Luhut Diucek-ucek Politisi, LSM Sampai Netizen

DPR-RI Didesak Bikin Pansus Bisnis Tes PCR

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Luhut Binsar Panjaitan
Luhut Binsar Panjaitan

i

SURABAYA PAGI, Jakarta - Nasib Luhut Binsar Panjaitan, yang kini Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, benar-benar diujung tanduk di mata publik. Sejak tersangkut bisnis PCR, pejabat kaya raya ini seperti diucek-ucek ( digosok gosok seperti mata gatal). Pria yang kerap dipanggil Opung, meski punya harta Rp745 miliar dan orang kepercayaan presiden Jokowi, dimata publik, pengusaha batu bara ini diledek sampai di media sosial.
Bahkan Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, mendorong Anggota Komisi III DPR RI Benny K Harman untuk mengusulkan pembentukan panitia khusus (pansus) dalam pembahasan dugaan bisnis tes PCR Covid-19.
"Om benny ayo bikin #PansusAngketPCR kalau berani," ujarnya dikutip dari akun Twitter @Fahrihamzah, Jakarta, Sabtu (6/11/2021).
Sebelumnya dalam cuitannya, Benny menyampaikan, masyarakat bertanya-tanya apakah Firli Bahuri betul-betul mendorong KPK mengusut Dugaan Bisnis PCR Luhut Binsar Pandjaitan dan Erick Thohir.
"Rakyat tanya. Apa betul Firli Bahuri Dorong KPK Usut Dugaan Bisnis PCR Luhut Binsar Pandjaitan dan Erick Thohir? Rakyat dukung penuh jika memang ada rencana mengusut skandal ini," singgung politisi Partai Demokrat.

Pembelaan Luhut
Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan melakukan pembelaan melalui akun Instagramnya menjawab tudingan terkait dugaan kongkalikong bisnis PCR yang mencatut namanya. Dimana dalam unggahannya tersebut, Menko Luhut memberikan beberapa statement mengenai tudingannya tersebut.
"Teman-teman dan seluruh masyarakat Indonesia yang saya cintai, Saya ingin menegaskan beberapa hal lewat tulisan ini. Pertama, saya tidak pernah sedikit pun mengambil keuntungan pribadi dari bisnis yang dijalankan PT Genomik Solidaritas Indonesia. Seperti sama-sama yang sudah kita tahu, pada masa-masa awal pandemi tahun lalu, Indonesia masih terkendala dalam hal penyediaan tes Covid-19 untuk masyarakat. GSI ini tujuannya bukan untuk mencari profit bagi para pemegang saham. Sesuai namanya, Genomik Solidaritas Indonesia, memang ini adalah kewirausahaan sosial, sehingga tidak sepenuhnya bisa diberikan secara gratis," unggahnya pada hari Kamis (4/11/2021).
Partisipasi yang diberikan melalui Toba Bumi Energi, lanjutnya, merupakan wujud bantuan yang diinisiasi oleh rekan-rekan saya dari Grup Indika, Adaro, Northstar, dan lain-lain yang sepakat bersama-sama membantu penyediaan fasilitas tes Covid-19 dengan kapasitas yang besar. Bantuan melalui perusahaan tersebut merupakan upaya keterbukaan yang dilakukan sejak awal.
"Kenapa saya tidak menggunakan nama yayasan? Karena memang bantuan yang tersedia berada dari perusahaan. Dan memang tidak ada yang saya sembunyikan di situ," tulisnya.
Sementara itu sejak Sabtu (6/11/2021) muncul tagar yang menyorot Menteri Kabinet Indonesia Maju di bawah Pemerintahan Presiden Jokowi. Tagar jadi trending sampai Minggu siang ini.
Kali ini giliran Menteri Koordiantor Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dengan Menteri Badan usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir, jadi sorotan.
Tagar yang trending sejak Sabtu, (6/11/ 2021) malam bertema 'KPK Periksa Luhut Erick'.
Sejumlah warganet meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Luhut dan Erick terkait dugaan bisnis PCR.
"Yang ini jangan sampai lepas, mumpung masih di dalam negeri, tolong ditindaklanjut #KPKPeriksaLuhutErick
Jangan sampai lepas," sahut warganet @siitok3 seperti dikutip Isu Bogor Sabtu, (6/11/2021).
Bahkan, ada warganet yang menyinggung menteri tersebut dengan menulis 'dia, dia, dia, dan lagi dia' di Twitter.
"Dia yang buat aturan. Dia yang tahu kebutuhan. Dia yang mengusulkan pengadaan. Eh dia penyedianya. Eh dia pemainnya," singgung @sutanmangarahrp.
"Awalnya membantah. Akhirnya ngaku ga ambil untung. Lalu bilang untungnya u/ masyarakat tak mampu," gurau warganet lain @bachrum_achmadi.
"Orang kalau sudah terdesak, ngomongnya tidak karuan. Taik pun dibilangnya wangi," tambah dia.
Warganet terpantau terus menaikkan tagar tersebut hingga berada di urutan trending. (er, jk,05)

Berita Terbaru

Jurnalis Mojokerto Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan Hilang Saat Liput Anak Krakatau

Jurnalis Mojokerto Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan Hilang Saat Liput Anak Krakatau

Senin, 14 Sep 2026 16:46 WIB

Senin, 14 Sep 2026 16:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Keprihatinan mendalam atas belum ditemukannya lima wartawan dan tiga kru ekspedisi Anak Krakatau menggugah solidaritas insan pers …

Lawan Persiba di Surajaya, Kans Persela Amankan 3 Poin Cukup Terbuka

Lawan Persiba di Surajaya, Kans Persela Amankan 3 Poin Cukup Terbuka

Senin, 14 Sep 2026 16:45 WIB

Senin, 14 Sep 2026 16:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Skuad Persela Lamongan terus mematangkan persiapan, dan menjaga asa dalam lanjutan laga Penggadaian Championship 2026/2027, saat…

Unit Reskrim Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Berhasil Bekuk pelaku Curanmor

Unit Reskrim Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Berhasil Bekuk pelaku Curanmor

Senin, 14 Sep 2026 15:25 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:25 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - Polsek Kepanjenkidul Wilayah Hukum Polres Blitar Kota, berhasil ungkap dan tangkap pelaku pencurian motor jenis Honda ADV warna…

Lamongan Night Carnival Tanpa Sound Horeg,  Mampu Menghibur  Masyarakat

Lamongan Night Carnival Tanpa Sound Horeg,  Mampu Menghibur  Masyarakat

Senin, 14 Sep 2026 15:23 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Lamongan Night Carnival (LNC) tahun kedua tanpa sound horeg kembali menyedot animo masyarakat. Bahkan ribuan warga merasa terhibur…

Refleksi Kejadian 5 Wartawan Hilang Kontak, PWI dan IJTI Ingatkan "Tidak ada Berita Seharga Nyawa"

Refleksi Kejadian 5 Wartawan Hilang Kontak, PWI dan IJTI Ingatkan "Tidak ada Berita Seharga Nyawa"

Senin, 14 Sep 2026 15:18 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Bertempat di Pendopo Alun-alun Lamongan, pada Senin (14/9/2026) pagi, sejumlah jurnalis yang tergabung di Persatuan Wartawan…

Bendera Hitam Kampung Pancasila, DPRD Surabaya: Harus Ada Indikator yang Objektif

Bendera Hitam Kampung Pancasila, DPRD Surabaya: Harus Ada Indikator yang Objektif

Senin, 14 Sep 2026 15:17 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan langkah tegas untuk mengawal keberhasilan program Kampung Pancasila. Perangkat daerah…