Menakar Digitalisasi Pasar Tradisional di Tengah Pandemi Covid-19

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Direktur Administrasi Keuangan PD Pasar Surya Sutajhjo. SP/Semmy Mantolas
Direktur Administrasi Keuangan PD Pasar Surya Sutajhjo. SP/Semmy Mantolas

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Pemerintah kota Surabaya melalui perusahaan daerah (PD) Pasar Surya, terus melakukan terobosan inovasi di sejumlah pasar tradisional Surabaya. Salah satunya adalah melalui sistem pembelian berbasis online.

Dari data yang dikumpulkan Surabaya Pagi, sejak April 2020 lalu atau sebulan pasca pandemi covid-19 masuk ke Indonesia, PD Pasar Surya telah meluncurkan layanan belanja online di sejumlah pasar tradisional.

Belanja online tersebut dilakukan melalui website PD Pasar Surya. Di dalam website tersebut, telah dibagi wilayah-wilayah pasar sesuai dengan geografisnya. Pasar cabang utara misalnya, ada pasar Tembok Dukuh, pasar Asemrowo, Pasar Pegirian serta beberapa pasar lainnya.

Untuk pasar cabang timur ada pasar Kendangsari, pasar Bratang, pasar Tambahrejo, pasar Pucang Anom, serta pasar keputran utara dan selatan. Sementara untuk pasar cabang Selatan, ada pasar Kembang, pasar Genteng Baru, Wonokromo dan pasar Bendul Merisi. 

Di setiap nama pasar yang tertera pada website PD Pasar Surya, telah ada nomor telepon para pedagang. Bagi yang ingin membeli bahan pokok maupun barang dapat menghubungi langsung nomor kontak yang tertera tersebut.

Kendati sistem belanja online telah diprakarsai PD Pasar Surya, nyatanya tak semua pedagang ikut berpartisipasi. Hasil penelusuran Surabaya Pagi, untuk pasar Tembok Dukuh hanya ada 5 pedagang yang berpartisipasi dalam sistem belanja online ala PD Pasar Surya.

Hal serupa juga terjadi di pasar Pegirian, dari temuan Surabaya Pagi, hanya ada 10 pedagang yang ikut berpartisipasi dalam sistem tersebut. Sementara untuk pasar Kembang, terbilang cukup banyak atau sekitar 21 pedagang yang ikut berpartisipasi.

Selain belanja online, saat ini PD Pasar Surya juga tengah melakukan sistem pembayaran iuran pasar berbasis non tunai atau sistem Cash Management System (CMS) hasil kerjasama dengan Bank Negara Indonesia (BNI).

Direktur Administrasi Keuangan PD Pasar Surya Sutajhjo, menyampaikan, saat ini pasar yang ditunjuk menjadi pilot project pembayaran iuran pasar secara online adalah pasar Kapasan. 

"Tujuannya tidak lain adalah memberikan pelayanan prima kepada pedagang, setiap saat, setiap waktu mereka bisa membayar dimanapun bahkan di rumah dengan menggunakan sistem internet banking, ATM ataupun sistem pembayaran lainnya yang disediakan BNI," kata Sutjahjo saat ditemui Surabaya Pagi di Balai Kot, Senin (27/09/2021).

Selain mempermudah pedagang, tujuan lain dari sistem pembayaran iuran online tersebut adalah untuk mengoptimalisasi pendapatan PD Pasar Surya sekaligus mendorong transparansi keuangan pendapatan daerah.

"Kita akan real time, pemasukan akan masuk ke rekening pd pasar. Sehingga kita bisa update setiap saat, setiap waktu, jumlah uang yang masuk," katanya.

Secara teknis pembayaran, para pedagang akan diberikan virtual account yang terintegrasi dengan nomor telpon pedagang. Virtual account tersebut nantinya akan dijadikan sebagai basis untuk nomor rekening pedagang dalam membayar tagihan iuran pasar.

"Mereka juga akan terintegrasi dengan sistem bank BNI. Sehingga akan ada semacam SMS Blast dari bank terkait tagihan mereka," ucapnya.

Terkait inovasi dari PD Pasar Surya pun mendapat perhatian dari pengamat ekonomi Universitas Airlangga Surabaya, Prof. Drs. H. Tjiptohadi Sawarjuwono M. Ec. Ph.D, Ak. Menurutnya, langkah inovasi yang dilakukan oleh PD Pasar Surya sejauh ini sudah sangat baik. Kendati begitu, perlu adanya inovasi yang lebih sehingga para pedagang tradisional mampu bersaing dalam dunia e-commerce.

