluaran. Namun, p…

Bulog Bersama Komisi VI DPR RI dan Bupati Lamongan Salurkan  Bantuan PBP

Bulog Bersama Komisi VI DPR RI dan Bupati Lamongan Salurkan Bantuan PBP

Sabtu, 29 Agu 2026 15:18 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum Bulog Cabang Bojonegoro bersama dengan anggota Komisi VI DPR RI Ahmad Labib dan Bupati Yuhronur Efendi, menyalurkan bantuan…

Jalan Buntu Pengelolaan Sampah Ponorogo, Pembangunan TPA Pengganti Batal Akibat Izin Lahan

Jalan Buntu Pengelolaan Sampah Ponorogo, Pembangunan TPA Pengganti Batal Akibat Izin Lahan

Sabtu, 29 Agu 2026 14:33 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 14:33 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Upaya penyelesaian masalah sampah di Kabupaten Ponorogo menemui jalan buntu lagi. Ini setelah Pemerintah Kabupaten Ponorogo menghadapi…

BRI Talun Komitmen Perkuat Pemberdayaan UMKM Lewat Produk, Layanan dan Pendampingan Relevan Pelaku Usaha

BRI Talun Komitmen Perkuat Pemberdayaan UMKM Lewat Produk, Layanan dan Pendampingan Relevan Pelaku Usaha

Sabtu, 29 Agu 2026 12:36 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 12:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - UMKM tidak hanya memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian lokal, tetapi juga dapat menjadi penghubung berbagai layanan…

Gegara Lupa Matikan Kayu Tungku, Rumah Kakek 73 Tahun di Blitar Hangus Terbakar

Gegara Lupa Matikan Kayu Tungku, Rumah Kakek 73 Tahun di Blitar Hangus Terbakar

Sabtu, 29 Agu 2026 12:33 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 12:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Lagi lagi kebakaran terjadi, kali ini milik rumah Kakek Jebrak 73 warga Desa Ngembul Kec.Binangun Kabupaten Blitar.  Peristiwa …