Tetap Eksis Usaha Kendang di Tengah Pandemi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kusnari saat melepas tali kendang yang akan diservis. SP/ TLG
Kusnari saat melepas tali kendang yang akan diservis. SP/ TLG

i

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Di Pandemi Covid-19 tak membuat Kusnari menyerah dan pasrah dengan usaha kendang buatannya karena kecintaannya terhadap alat musik tradisional dan seni yang sangat tinggi. Padahal normalnya sebelum ada Covid-19, dia bisa menjual rata-rata empat hingga lima kendang baru tiap bulannya.

Tingginya permintaan ini, karena masih banyak masyarakat yang suka dengan pertunjukkan seni sehingga membeli salah satu musik tradisional tersebut. Sedangkan jasa servis, Kusnari mengaku bisa melayani hingga lima kendang.

"Sekarang berapa, satu dua saja yang laku. Itupun masih belum lunas pembayarannya. Bagi saya, terpenting kendang saya ini bisa keluar," katanya, Rabu (9/6/2021).

Namun, saat ini hampir tidak ada kendang yang laku dijual selama pandemi merebak pada 2020 lalu. Itu imbas dari tidak diperbolehkannya pertunjukkan seni yang diterapkan beberapa waktu lalu oleh pemerintah dalam upaya memutus sebaran Covid-19.

"Blasss tidak ada apa-apa 2020 lalu itu. Bahkan agar dapur tetap mengepul, saya cari pekerjaan lain seperti kuli bangunan," terangnya.

Meski demikian, Kusnari mengaku, tetap bertahan. Karena suka dengan dunia seni. Alat seni tradisional tersebut sudah dikenalnya sejak kecil. Bahkan, sebelum menjadi perajin, dirinya merupakan pengendang andal. Tak heran, pemesan kendang buatannya merupakan teman sesama seniman yang memerlukan kendang untuk kebutuhan pertunjukkan.

"Rata-rata teman sesama seniman. Seperti di wilayah Tulungagung, Kediri, Blitar. Tapi juga ada pemesan untuk dibawa ke Lampung dan Kalimantan," terang peraih juara I campursari tahun 2001 lalu.

Menurutnya, banyak yang suka dengan kendang buatannya karena awet dan suara yang dihasilkan lebih bening dan nyaring. Padahal bahan sama dengan umumnya. Yakni menggunakan kayu nangka. Sedangkan alas kendang dan talinya menggunakan kulit kerbau.

Tak ada kesulitan berarti saat pengerjaannya. Hanya saja mood harus dijaga. Sebab, bisa mempengaruhi lamanya pengerjaan. Biasanya memerangi lawan bosan, dia mencari pekerjaan lain seperti mengerjakan barongan, jamang dan lainnya.

Dia berharap dengan dilonggarkannya kebijakan pentas seni saat ini, banyak seniman mulai manggung. Dengan begitu, ekonomi di sektor seni budaya terus berputar. Karena tak sedikit seniman yang menggantungkan ekonomi dari seni. Dsy5

Berita Terbaru

Kecelakaan di Tol Madiun, Empat Suporter PSS Sleman Tewas dalam Perjalanan ke Surabaya ‎

Kecelakaan di Tol Madiun, Empat Suporter PSS Sleman Tewas dalam Perjalanan ke Surabaya ‎

Minggu, 18 Okt 2026 20:22 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 20:22 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Empat suporter PSS Sleman tewas setelah minibus yang mereka tumpangi menabrak truk tronton di KM 616+200 jalur A Tol Nga…

Hadiri Jatim Creative Connect 2026, Ponorogo Siap Kolaborasi Perluas Jejaring

Hadiri Jatim Creative Connect 2026, Ponorogo Siap Kolaborasi Perluas Jejaring

Minggu, 18 Okt 2026 17:06 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 17:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar — Kabupaten Ponorogo membuka peluang kolaborasi dengan berbagai daerah di Jawa Timur untuk memperkuat jejaring kota kreatif. Upaya ini …

Soroti Penanganan Perkara BBM Bersubsidi di Sumenep, Pengacara Agus Minta Propam dan Irwasum Turun Tangan

Soroti Penanganan Perkara BBM Bersubsidi di Sumenep, Pengacara Agus Minta Propam dan Irwasum Turun Tangan

Minggu, 18 Okt 2026 16:58 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 16:58 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep-Kuasa hukum Agus, H. Muhammad Siddik meminta Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri, Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Polri,…

Bupati Subandi Bakal Renov Liponsos Dan Janji Carikan Pekerjaan Penghuninya

Bupati Subandi Bakal Renov Liponsos Dan Janji Carikan Pekerjaan Penghuninya

Minggu, 18 Okt 2026 16:26 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 16:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemkab Sidoarjo menyiapkan program pemberdayaan bagi warga binaan yang telah dinyatakan sembuh. Fasilitas Liponsos Sidoarjo bakal…

Spogomi Sesi Dua, Walikota Ning Ita Dorong Kolaborasi Lingkungan dalam Memungut dan Memilah Sampah

Spogomi Sesi Dua, Walikota Ning Ita Dorong Kolaborasi Lingkungan dalam Memungut dan Memilah Sampah

Minggu, 18 Okt 2026 15:57 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 15:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Upaya membangun kepedulian terhadap pengelolaan sampah terus dilakukan Pemerintah Kota Mojokerto melalui pendekatan k…

Ning Ita Dorong Keterlibatan Generasi Muda Kota Mojokerto Jaga Indonesia ASRI

Ning Ita Dorong Keterlibatan Generasi Muda Kota Mojokerto Jaga Indonesia ASRI

Minggu, 18 Okt 2026 15:50 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui gerakan Green A…