Resign dari Supermarket, Kini Eksis Berbisnis Aneka Rempeyek

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sri Rejeki mengemas produk rempeyek produksinya. SP/ TLG
Sri Rejeki mengemas produk rempeyek produksinya. SP/ TLG

i

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Sri Rejeki memanfaatkan rempeyek sebagai camilan bernilai tinggi. Dengan menggunakan bahan-bahan seperti adonan dan isian kacang kualitas terbaik, dia ingin mengusung citra rempeyek agar dapat diterima kalangan menengah ke atas.

Sebelum sesuksen ini, Sri memulai bisnis rempeyek berdasarkan bakat yang diturunkan oleh sang ibunda. Kala itu, setelah mengundurkan diri dari pekerjaannya di sebuah supermarket, dia memutuskan untuk memulai bisnis produk makanan yang sudah dikuasai sejak dulu.

Kiki mengolah konsep pemasaran camilan khas Jawa itu dengan menambah varian lain. Yakni isian bayam, kajang hijau, kacang kedelai, ikan teri, cabai rawit, hingga isian ebi udang. Agar tetap renyah dan tidak merusak kualitas isian, Kiki memperhatikan proses produksi lebih ketat dibandingkan rempeyek pada umumnya.

“Kalau kacang hijau dan kacang kedelai, sebelum masuk adonan dijemur lebih dulu. Beda lagi dengan bayam dan cabai rawit. Harus langsung masuk adonan agar tekstur isiannya tidak berubah,” urainya.

Untuk original, proses penggorengan dilakukan dua kali. Penggorengan pertama dengan minyak goreng baru, lalu ditunggu sampai 24 jam untuk digoreng kali kedua dengan minyak goreng yang digunakan sebelumnya. “Kalau orang Jawa dulu bilangnya ini dialup. Jadi tidak terlalu berminyak karena sudah meresap. Itu yang membuat lebih renyah,” jelasnya.

Sedangkan pada rempeyek premium, proses penggorengan dua kali dilakukan langsung setelah proses penggorengan pertama. Lantaran dapat menghasilkan warna kekuningan.

Selain itu, rasa renyah baik adonan maupun isiannya akan lebih meresap karena menggunakan produk olahan kualitas terbaik. “Rempeyek premium ini yang menjadi salah satu inovasi karena sasarannya lebih menuju anak muda dan kalangan menengah ke atas,” sambungnya.

Awal penjualan rempeyek varian premium dilakukan dengan menitipkan produknya di sejumlah pusat penjualan oleh-oleh. Namun, dirinya sering mengalami kerugian akibat produknya selalu mengalami retur. “Mengingat modal untuk varian premium lebih banyak dibandingkan original. Jadi sulit kalau mengandalkan di pusat oleh-oleh,” lanjutnya.

Dalam satu kali produksi, Kiki mengatakan, hanya membutuhkan 2,5 kilogram (kg) adonan tepung dan 1,5 kg kacang tanah untuk varian original. Sedangkan varian premium membutuhkan 2,5 kg kacang tanah, kacang hijau, dan kacang kedelai dengan kualitas terbaik. “Satu kali adonan itu bisa menghasilkan 40 pcs. Keuntungannya untuk varian original minimal Rp 20 ribu. Sedangkan varian premium minimal dapat Rp 150 ribu,” tandasnya.

Ke depannya, Sri Rejeki akan giat memperkenalkan camilan rempeyek sampai ke luar negeri. Sebab, rasanya tidak kalah dengan camilan yang dijual di supermarket pada umumnya. Selain itu, kandungan rempeyek juga tanpa bahan pengawet. Dia berharap produknya dapat menjadi bagian makanan sehat idaman masyarakat. Dsy2

Berita Terbaru

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Kickers harus mengubur ambisi meraih gelar juara Singa Cup 2026 kategori Girls U14. Meski mengoleksi sembilan poin dari tiga …

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim mendorong serta memperkuat pengembangan desa wisata di wilayah Kabupaten Sidoarjo dengan…

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Akses permodalan menjadi salah satu tantangan yang harus dijawab untuk mempercepat pertumbuhan usaha ekonomi kreatif, terutama bagi p…

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Aplikasi Majapahit Digital (Majadigi) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur didorong naik kelas menjadi platform…

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

SURABAYAPAGI COM, Lamongan – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memberangkatkan peserta ziarah Wali Songo, penerima voucher dalam rangkaian kegiatan Jalan Sehat H…

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

SurabayaPagi, Malang – Permukaan Waduk Karangkates di Kabupaten Malang, Jawa Timur, disiapkan menjadi sumber energi listrik bersih melalui pembangunan P…