Minum Kopi Tak Sebabkan Jantung Berdebar

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Rutinitas minum kopi Sebelum memulai pekerjaan di pagi hari. SP/ SBY
Rutinitas minum kopi Sebelum memulai pekerjaan di pagi hari. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kesehatan memanglah penting dan perlu diperhatikan. Salah satunya mengenai masalah kopi yang kebanyakan orang berpendapat dapat menyebabkan jantung berdebar. Namun, sebuah studi baru menghilangkan ketakutan tersebut. Kopi yang sering disebut sebagai 'bahan bakar harian' tidak menyebabkan jantung berdebar atau aritmia jantung.

Faktanya, kebiasaan minum kopi dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena aritmia, seperti fibrilasi atrium, di mana jantung berdetak kencang, atau berdebar di dada.

Hal tersebut dijelaskan dalam sebuah studi yang diterbitkan di JAMA Internal Medicine, menganalisis pada 386.000 orang lebih selama periode tiga tahun dan membandingkannya dengan tingkat aritmia jantung, yang mungkin termasuk fibrilasi atrium.

Spesialis Artimia sekaligus seorang Profesor di Divisi Kardiologi di University of California San Francisco, Dr Gregory Marcus, menyatakan bahwa setiap tambahan secangkir kopi yang dikonsumsi dikaitkan dengan risiko tiga persen lebih rendah dari insiden aritmia.

Dalam analisis genetiknya, penelitian ini tidak menemukan hubungan yang signifikan antara gangguan metabolisme kopi dan risiko aritmia.

"Gagasan bahwa kopi menyebabkan jantung berdebar-debar lahir dari penelitian kecil yang lebih tua, termasuk penelitian yang sepenuhnya berfokus pada dokter pria," tulis Marcus.

Katanya, saat ini sains memiliki pandangan yang berbeda. Faktanya, tinjauan terhadap 201 meta-analisis menemukan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah sedang kemungkinan lebih bermanfaat daripada berbahaya bagi kesehatan.

"Kemungkinan manfaat kesehatan dari kafein dan kopi khususnya telah muncul, seperti pengurangan kanker, diabetes, penyakit kardiovaskular dan kematian secara keseluruhan," tulis penelitian tersebut.

Namun tak sembua orang bisa tahan dengan kaefin, reaksi kafein tersebut bisa berbeda-beda antara satu orang dengan yang lainnya, tergantung biasa atau tidaknya seseorang mengonsumsi kafein atau minum kopi. Ada yang cuma mengalami gejala ringan. Beberapa bisa sampai mengalami gejala yang parah.

Beberapa jenis relaksasin seperti meditasi, tai chi, atau yoga bisa membantu menurunkan hormon adrenalin yang melonjak karena efek stimulan kafein. Cara melakukan relaksasi sederhana bisa dengan duduk bersila, lalu pejamkan mata perlahan, sambil tarik napas perlahan lewat hidung, dan keluarkan lewat mulut. Fokuskan pikiran pada napas dan lakukan pernapasan dalam ini selama beberapa saat sampai Anda lebih rileks dan detak jantung melambat. Dsy7

Berita Terbaru

Antisipasi Gagal Panen, DKPP Kota Madiun Tingkatkan Mitigasi Dampak Fenomena El Nino

Antisipasi Gagal Panen, DKPP Kota Madiun Tingkatkan Mitigasi Dampak Fenomena El Nino

Minggu, 05 Jul 2026 12:13 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 12:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Sebagai langkah strategis mengantisipasi dampak musim kemarau yang berpotensi menurunkan produktivitas pertanian hingga memicu gagal…

Majapahit Run 2026  Pecah!, Ribuan Pelari Birukan Alun-Alun Kota Mojokerto

Majapahit Run 2026  Pecah!, Ribuan Pelari Birukan Alun-Alun Kota Mojokerto

Minggu, 05 Jul 2026 12:06 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 12:06 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Sebanyak 1.500 pelari dari berbagai daerah memeriahkan Majapahit Run 2026 yang digelar Pemerintah Kota Mojokerto, Minggu …

Teras Kriya 2026 Jadi Ajang Promosi Produk Ekraf UMKM Khas Kota Madiun

Teras Kriya 2026 Jadi Ajang Promosi Produk Ekraf UMKM Khas Kota Madiun

Minggu, 05 Jul 2026 11:59 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 11:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Melalui ajang Teras Kriya 2026 yang digelar di Gedung Dekranasda, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, mempromosikan produk unggulan…

Hadapi Musim Kemarau, Pemkab Sumenep Tetapkan Status Siaga Kekeringan

Hadapi Musim Kemarau, Pemkab Sumenep Tetapkan Status Siaga Kekeringan

Minggu, 05 Jul 2026 11:53 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 11:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Menyusul musim kemarau kali ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, mulai menetapkan status siaga bencana kekeringan menyusul…

Lewat Skema Bantuan Pusat, Pemkab Magetan Ajukan Usulan Revitalisasi Pasar Sayur

Lewat Skema Bantuan Pusat, Pemkab Magetan Ajukan Usulan Revitalisasi Pasar Sayur

Minggu, 05 Jul 2026 11:29 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 11:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Melalui skema bantuan pusat dengan melibatkan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Tingkatkan Mobilitas Masyarakat, Pemkab Pasuruan Rehabilitasi Jembatan Lekok-Rejoso

Tingkatkan Mobilitas Masyarakat, Pemkab Pasuruan Rehabilitasi Jembatan Lekok-Rejoso

Minggu, 05 Jul 2026 11:21 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 11:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Sebagai upaya meningkatkan keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan merehabilitasi…