Satu Kali Suntikan Vaksin J&J Tingkatkan Antibodi 9 Kali Lipat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Vaksin Johnson and Johnson (J&J). SP/ SBY
Vaksin Johnson and Johnson (J&J). SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Vaksin Johnson and Johnson (J&J) yang akan segera datang ke Indonesia bulan depan ini diketahui hanya diberikan dalam satu dosis. Perusahaan Johnson & Johnson mengatakan satu kali suntikan vaksin Covid-19 buatannya bisa memberikan respons antibodi yang bertahan lama dan menghasilkan sel-sel kekebalan yang disebut sel T selama 8 bulan.

Dikutip dari Al Jazeera, perusahaan Johnson & Johnson mengatakan booster vaksin tengah dipertimbangkan. Dari hasil studi interim atau analisis awal, booster vaksin Covid-19 yang diberikan mampu meningkatkan antibodi secara signifikan.

Dr. Dan Barouch dari Beth Israel Deaconess Medical Center dan Harvard Medical School dan rekan-rekannya menguji darah yang diambil dari 20 sukarelawan pada tahap awal.

Data menunjukkan bahwa respons sel T, termasuk sel T CD8+ yang mencari dan menghancurkan sel yang terinfeksi bertahan selama jangka waktu 8 bulan.

Para peneliti di Universitas Washington di St. Louis melaporkan bahwa studi mereka terhadap sukarelawan yang sudah suntik vaksin Covid-19 menunjukkan perlindungan yang bertahan lebih lama dari 8 bulan, bahkan bertahan selama bertahun-tahun.

Tim Barouch juga menguji darah dari sukarelawan yang divaksinasi dan sejumlah varian virus corona, termasuk varian Delta atau B.1.617.2 yang pertama kali terlihat di India, varian B.1.351 atau Beta yang pertama kali terlihat di Afrika Selatan, dan P. 1 atau varian Gamma menyebar di Brazil.

"Kami melihat cakupan antibodi penetralisir yang kuat dari varian tersebut,” kata Barouch, Jumat (27/8/2021).

Selain itu, dosis booster vaksin Johnson and Johnson yang berarti dosis kedua vaksin, setidaknya memberikan antibodi 9 kali lebih tinggi dalam 28 hari setelah menerima dosis pertama, kata perusahaan itu dalam rilis mereka.

Tidak seperti neutralising antibodies yang menghancurkan virus, binding antibodies menempel pada virus tetapi tidak menghancurkannya atau mencegah infeksi. Mereka memperingatkan sistem kekebalan tubuh sehingga sel darah putih mendapat sinyal untuk menghancurkan virus.

Menurut J&J, penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam respons antibodi pada peserta berusia 18-55 tahun dan pada mereka yang berusia 65 tahun ke atas yang menerima dosis booster lebih rendah.

Juru bicara vaksin Johnson & Johnson mengatakan hasil tersebut akan tersedia dalam beberapa minggu mendatang. Juli lalu, Johnson & Johnson merilis data di New England Journal of Medicine yang menunjukkan neutralising antibodies yang dihasilkan oleh vaksinnya tetap stabil delapan bulan setelah vaksinasi dengan dosis tunggal.

"Dengan data baru ini, kami juga melihat bahwa dosis booster vaksin Johnson & Johnson Covid-19 semakin meningkatkan respons antibodi di antara peserta penelitian yang sebelumnya telah menerima vaksin kami," Mathai Mammen, kepala penelitian dan pengembangan di divisi farmasi Janssen J&J , kata dalam sebuah pernyataan.

"Kami berharap dapat berdiskusi dengan pejabat kesehatan masyarakat tentang strategi potensial untuk vaksin Johnson & Johnson Covid-19 kami, meningkat delapan bulan atau lebih setelah vaksinasi dosis tunggal utama." Dsy8

Berita Terbaru

Rehabilitasi Sekolah Rusak Sedang Proses Tender

Rehabilitasi Sekolah Rusak Sedang Proses Tender

Senin, 08 Jun 2026 17:26 WIB

Senin, 08 Jun 2026 17:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Sidoarjo tahun ini akan menuntaskan rehabilitasi sekolah rusak. Puluhan sekolah…

Bupati Gresik Dorong SPPG Jadi Contoh Pengelolaan Sampah Berbasis Lingkungan

Bupati Gresik Dorong SPPG Jadi Contoh Pengelolaan Sampah Berbasis Lingkungan

Senin, 08 Jun 2026 17:19 WIB

Senin, 08 Jun 2026 17:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Pemkab Gresik terus memperkuat implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menekankan aspek keberlanjutan lingkungan. B…

Tetap Genjot PAD, Pemkot Malang Pastikan Tak Naikkan Pajak Kendaraan 2026

Tetap Genjot PAD, Pemkot Malang Pastikan Tak Naikkan Pajak Kendaraan 2026

Senin, 08 Jun 2026 15:34 WIB

Senin, 08 Jun 2026 15:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Terkait isu kenaikan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) maupun Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) pada tahun 2026, Pemerintah…

Dinilai Lebih Untung, Petani Bawang Merah di Nganjuk Pilih Jadikan Hasil Panen Sebagai Bibit

Dinilai Lebih Untung, Petani Bawang Merah di Nganjuk Pilih Jadikan Hasil Panen Sebagai Bibit

Senin, 08 Jun 2026 15:28 WIB

Senin, 08 Jun 2026 15:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Nganjuk - Baru-baru ini memasuki musim kemarau, sejumlah petani bawang merah di Desa Sumengko, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, memilih…

Pemkab Probolinggo Percepat Izin Operasional PAUD, Dukung Wajib Belajar Pra Sekolah

Pemkab Probolinggo Percepat Izin Operasional PAUD, Dukung Wajib Belajar Pra Sekolah

Senin, 08 Jun 2026 15:18 WIB

Senin, 08 Jun 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Sebagai bagian dari dukungan terhadap program wajib belajar satu tahun pra sekolah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo…

Dibangun Terpadu, Sekolah Rakyat Jatim 1 Surabaya Gabungkan SD-SMA Dalam Satu Kawasan

Dibangun Terpadu, Sekolah Rakyat Jatim 1 Surabaya Gabungkan SD-SMA Dalam Satu Kawasan

Senin, 08 Jun 2026 15:09 WIB

Senin, 08 Jun 2026 15:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan, saat ini Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengungkapkan Sekolah Rakyat Jawa Timur…