"Ya saya kira cukup bagus. Namun kalau hanya ini saja masih kurang, masalah kalah dengan pelaku usaha lain yang telah malang melintang dalam dunia e-commerce," kata Prof. Tjipto saat dihubungi Surabaya Pagi.

Bagi Prof. Tjipto, bila pasar tradisional ingin bersaing dalam dunia e-commerce maka pihak PD Pasar Surya harus menciptakan platform khusus yang mewadahi seluruh pasar tradisional di Surabaya. Platform yang dimaksud berupa aplikasi belanja pasar tradisional.

Ia pun mencontohkan beberapa platform yang bisa dijadikan rujukan. Beberapa diantaranya adalah Bukalapak, Shopee, hingga e-commerce sekaliber alibaba.

"Dalam aplikasi itu, semua barang dijual. Tinggal klik-klik barang sampai rumah. Nah e-commerce yang sudah berkembang seperti ini bisa dijadikan rujukan PD Pasar. Dibuat saja aplikasi belanja pasar tradisional Surabaya atau apalah namanya, sehingga lebih mudah masyarakat mengakses," katanya.

Ia pun sangat yakin manakala platform tersebut diluncurkan oleh pemerintah kota. Mengingat, pemkot memiliki power yang bisa memaksa masyarakat untuk menggunakan aplikasi tersebut. Power yang dimaksud adalah regulasi maupun kebijakan pemerintah daerah.

"Kan tinggal dibuat saja regulasi dan kebijakannya. Nah itu semua kembali kembali lagi ke pemerintah kota, mau tidak menggarap ini. Kalau berani, hakul yakin para pedagang tradisional bisa bersaing dalam dunia e-commerce," katanya.

"Kalau itu jadi, PR berikutnya adalah kualitas produk dan pelatihan bagi pedagang sehingga mereka mampu bertahan dalam dunia digitalisasi ini," tambahnya lagi.sem 

Berita Terbaru

Pelayanan Viral Di Medsos, RS Darmayu Ponorogo Beri Penjelasan, Sebut Ada Miskomunikasi

Pelayanan Viral Di Medsos, RS Darmayu Ponorogo Beri Penjelasan, Sebut Ada Miskomunikasi

Rabu, 16 Sep 2026 22:23 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 22:23 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Rumah Sakit Darmayu yang viral di Media Sosial (Medsos) Face Book sejak Selasa (15/09/2026) kemarin pagi, akibat postingan keluarga…

OTT KPK di Lingkungan ATR/BPN, Program PTSL Ponorogo Dipastikan Tetap Berjalan

OTT KPK di Lingkungan ATR/BPN, Program PTSL Ponorogo Dipastikan Tetap Berjalan

Rabu, 16 Sep 2026 19:27 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Ponorogo dipastikan tetap berjalan, kendati Komisi Pemberantasan…

Empat Abad Syekh Yusuf Al-Makassari, Saat Warisan Ulama Nusantara Dibaca Kembali untuk Zaman

Empat Abad Syekh Yusuf Al-Makassari, Saat Warisan Ulama Nusantara Dibaca Kembali untuk Zaman

Rabu, 16 Sep 2026 19:23 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:23 WIB

SurabayaPagi, Mojokerto – Empat abad setelah kelahirannya, pemikiran Syekh Yusuf Al-Makassari kembali dikaji untuk melihat relevansinya dengan persoalan z…

Jalan sehat dan Gowes bersama digelar IKASPEGABAYA

Jalan sehat dan Gowes bersama digelar IKASPEGABAYA

Rabu, 16 Sep 2026 19:20 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:20 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Ikatan Alumni SMP Negeri 3 Surabaya (IKASPEGABAYA) menggelar kegiatan jalan sehat dan gowes bersama, Minggu lalu. Kegiatan tersebut menjadi…

Transisi Menuju Era Sepeda Motor Listrik di Indonesia Lebih dari Sekadar Insentif Pembelian

Transisi Menuju Era Sepeda Motor Listrik di Indonesia Lebih dari Sekadar Insentif Pembelian

Rabu, 16 Sep 2026 19:15 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:15 WIB

SURABAYAPAGI : Bagi pengemudi ojek daring, kurir logistik, dan pekerja lainnya yang menghabiskan sebagian besar waktunya di jalan, sepeda motor bukan sekadar…

Semak-semak Kering dan Ilalang diBakar Warga di Sekitar Rel KA Ganggu Perjalanan Kereta Api

Semak-semak Kering dan Ilalang diBakar Warga di Sekitar Rel KA Ganggu Perjalanan Kereta Api

Rabu, 16 Sep 2026 17:43 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 17:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - TAR.tar.tar. Secara cepat PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun memperketat pengawasan operasional demi menjaga…