Provinsi Jatim Sering "Juarai" Kasus Kematian Covid-19 se-Indonesia

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi karikatur
Ilustrasi karikatur

i

Pasien Komorbid, Pemicu Tingginya Kematian Warga Jatim Selama Pandemi Covid-19 

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pandemi Covid 19 masih belum sepenuhya terkendali. Kasus kematian masih tinggi di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Di Jawa Timur sendiri, sudah sepekan terakhir, kasus kematiannya selalu ‘juara’ nasional (lihat grafis). Hanya pada Rabu (1/9/2021), provinsi yang dipimpin Khofifah Indar Parawansa ini berada di posisi kedua, setelah disalip Jawa Tengah.

Menurut data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, kasus meninggal harian pada Rabu (1/9) tercatat kembali mengalami kenaikan menjadi 653 kasus. Satuan Tugas Penanganan Covid-19 pun mencatat total kasus meninggal telah mencapai 133.676 orang.

Sebelumnya, penambahan kasus meninggal sempat mengalami penurunan hingga angka terendah sejak lonjakan kedua menjadi sebesar 532 orang pada Selasa (31/8). Pada Senin (30/8), tercatat sebesar 568 kasus meninggal dan pada Minggu (29/8) terdapat sebanyak 551 kasus. Sedangkan pada Sabtu (28/8) angka kasus meninggal sebanyak 591 kasus dan pada Senin (27/8) tercatat sebanyak 599 kasus.

Untuk penambahan kasus meninggal disumbangkan tertinggi oleh Jawa Tengah yang sebesar 162 kasus. Disusul Jawa Timur yang sebesar 140 kasus, Jawa Barat menyumbangkan 53 kasus meninggal, Kalimantan Timur menambahkan 29 kasus, dan DI Yogyakarta menambahkan 26 kasus.

Kenapa kasus kematian di Jawa Timur begitu tinggi hingga berhari-hari jadi yang tertinggi secara nasional, dr Joni Wahyuhadi selaku  Ketua Satgas COVID-19 Jatim mengungkapkan alasannya.

Menurut Joni, angka kematian dalam kasus COVID-19 di Jatim mencapai 28.204. Case fatality rate (CFR) di Jatim saat ini 7,36 persen.

"Jadi sebenarnya, angka kematian di Jatim dalam beberapa hari terakhir mulai menurun. Kalau secara kumulatif masih 7 persen lebih. Salah satu yang kita evaluasi, bahwa angka kematian ini belum auto rilis seperti penambahan kasus atau angka kesembuhan," ujar Joni, Rabu (1/9/2021).

Joni menjelaskan, banyak indikator yang menyebabkan angka kematian di Jatim masih tinggi. Di antaranya belum disepakati definisi kematian COVID-19.

"Jadi yang dicatat, kematian karena COVID-19, juga kematian pasien dengan komorbid tertentu namun dalam screening-nya dinyatakan positif. Banyak hal yang mempengaruhi kematian macem-macem. Tapi yang jelas angka kematian itu harus didefinisikan secara komprehensif dan yang pas, agar bisa dibedakan dengan penyakit lain yang ditunggangi (COVID-19)," bebernya.

 

Nakes Sudah Berusaha yang Terbaik

Joni membantah, tenaga kesehatan tidak paham terkait definisi angka kematian COVID-19. Satgas COVID-19 Jatim sudah mengusulkan ke pusat, untuk kesepakatan laporan kematian. Selain itu, pihaknya juga mengusulkan dilakukan audit ke seluruh daerah di Jatim terkait angka kematian.

"Tidak bingung sebenarnya tenaga kesehatan kita, cuma memang perlu kesepakatan dengan pusat soal laporan kematian. Sudah kita usulkan dilakukan audit ke semua daerah," tegasnya.

Dirut RSU dr Soetomo ini menambahkan, tingginya angka kematian COVID-19 di Jatim menjadi perhatian, bahwa virus tersebut berbahaya dan dapat memperburuk komorbid seseorang.

