Tekuni Usaha Seni Relief Hingga Eksis Sampai Luar Kota

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ahmad Nasirudin. SP/ BLT
Ahmad Nasirudin. SP/ BLT

i

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Bagi Ahmad Nasirudin setelah dirinya selesai mengajar di salah satu SMP di Blitar, dirinya juga mengerjakan relief. Selain karena hobi dan menyukai dunia seni, hal ini jadi sarana berbaur dan berbagi dengan sesama. Nasir menyukai kegiatan membuat relief tersebut sejak masih kuliah sekitar tahun 1998 lalu.

Nasir membuat karya relief dengan barang-barang tak terpakai di rumah. Semisal genting ataupun batu bata yang nganggur. Bahkan, barang-barang tak termanfaatkan di rumah saudaranya pun menjadi sarana untuk mengasah kemampuan. Lambat laun, tangannya pun kian terampil. Beberapa orang mulai tertarik dengan karya relief yang dibuatnya.

Saat itu, ketika Nasir mengajar secara kebetulan, lembaga pendidikan tempatnya mengajar sedang melakukan perbaikan taman. Di sana ada seorang tukang yang sedang mengerjakan relief kolam mini, lengkap dengan air mancur sederhana. Karena demen, Nasir pun mengamati dan ngobrol gayeng dengan tukang tersebut.

Tak hanya itu, Nasir juga melihat adanya potensi pendapatan yang cukup menggiurkan. Sebab, untuk membangun kolam mini tersebut, lembaganya harus mengeluarkan anggaran sekitar Rp 250 ribu. Padahal, pekerjaan tersebut rampung digarap dalam beberapa hari saja. “Rp 250 ribu itu banyak lho. Saat itu honorku jadi guru tidak tetap hanya Rp 40 ribu per bulan,” kenangnya, Selasa (15/6/2021).

Kian termotivasi, Nasir semakin berani memainkan cetok dan menggoreskan kuas untuk menggambar. “Saat itu juga ada sisa cat. Nah, saya coba mencampurkan cat sisa tersebut dan ternyata hasilnya tidak jauh beda dengan kuasan pak tukang,” tuturnya.

Meski dari sisi keuangan sudah cukup, Nasir enggan meninggalkan kegiatan lawas tersebut. Selain karena hobi, dia juga ingin menjadikan aktivitas ini sebagai sarana untuk berbaur dan berbagi dengan lingkungan sekitar. Nasir lantas mengajak beberapa tetangga yang mahir dalam pertukangan.

Membuat karya relief ini memang tidak mudah, untuk itu pula kadang peminat seni rupa ini harus merogoh kocek sedikit lebih dalam. Meski begitu, bagi sebagian orang, hal ini tidak menjadi masalah. Lantaran produk tersebut memang bisa membuat tampilan atau suasana hunian  menjadi lebih menyenangkan.

Nasir tidak memiliki patokan harga yang pasti. Baginya, senyampang masih ada sisa jasa dari aktivitas membuat karya ini sudah cukup. Tak jarang dia juga memberikan perlakuan spesial kepada para kliennya. Terlebih jika itu lembaga pendidikan atau lembaga diniyah. Menurut dia, itu bagian dari investasi alias amal jariyah. Dsy2

Berita Terbaru

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui p…

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…