SURABAYAPAGI,com, Madiun - Menindaklanjuti kasus lonjakan Tuberkulosis (TBC), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Jawa Timur menargetkan penemuan kasus penyakit tersebut tahun ini 1.892 kasus baru hingga akhir Desember 2026. Kebijakan tersebut diambil lantaran capaian penemuan kasus TBC di Kabupaten Madiun tersebut masih tergolong rendah di Jawa Timur.
"Setahun target kita 1.892 kasus TB yang harus ditemukan fasilitas layanan kesehatan di Kabupaten Madiun. Hingga saat ini, jumlah kasus yang berhasil ditemukan masih sekitar 360 kasus," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun Hery Setyana, Minggu (17/05/2026).
Lebih lanjut, Hery Setyana dalam kegiatan Rakor Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Penguatan Program TBC dan Penyakit Tidak Menular (PTM) mengungkap, atas fenomena tersebut saat ini pemerintah daerah setempat mendorong keterlibatan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) agar penanganan TBC lebih cepat dan menyeluruh.
Selain itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun juga akan meningkatkan upaya penemuan kasus TBC, salah satunya melalui pengadaan layanan mobil rontgen keliling. Mobil tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat skrining dan tracing kasus TBC di masyarakat serta menguatkan integrasi skrining TBC dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat.
Dimana, deteksi dini melalui skrining juga menyasar di tingkat desa dengan melibatkan petugas puskesmas dan kader Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang juga diperkuat melalui peran lintas OPD, sehingga pengobatan bisa segera dilakukan dan target eliminasi TBC pada 2030 dapat tercapai.
Sehingga, kedepan terkait pengobatan penyakit TBC di Kabupaten Madiun dapat dilakukan di seluruh puskesmas dengan biaya ditanggung pemerintah. Pasien diharapkan rutin menjalani pengobatan minimal enam bulan berturut-turut agar sembuh total. md-02/dsy
Editor : Redaksi