Minggu ini, ribuan jemaah haji Indonesia telah tiba dan berkumpul di Makkah dari Madinah untuk melaksanakan umrah wajib dan menanti puncak haji. Sudah sekitar 93 kloter berada di kota suci sejak 6 Mei 2026. Mereka menempati 170 pemondokan di lima wilayah (Syisyah, Raudhah, Jarwal, Misfalah, Rei) dan bersiap di tengah suhu panas mencapai 43*%.
Beberapa jamaah haji mulai ada yang cerita kereta cepat di Makkah, yang ketika saya berhaji tahun 2011, belum ada. Kata teman yang saat ini sudah di Makkah, Saudi Arabia Railways (SAR) adalah operator kereta cepat. SAR menyiapkan lebih dari 5.300 perjalanan kereta sepanjang musim haji berlangsung. Armada yang dikerahkan mencapai 35 rangkaian kereta listrik modern, di mana setiap rangkaian mampu menampung hingga 417 penumpang dalam satu kali perjalanan.
Dilansir dari Arab News, Operator Saudi Arabia Railways (SAR) menambah sekitar 210.000 kursi dibandingkan musim haji tahun sebelumnya. Peningkatan ini menjadi bagian dari strategi besar Arab Saudi dalam mengelola arus jutaan jemaah dari seluruh dunia. Kereta cepat ini menghubungkan sejumlah titik vital, mulai dari Makkah, Madinah, Jeddah, hingga King Abdulaziz International Airport dan King Abdullah Economic City.
Melalui laporan Saudi Gazette, Selama musim haji 2026, diperkirakan lebih dari 5.300 perjalanan akan dioperasikan. Layanan ini didukung oleh 35 rangkaian kereta listrik berteknologi tinggi.
Kereta Cepat Haramain bukan sekadar moda transportasi, melainkan simbol transformasi layanan haji di era modern. Dengan kapasitas mencapai 2,2 juta kursi pada musim haji 2026, mobilitas jemaah diharapkan semakin lancar dan nyaman.
Kata teman yang kini menunaikan ibadah haji pertamanya, Kereta Cepat Haramain lebih banyak digunakan oleh jamaah haji domestik Arab Saudi, dan jamaah haji khusus.
Meski, kereta xepat Haramain lebih unggul dalam kecepatan (2-3 jam Makkah-Madinah), tetapi bus masih tak tergantikan untuk biaya efisien dan fleksibilitas pergerakan massal.
Kereta cepat ini dikenal dengan nama Haramain High-Speed Railway atau disingkat HHR. “Haramain” berarti “dua tanah suci”, yaitu Makkah dan Madinah sebagai dua kota tujuan utama umat Islam dari seluruh dunia.
Proyek pengembangan Kereta Cepat Madinah-Makkah mulai diprakarsai pada tahun 2009 dan resmi beroperasi secara penuh pada 2018. Kehadiran kereta ini merupakan bagian dari Visi 2030 Arab Saudi untuk meningkatkan pelayanan ibadah dan pariwisata, serta mengurangi kemacetan lalu lintas antar kota.
Kereta berkecepatan tinggi ini mampu melaju hingga 300 kilometer per jam, menjadikannya salah satu moda transportasi utama bagi jemaah yang membutuhkan perjalanan cepat antar kota.
Tingginya permintaan selama musim haji, kata teman, membuat tiket kereta kerap habis jauh hari sebelum keberangkatan. Oleh karena itu, jemaah yang ingin mencoba umumnya duntuk melakukan pemesanan lebih awal serta memeriksa jadwal terbaru melalui situs resmi layanan kereta.
“Penambahan kapasitas ini untuk memastikan perjalanan jemaah tetap nyaman dan tepat waktu,” ujar perwakilan Saudi Arabia Railways, Rabu, 6 Mei 2026. Pihaknya menegaskan layanan akan dioptimalkan selama musim haji berlangsung.
menurut teman, penggunaan bus tetap dominan bagi jamaah haji karena beberapa faktor logistik, ekonomis, dan teknis.
Apalagi jumlah jamaah haji sangat besar, mencapai jutaan orang dalam waktu bersamaan. Walaupun HHR menambah kursi, kapasitas maksimalnya tetap terbatas dibandingkan jumlah jamaah haji reguler yang datang, sehingga bus menjadi solusi utama untuk pergerakan massal.
Apalagi, kereta cepat hanya menghubungkan stasiun-stasiun tertentu (Makkah, Jeddah, Madinah, KAEC, Bandara).
Artinya, jemaah masih harus naik bus dari hotel ke stasiun dan sebaliknya. Bagi lansia atau jamaah dengan barang bawaan banyak, naik-turun bus-stasiun-kereta justru lebih melelahkan daripada naik bus langsung dari penginapan ke tujuan, jelas Esq News.
Dengan kecepatan maksimal 300 kilometer per jam, kereta cepat ini menjadi salah satu moda transportasi paling efisien selama musim haji, sekaligus berperan penting dalam mengurangi kepadatan kendaraan di jalur darat yang kerap penuh sesak saat puncak musim haji.(dnaputri)
Editor : Redaksi