Alat Tes Swab Covid-19 Mulai Bebas Diperjualbelikan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas yang sedang melakukan tes swab. SP/ SBY
Petugas yang sedang melakukan tes swab. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Alat tes swab antigen Covid-19 kini banyak diperjualbelikan secara bebas. Di berbagai marketplace, alat rapid test dan bahkan swab banyak dijual dengan harga mulai puluhan ribu hingga jutaan rupiah. Namun pakar menegaskan, penggunaan alat swab sebenarnya tidak boleh sembarangan.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban, dalam penggunaan alat tes cepat ataupun tes usap secara mandiri, ada banyak risiko dan kekeliruan yang akan terjadi.

Menurutnya, efek dari sensitivitas memang menjadi yang utama, namun selain itu interpretasi pasca penggunaan juga dikhawatirkan salah jika digunakan masyarakat umum.

Menurut Zubairi, tes tersebut harus dilakukan oleh orang dengan kompetensi yang sesuai. Bukan hanya masyarakat, profesor dan dokter spesialis pun juga tidak bisa asal membeli alat tersebut.

"Rumah sakit yang bisa membeli dan yang menjalankan tesnya itu hanya boleh dilakukan ahlinya. Jadi yang hanya boleh beli hanya rumah sakit dan yang bertanggung jawab adalah dokter spesialis patologi klinik,’’ ungkap dia, Selasa (29/6/2021).

Selain itu, menurut pakar biologi molekuler Ahmad Rusdan Utomo, penggunaan alat swab tidak sesederhana memasukan dan mengusap tangkai swab ke dalam hidung. Melainkan, ada cara khusus mengingat cara penggunaannya pun sama dengan tes swab PCR.

Selain itu, melakukan tes swab sendiri tanpa cara yang benar bisa berisiko cedera dan hasil tidak akurat.

"Dalam pengambilan bisa saja cedera. Lalu kalau prosedur keliru bisa juga keliru juga hasilnya," terangnya.

"Karena reaksi kimia rentan dengan perubahan. Kalau tidak sesuai prosedur bisa negatif palsu atau positif palsu," lanjut Ahmad.

Ia berharap, pemerintah bisa memberikan ketegasan terkait penjualan alat tes swab Covid-19 secara bebas. Pasalnya, hasil tes juga memengaruhi pendataan sumber sampel yang perlu diketahui laboratorium.

Tak hanya itu, diperlukan aturan tegas berdasarkan hasil penelitian yang divalidasi secara independen. "Dalam hal ini pemerintah harus tegas, boleh atau tidak. Menurut saya, harusnya hanya untuk laboratorium karena terkait sumber sampelnya yaitu dari swab. Beda dengan tes kehamilan yang memang mudah dilakukan karena menguji urin," pungkasnya. dsy2

Berita Terbaru

Komisaris Krakatau Steel (KRAS), Adityo Haryo Bimo, Undur Diri

Komisaris Krakatau Steel (KRAS), Adityo Haryo Bimo, Undur Diri

Rabu, 04 Nov 2026 07:37 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:37 WIB

SURABAYAPAGI.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mengumumkan pengunduran diri salah satu anggota Dewan Komisaris perseroan, Adityo Haryo Bimo. Surat…

Bahlil Ubah Aturan Soal Tambang Agar Daerah Peroleh Manfaat

Bahlil Ubah Aturan Soal Tambang Agar Daerah Peroleh Manfaat

Rabu, 04 Nov 2026 07:36 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:36 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia…

Harga Emas Dunia Melesat

Harga Emas Dunia Melesat

Rabu, 04 Nov 2026 07:34 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:34 WIB

SURABAYAPAGI.com - Harga emas dunia menguat pada Senin, 2 November 2026. Kenaikan harga emas dunia bangkit dari level terendah dalam satu tahun yang dicapai…

Menkeu Suahasil Waspadai Inflasi Pangan

Menkeu Suahasil Waspadai Inflasi Pangan

Rabu, 04 Nov 2026 07:32 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:32 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mewaspadai kenaikan harga pangan atau volatile food di tengah kondisi kekeringan yang berpotensi…

Hashim Bingungkan Menteri UMKM

Hashim Bingungkan Menteri UMKM

Rabu, 04 Nov 2026 07:28 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim Djojohadikusumo terkait rencana pemerintah memajaki tukang cukur dan tukang pijat…

Dua Jam Mengintai di Plafon, Pria di Jember Perkosa Mahasiswi UIN

Dua Jam Mengintai di Plafon, Pria di Jember Perkosa Mahasiswi UIN

Rabu, 04 Nov 2026 07:25 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember – Seorang pria berinisial MRF, 28 tahun, warga Desa Pontang, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, diduga memperkosa seorang mahasiswi U…