Vaksin Sinovac Diakui WHO, Diharap Ibadah Haji Dipermudah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. SP/ YOUTUBE SEKRETARIAT PRESIDEN
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. SP/ YOUTUBE SEKRETARIAT PRESIDEN

i

SURABAYAPAGI,  Jakarta - Vaksin Sinovac dan Sinopharm akhirnya sudah masuk dalam daftar vaksin WHO. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berharap keputusan WHO ini akan memberikan kemudahan bagi masyarakat Indonesia dalam melakukan perjalanan ke luar negeri, termasuk untuk ibadah umroh ke Tanah Suci.

"Mudah-mudahan dengan adanya (daftar WHO) Sinovac dan Sinopharm, beberapa negara yang tadinya menutup Indonesia sekarang lebih terbuka apakah untuk bisnis atau umroh," ujar Erick saat jumpa pers di Kantor Kementerian BUMN, Rabu (2/6).

Erick menyebut kewenangan perjalanan internasional berada dalam ranah Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) yang juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) terkait umroh.  

"Untuk umroh dan haji domainnya di Kemenlu, tapi paling tidak dengan Sinovac dan Sinopharm masuk daftar WHO, kita berharap Pemerintah Arab Saudi membuka diri," ucap Erick.

Erick mengaku senang dengan keputusan WHO. Hal ini membuktikan jenis vaksin yang digunakan di Indonesia memiliki kualitas yang diakui internasional. Erick menyebut keberhasilan Sinovac dan Sinopharm masuk dalam daftar WHO merupakan kerja keras banyak pihak, mulai dari Kementerian BUMN, BUMN farmasi, Kemenlu, hingga Kemenkes yang terus mendorong Sinovac dan Sinopharm masuk dalam sebuah daftar WHO.  

"Sehingga rakyat merasa aman, yang selama ini mempertanyakan ini belum masuk-masuk WHO, alhamdulilah sekarang sudah," ungkap Erick. Erick mengaku tak berpuas diri. Pemerintah juga terus berupaya mengembangkan vaksin sendiri melalui vaksin merah putih yang tengah dikembangkan Lembaga Eijkman dan beberapa universitas serta vaksin milik holding BUMN farmasi.

"Alhamdulilah, kita juga melakukan terobosan. Biofarma adalah sebuah institusi Kementerian BUMN yang sudah melaksanakan kerja sama vaksin dengan banyak pihak dan alhamdulillah juga masuk dalam list (WHO) nomor 121," kata Erick.

Erick mengharapkan produksi vaksin dalam negeri bisa menunjukkan hasil yang optimal sehingga mampu mengikis ketergantungan terhadap vaksin impor. "Kita coba, mudah-mudahan berhasil karena sekarang konteks kita harus bisa produksi sendiri, tidak mungkin terus impor," ucap Erick.rep/ana

Berita Terbaru

HUT ke-81 Jatim, Musyafak Tekankan Pemerataan Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat

HUT ke-81 Jatim, Musyafak Tekankan Pemerataan Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat

Kamis, 15 Okt 2026 20:25 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 20:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Ketua DPRD Jawa Timur Musyafak Rouf menegaskan pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan pemerataan pembangunan dan p…

Pemkab Sumenep Siapkan Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar

Pemkab Sumenep Siapkan Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar

Kamis, 15 Okt 2026 20:22 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 20:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Dana Cadangan Pilkada 2029 disiapkan Rp75 Miliar. Hal tersebut dinyatakan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo melalui Wakil…

Menyusuri Lima Ruas PISEW yang Menguatkan Program Jamula

Menyusuri Lima Ruas PISEW yang Menguatkan Program Jamula

Kamis, 15 Okt 2026 18:22 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 18:22 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Pada 2026, lima ruas jalan di Kabupaten Lamongan dibangun melalui program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah…

Klunting, Senjata Ampuh PKK Tekan Stunting

Klunting, Senjata Ampuh PKK Tekan Stunting

Kamis, 15 Okt 2026 18:21 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 18:21 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Upaya penurunan stunting di Kabupaten Lamongan menunjukkan capaian positif. Prevalensi stunting yang mencapai 27,5 persen pada…

Gus Ipul Sebut Berbelanja di KDKMP Bisa Dongkrak Ekonomi dan Kesejahteraan Warga

Gus Ipul Sebut Berbelanja di KDKMP Bisa Dongkrak Ekonomi dan Kesejahteraan Warga

Kamis, 15 Okt 2026 18:20 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 18:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - KDKMP (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih) merupakan program nasional, yang dirancang selain sebagai pilar utama pembangun desa,…

Serumpun Dengan Reog Ponorogo, Barongan Blora Ingin Menyusul ke UNESCO

Serumpun Dengan Reog Ponorogo, Barongan Blora Ingin Menyusul ke UNESCO

Kamis, 15 Okt 2026 18:16 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 18:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menggandeng Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, untuk mendorong kesenian Barongan B…