Atlet Renang Disabilitas yang Raih Banyak Mendali Emas

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Jendi Pangabean, atlet renang Indonesia. SP/ Instagram Jendi Pangabean
Jendi Pangabean, atlet renang Indonesia. SP/ Instagram Jendi Pangabean

i

SURABAYAPAGI.com, Tokyo - Olahraga renang telah menjadi kegemaran Jendi Pangabean sejak kecil dan kini Jendi Pangabean berantusias menjadi salah satu andalan Indonesia di cabang para-renang Paralimpiade Tokyo 2020.

Menurut situs resmi Paralimpiade, Jendi harus kehilangan kaki kirinya setelah mengalami kecelakaan. Dia terlempar dari sepeda motor dan kaki kirinya terluka parah.

Saat itu, menurut Jendi, dia dalam keadaan sadar dan melihat kondisi kakinya yang hancur. Dia kehilangan banyak darah sehingga dokter memutuskan untuk mengamputasi kaki kiri Jendi.

Kehilangan kaki kiri tidak membuat Jendi lantas merasa cemas atau pun kurang percaya diri, namun saat dia beranjak dewasa perasaan insecure.

"Awalnya, saya baik-baik saja dengan satu kaki hingga saat duduk di bangku SMA," kata Jendi, Senin (23/8/2021).

Namun, Jendi tak tenggelam dengan keadaan. Dia berhasil bangkit membangun kepercayaan diri ketika dia mengetahui cabang olahraga para-renang.

Sejauh ini, Jendi telah melakukan serangkaian persiapan dengan pelatnas yang telah berlangsung hampir satu tahun untuk memberikan penampilan terbaik di Tokyo. Dia pun mengaku sudah siap, baik secara fisik maupun mental.

"Untuk persiapannya sendiri, ya, sudah seratus persen siap, baik secara fisik maupun mental. Kalau perasaan sendiri agak deg-degan, karena tampil di ajang sebesar Paralimpiade tentu terasa sangat spesial," ujar Jendi.

Dengan koleksi emas yang dia kumpulkan beberapa tahun belakangan, juga serangkaian persiapan, bukan tidak mungkin bagi Jendi untuk membawa pulang medali Paralimpiade.

Sementara itu, Jendi pun mengungkapkan beratnya latihan di tengah pandemi Covid-19. Yang terberat dan bikin khawatir tentu saja menjalani tes swab PCR setiap hari menjelang keberangkatan ke Tokyo. Mereka menjalani tes setiap pagi dan hasilnya keluar pada sore hari.

"Kami harus tes swab PCR setiap hari menjelang keberangkatan ke Tokyo. Tesnya biasa saja karena sudah sering. Tapi, yang bikin deg-degan saat nunggu hasilnya. Kalau positif kan batal berangkat ke Tokyo dan apa yang sudah dipersiapkan selama satu tahun bisa gagal," kata Jendi.

Jendi Pangabean akan turun di nomor 100 meter gaya punggung S9 pada Paralimpiade Tokyo 2020, yang rencananya bergulir pada 24 Agustus hingga 5 September. Ini akan menjadi partisipasi kedua Jendi di Olimpiade.

"Harapannya semoga bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia," kata Jendi.

"Kami sudah pelatnas hampir satu tahun, yang paling tidak bisa memberikan penampilan yang terbaik dari hasil latihan selama ini di Tokyo nanti," tambahnya.

Jendi sendiri pernah meraih 2 emas, 1 perak dan 1 perunggu pada Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XIV Riau 2012, pada perhelatan multievent Asia Tenggara tersebut, Jendi berhasil mengemas 2 emas dan 1 perak. Pada ASEAN Para Games 2015 di Singapura, Jendi kembali berhasil menyumbangkan 3 emas, 2 perak, dan 1 perunggu.

Nama Jendi kian melambung ketika dia berhasil membawa pulang lima medali emas sekaligus pada ASEAN Para Games 2017, yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia dan Asian Para Games 2018 Jakarta-Palembang. Dsy10

Berita Terbaru

Tambah Kawasan Usaha Baru, Labuan Bajo Dongkrak Ekonomi Dengan Serapan Tenaga Kerja Lokal

Tambah Kawasan Usaha Baru, Labuan Bajo Dongkrak Ekonomi Dengan Serapan Tenaga Kerja Lokal

Senin, 19 Okt 2026 12:45 WIB

Senin, 19 Okt 2026 12:45 WIB

SurabayaPagi, Labuan Bajo – Pengembangan kawasan komersial dan pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, mulai memasuki tahap o…

Warga Alami Luka Terjerat, Pemkab Ponorogo Tertibkan Kabel Provider dan WiFi Semrawut

Warga Alami Luka Terjerat, Pemkab Ponorogo Tertibkan Kabel Provider dan WiFi Semrawut

Senin, 19 Okt 2026 12:38 WIB

Senin, 19 Okt 2026 12:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Menindaklanjuti adanya kasus seorang pengendara sepeda motor mengalami luka di leher akibat terjerat kabel yang menjuntai di…

Digitalisasi Parkir Segera Diberlakukan demi Menekan Kebocoran Parkir

Digitalisasi Parkir Segera Diberlakukan demi Menekan Kebocoran Parkir

Senin, 19 Okt 2026 12:02 WIB

Senin, 19 Okt 2026 12:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Digitalisasi pembayaran parkir bakal diterapkan di seantero wilayah Kabupaten Sidoarjo sebagai wujud pembenahan tata kelola parkir…

Atlet Biliar Mahasiswa Jatim Berebut Tiket Nasional, Djemy dan Yusril Raih Gelar Juara

Atlet Biliar Mahasiswa Jatim Berebut Tiket Nasional, Djemy dan Yusril Raih Gelar Juara

Senin, 19 Okt 2026 12:00 WIB

Senin, 19 Okt 2026 12:00 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Sebanyak 27 mahasiswa dari 14 perguruan tinggi di Jawa Timur bersaing dalam Campus League Billiard Season 1 Regional Surabaya untuk m…

Dampak Antrean Panjang BBM, Pemkab Jember Kembali Berlakukan WFH ASN 2 Hari

Dampak Antrean Panjang BBM, Pemkab Jember Kembali Berlakukan WFH ASN 2 Hari

Senin, 19 Okt 2026 11:42 WIB

Senin, 19 Okt 2026 11:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Menindaklanjuti dampak viralnya antrian Bahan Bakar Minyak (BBM), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, kembali memberlakukan…

Petani di Ponorogo Tewas Terbakar Saat Berusaha Padamkan Api di Lahan Jagung

Petani di Ponorogo Tewas Terbakar Saat Berusaha Padamkan Api di Lahan Jagung

Senin, 19 Okt 2026 11:39 WIB

Senin, 19 Okt 2026 11:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Seorang petani bernama Purwanto (65), warga Dukuh Bajang, Desa Bajang, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, meninggal…