Temukan Kecurangan, Pemkab Blitar akan Tutup PT Greenfiled

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua Komisi 3 DPRD Kab Blitar Sugiyanto temukan pipa yang tersembunyi. SP/Hadi Lestariono
Ketua Komisi 3 DPRD Kab Blitar Sugiyanto temukan pipa yang tersembunyi. SP/Hadi Lestariono

i

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Wakil Bupati (Wabup) Rahmad Santoso  dan Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Blitar Sugianto, rasa geramnya tak terbendung saat temukan saluran pembuangan limbah dengan pipa dim yang disembunyikan pihak PT Greenfields di semak semak belukar, untuk membuang limbah kotoran sapi  langsung ke aliran Sungai Genjong tepatnya di Dusun Tlogosari, Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, Kab.Blitar.

Pipa yang berdiameter 6 dim untuk saluran  pembuangan limbah itu tersembunyi di semak semak itu  langsung ditemukan wabup dan rombongan termasuk wartawan, setelah menerima informasi dari warga desa setempat yang menemani sidaknya pada Kamis (29/7) siang pukul 13.00 sampai 16.45.

Rombongan Wabup Blitar, Rahmat Santoso bersama Komisi III DPRD Kabupaten Blitar itu lakukan sidak ke lokasi disertai OPD terkait yakni Camat Wlingi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) termasuk Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) (Kamis 29/7).

Untuk menuju lokasi pipa aliran pembuangan limbah yang disembunyikan PT Greenfields betul betul rapi sehingga sulit untuk ketahui. Guna menyisir pipa saluran limbah pabrik, Wabup dan rombongan harus berjalan kaki sekitar 3-5 km dengan menyusuri beberapa sungai kecil anak Sungai Genjong serta menyisir jalan setapak di tengah tengah perkebunan dan perbukitan.

Setelah jalan kaki sekitar 2 jam, yang dipandu beberapa warga setempat akhirnya rombongan menemukan lokasi persembunyian pipa pipa saluran pembuangan limbah PT Greenfields yang langsung mengalir ke Sungai Genjong.

 

Uniknya saat ditemukan saluran rahasia itu tampak masih mengalir limbah kotoran sapi  ke Sungai Genjong. Langsung  Rahmat Santoso dengan sedikit emosi geram berujar. “Lihat sendiri, ternyata masih ada aliran limbahnya langsung ke sungai, ini berjalan tiga tahun lalu tentunya (2018-2021),” ujar mantan pengacara ini pada wartawan dan team sidak termasuk masyarakat yang menyertainya.

Tak cukup di situ wabup melanjutkan menyisir ke pipa pipa saluran  pembuangan yang tersembunyi, yang berpusat tepat di bibir lagun atau bak penampungan limbah kotoran sapi PT Greenfields. Dengan pipa besi berdiameter sekitar 6 dim, hanya ditutup secara manual dengan plat besi yang memudahkan aliran limbah.

“Jadi jelas ini unsur kesengajaan dari Greenfields, sehingga  sewaktu-waktu bisa dibuka air limbah pabrik yang dialirkan langsung ke sungai, jadi tidak ada itu pengolahan limbahnya,” tegas Rahmad Santoso sambil geleng gelengkan kepala, sambil meminta kalau bisa saluran tersebut dibongkar.

Saat itu Wabup Rahmad Santoso  juga menegaskan, kalau toh memang pengolahan limbahnya ada, kenapa masih ada aliran kotoran sapi di sungai dengan pipa pipa yang tersembunyi. Bahkan disepanjang jalan menuju pipa pembuangan langsung ke sungai, yang disertai banyaknya kotoran sapi. 

"Untuk  sebagai bukti semua situasi aliran limbah yang dialirkan dengan pipa pipa tersembunyi sudah kita dokumentasikan foto dan video juga ada lengkap,” tegasnya.

Hasil sidaknya Wabup Rahmat Santoso segera mengambil langkah mengkaji temuan tersebut bersama DPRD, guna menindaklanjuti temuan itu. 

“Keputusan kami  tetap akan lakukan penutupan sampai mereka (PT Greenfields) memperbaiki pengolahan limbahnya, sesuai amdalnya,” tegas Rahmad Santoso tunjukan kekesalannya.

Dalam temuan Wabup Blitar dan rombongan untuk pipa yang tersembunyi saluran pembuangan limbah langsung ke sungai tersebut ada beberapa titik di atas dan di bawah PT Greenfields, seperti dituturkan Kinan (55) warga setempat yang ikut dalam rombongan menuturkan.

 “Selama ini, kalau lagun penuh, saluran langsung mengalir ke sungai dan biasanya dibuka saat turun hujan atau malam hari,” tutur Kinan 55 warga desa setempat yang menemukan pembuangan limbah tersembunyi..

Masih menurut Kinan yang getol soroti pencemaran lingkungan di desanya akibat dampak Limbah PT Greenfields menuturkan, selain mencemari Sungai Genjong, limbah juga merembes ke sumur sumur warga termasuk tanaman di area persawahan.

"Jadi sumber pencemaran ada dua, selain saluran yang langsung dibuang ke saluran alam (sungai) dan limbah yang dialirkan ke perkebunan ketika hujan hanyut terbawa air,”tuturnya. 

Sementara Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, Sugianto yang ikut sidak mengatakan,"Dengan adanya temuan ini,  ini untuk bahan memperkuat pembentukan Pansus Greenfields oleh dewan,” kata pria bertubuh kecil ini pada wartawan.

Sugik menambahkan akan mendukung langkah Pemkab Blitar untuk menutup PT Greenfields, karena proses peringatan sudah dilakukan dan juga sudah diberikan kelonggaran waktu.

 “Jadi perlu ada tindakan tegas, dengan adanya temuan ini. Karena awalnya investasi diharapkan bisa memberikan dampak positif untuk daerah dan warga,” pungkasnya. Les

Berita Terbaru

Data Pribadi di Website Resmi Rawan disalahgunakan, Fraksi PDI-P Minta Pemprov Lakukan Langkah Serius

Data Pribadi di Website Resmi Rawan disalahgunakan, Fraksi PDI-P Minta Pemprov Lakukan Langkah Serius

Minggu, 27 Sep 2026 07:05 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 07:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Penyalahgunaan identitas untuk pinjaman online (pinjol) ilegal menjadi perhatian Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur. Pemprov…

Dari Desa, Imigrasi Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia

Dari Desa, Imigrasi Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia

Sabtu, 26 Sep 2026 14:30 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 14:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Jajaran Imigrasi se-Jawa Timur memperkuat pengawasan keimigrasian berbasis desa melalui program Desa Binaan Imigrasi (DBI) dan…

KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan TJSL Rp445 Juta untuk Fasilitasi Pendidikan, Lingkungan dan Sosial

KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan TJSL Rp445 Juta untuk Fasilitasi Pendidikan, Lingkungan dan Sosial

Sabtu, 26 Sep 2026 11:28 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 11:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun kembali menunjukkan komitmennya terhadap tanggung jawab sosial kepada masyarakat,…

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui bantuan pendidikan berupa beasiswa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)…

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya – Memahami kebutuhan kulit menjadi salah satu langkah penting dalam menentukan ritual perawatan yang sesuai kebutuhan. Berangkat dari k…

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…