"Semua pasien yang terpapar COVID-19 harus mendapatkan penanganan yang baik. Jangan ada laporan lagi pasien sampai telat datang ke rumah sakit, hingga kondisinya sudah buruk di IGD. Apalagi ada komorbid yang membuat semakin berat," ujarnya.

"Sekarang yang isoman, tolong bisa ke ruang isolasi terpusat, agar bisa terpantau dengan baik, ada nakes yang mendampingi. Supaya apa, agar tidak fatal di kemudian hari, kalau isoman dan tidak terpantau," pungkasnya.

 

Penambahan Kasus Tertinggi

Selain kasus kematian yang tinggi, Jatim juga terbanyak dalam hal penyebaran Covid 19. Menurut data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, penambahan tertinggi ada di Jawa Timur sebanyak 1.323 kasus.

 Kemudian, disusul Jawa Barat dengan 1.127 kasus dan Sumatera Utara dengan 792 kasus. Sementara itu, secara kumulatif, kasus sembuh dari Covid-19 bertambah 16.781, sehingga totalnya menjadi 3.760.497 kasus. rl/mar/jk1

Berita Terbaru

Viral! Aksi Penistiaan Agama, Pemuda di Bondowoso Tempelkan Alat Vitalnya ke Al-Quran

Viral! Aksi Penistiaan Agama, Pemuda di Bondowoso Tempelkan Alat Vitalnya ke Al-Quran

Senin, 12 Okt 2026 15:18 WIB

Senin, 12 Okt 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Baru-baru ini jagad maya dihebohkan dengan unggahan video yang menampilkan pemuda menempelkan alat vitalnya ke kitab suci…

Tekan Penyebaran TBC, Dinkes Ponorogo Gencarkan Skrining X-Ray di 21 Kecamatan

Tekan Penyebaran TBC, Dinkes Ponorogo Gencarkan Skrining X-Ray di 21 Kecamatan

Senin, 12 Okt 2026 15:02 WIB

Senin, 12 Okt 2026 15:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Sebagai langkah strategis dalam mengejar target penemuan 2.499 kasus TBC sepanjang 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo…

Kemarau Panjang, Ribuan Warga di di 7 Kecamatan Ngawi Terdampak Kekeringan

Kemarau Panjang, Ribuan Warga di di 7 Kecamatan Ngawi Terdampak Kekeringan

Senin, 12 Okt 2026 14:54 WIB

Senin, 12 Okt 2026 14:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi mencatat sebanyak 4.403 jiwa di 21 desa yang tersebar di tujuh kecamatan mengalami…

Dampak Musim Kemarau Panjang, Kasus ISPA di Ngawi Naik hingga 30 Persen

Dampak Musim Kemarau Panjang, Kasus ISPA di Ngawi Naik hingga 30 Persen

Senin, 12 Okt 2026 14:38 WIB

Senin, 12 Okt 2026 14:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Selama musim kemarau panjang, Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi mencatat kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah…

Dinkes Ponorogo Terapkan SKDR, Cegah Penularan Penyakit Influenza

Dinkes Ponorogo Terapkan SKDR, Cegah Penularan Penyakit Influenza

Senin, 12 Okt 2026 14:24 WIB

Senin, 12 Okt 2026 14:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Menindaklanjuti kasus penularan influenza sebagai penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang menyerang hidung, tenggorokan, dan…

Gegara Bakar Sembarangan, Lahan Tebu Seluas Satu Hektare di Jombang Hangus

Gegara Bakar Sembarangan, Lahan Tebu Seluas Satu Hektare di Jombang Hangus

Senin, 12 Okt 2026 14:12 WIB

Senin, 12 Okt 2026 14:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Diduga bermula dari pembakaran daun tebu kering kemudian menjalar dengan cepat akibat tiupan angin kencang, lahan tebus seluas…