SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Rest area Gunung Gedangan, Kota Mojokerto menjadi surga kuliner baru bagi warga Mojokerto dan sekitarnya. Setelah mie ayam viral UGD alias Uenak Giling Dewe, kini ada satu lagi menu andalan yang tak kalah lezatnya yakni 'Nasi Sop Janda'.
Sop janda adalah sop iga sapi yang memiliki citra rasa gurih dan sedap. Rasa gurihnya didapat langsung dari kaldu iga sapi yang dipresto dengan bumbu rahasia.
"Gurihnya asli dari kaldu iga sapi, jadi tidak ada campuran MSG sama sekali," ujar Mega Twilana (21), pemilik Kedai Dapoer Ceria Sop Janda, Rest Area Gunung Gedangan, Kamis (1/7/2021) siang.
Warga Perumahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto ini menyebut kuah sop ini terbuat dari bumbu-bumbu segar diantaranya bawang putih, bawang merah, merica, daun salam, bawang bombai dan serai.
"Bumbu dasarnya kayak sayur sop biasanya terus saya campur dengan bumbu rahasia warisan nenek yang berasal dari Sunda. Sehingga cita rasanya lebih khas dibanding sayur sop lainnya," ungkapnya.
Gadis berhijab ini menuturkan, ia membutuhkan waktu selama satu jam untuk memasak sop janda. Ini agar daging iga sapinya lebih empuk dan bumbu-bumbunya lebih meresap.
"Iganya kita presto selama 20 menit, setelah matang kita diamkan terus lemaknya kita saring dan buang. Kuah beningnya lalu kita olah menjadi sop," tukasnya.
Ia menuturkan, jika sop buatannya ini anti kolestrol, karena tidak mengandung lemak sapi sama sekali. Selain itu, ramuan rahasia yang ditambahkan, dipercaya bisa merontokkan lemak jahat dalam darah.
"Yang punya kolestrol gak usah khawatir kalau menyantap sop ini, karena ini free lemak dan penuh rempah-rempah bermanfaat bagi kesehatan. Jadi selain nikmatnya dapat, juga bergizi tinggi," tukasnya.
Untuk penyajiannya, Mega meracik setiap mangkoknya berisi kuah sop, tiga potongan iga, wortel, lombok hijau dan topping daun bawang, seledri serta bawang goreng.
"Bagi yang suka pedas, ini sangat recommended. Karena kuahnya saya campuri banyak cabai hijau utuh. Per mangkok kita banderol seharga Rp. 25 ribu, itu plus nasinya," ucapnya.
Ia mengaku dalam sehari ia mampu menjual puluhan mangkok sop janda di kedainya. Menu ini menjadi favorit karena cita rasanya yang berbeda dibandingkan sop-sop iga lainnya.
"Ini kan menu sop perpaduan Jawa dan Sunda, makanya saya namakan Sop Janda alias Sop Jawa Sunda," pungkasnya. Dwy
Editor : Redaksi