SURABAYAPAGI,Surabaya - Setiap tanggal 10 November, selalu diperingati sebagai Hari Pahlawan. Tak ingin ketinggalan, beberapa sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) di Surabaya merayakan Hari Pahlawan dengan cara yang unik.
Adalah TK Yayasan Pendidikan dan Pengajaran Indonesia (YPPI) 1 Surabaya, yang merayakan dengan cara lomba cosplay atau berkostum ala pahlawan nasional.
Kepala sekolah TK YPPI 1 Surabaya Mujiharti saat ditemui di ruangannya menyampaikan, perlombaan cosplay bertemakan pahlawan nasional kali ini diikuti oleh 27 siswa TK.
Adapun pahlawan yang dipilih siswa TK diantaranya adalah Bung Tomo, R.A. Kartini, Ki Hajar Dewantara serta beberapa pahlawan nasional lainnya.
"Untuk event hari pahlawan ini, karena masih masa pandemi kita merayakannya dalam bentuk kegiatan yang dibuat unik dan happy. Tujuannya adalah agar anak-anak tertarik untuk belajar tentang sejarah bangsa Indonesia dan sejarah perjuangan para pahlawan dalam meraih kemerdekaan," kata Mujiharti, Rabu (10/11/2021).
Setidaknya ada 3 kriteria penilaian lomba cosplay pahlawan nasional, diantaranya adalah keserasian kostum, ekspresi dan kreativitas. Selain menirukan karakter pahlawan nasional, anak-anak juga diminta untuk menjelaskan tokoh atau karakter yang mereka pilih.
"Ada juga game-game kecil, anak-anak kita tanyakan pahlawan Indonesia siapa saja yang mereka tahu, atau siapa saja nama pahlawan wanita di Indonesia. Semuanya menjawab tapi ada aturan mainnya, harus angkat tangan baru menjawab" ucapnya.
"Tujuannya agar mereka disiplin dan menghargai teman-temannya. Jadi selain semangat kepahlawanan, kita ingin agar karakter anak-anak kita juga baik dan disiplin," tambahnya.
Sementara itu, wakil kepala sekolah bidang kurikulum (wakakur) Sisilia Alexsandra menyebut, edukasi sejarah perjuangan pahlawan nasional dilakukan secara formal dan informal.
Secara formal, pemberian edukasi dilakukan melalui pemutaran video biografi pahlawan serta penjelasan guru-guru. Sementara informal, dilakukan dengan kegiatan lomba, kuis hingga game-game bertemakan pahlawan nasional.
"Sisi informalnya adalah melalui cosplay itu tadi. Ini sebetulnya pembelajaran sejarah yang dikemas dalam bentuk lomba. Di balik cosplay, anak-anak itu juga belajar history, belajar nilai-nilai patriotisme, nasionalisme," kata Sisilia
Menumbuhkan semangat nasionalisme dan menghargai jasa para pahlawan sejak dini kata Sisil, merupakan cara yang efektif dalam membentuk karakter anak menjadi baik. Anak-anak yang karakternya baik akan membentuk karakter masyarakat yang baik. Dan masyarakat yang berkarakter baik akan membentuk karakter bangsa lebih baik.
"Bagaimana kita mau menjadi negara yang baik kalau fondasi karakter kita tidak baik. Jadi Tugas kami, berupaya menanamkan dasar fondasi, history bangsa, mencintai bangsa, mencintai sejarah bangsa dan mencintai para pahlawan nasional yang berjuang. Kita harus sisipkan itu agar identitas mereka sebagai bangsa Indonesia tidak hilang," pungkasnya.
Selain TK YPPI 1 Surabaya, TK Nation Star Academy (NSA) juga memiliki cara unik dalam memperkenalkan pahlawan nasional kepada anak-anak.
Plt Kepala Sekolah TK NSA Ria Lutfiani menyampaikan, dalam peringatan Hari Pahlawan tahun ini, pihaknya menghadirkan kembali sejarah saat arek-arek Surabaya menggeruduk Hotel Yamato (kini hotel Mahapahit_red) dalam bentuk gambar yang harus diwarnai.
Sebagai informasi, insiden Hotel Yamato terjadi ketika para pemuda di Surabaya menurunkan bendera merah putih biru milik Belanda serta merobek warna biru sehingga menyisakan kain merah dan putihnya saja.
"Ada gambar beberapa orang yang merobek bendera warna biru, anak-anak kita suruh untuk mewarnai gambar itu. Jadi ada pembelajaran sejarah yang kita berikan pada anak-anak," kata Ria Lutfiani.
Senada dengan itu, Ketua Acara Peringatan Hari Pahlawan Rinanti Adwilia menyebutkan, desain kegiatan kali ini, selain dilakukan oleh siswa juga dilakukan oleh guru-guru TK. Guru-guru sendiri diberikan tugas untuk mempresentasikan kurang lebih 10 pahlawan nasional yang dikemas dalam bentuk video puppet.
"Jadi diharapkan dengan adanya video itu, ada pesan dari guru-guru bahwa untuk anak-anak sekarang ini karena pahlawan sudah gak ada, jadi kita harus mengambil sifat-sifat dari pahlawan itu dan menghormati jasa-jasa mereka. Anak-anak juga diminta untuk menjadi pahlawan masa kini dengan rajin belajar, tekun, disiplin, bertanggungjawab dan jangan mudah menyerah," kata Rinanti
Upaya menumbuhkan semangat jiwa kepahlawanan sejak dini juga dilakukan TK YPPI 2 Surabaya. Sama seperti NSA, sekolah yang saat ini tengah rebranding menjadi YPPI Preschool itu juga merayakannya dengan lomba mewarnai.
Kendati begitu, obyek mewarnai di TK YPPI Preschool adalah senjata yang digunakan oleh para pahlawan dalam merebut kemerdekaan dari para penjajah.
"Disini kegiatannya mewarnai bambu runcing dan bendera. Kita juga kenalkan beberapa pahlawan nasional seperti Bung Tomo kepada anak-anak melalui melalui video, sehingga anak-anak tertarik untuk belajar," kata Ketua Acara Hari Pahlawan TK YPPI Preschool Surabaya Ani Riati.
Guru TK YPPI Preschool saat meng-cosplay tentara yang terluka akibat perang. SP/SEMMY MANTOLAS.
Semangat perjuangan para pahlawan kata Ani, juga diceritakan kepada para siswa. Tujuannya adalah agar anak-anak tahu akan sejarah perjuangan bangsa dan mampu menunjukan kecintaan kepada Indonesia sekaligus menghormati jasa para pahlawan.
"Nilai-nilai kepahlawanan itu yang ingin kita tumbuhkan pada anak-anak. Bentuk nyatanya adalah dalam semangat belajar, dalam beraktivitas, dalam bekerjasama dan tak kalah penting adalah dalam menghargai sesama," ucapnya.
Menariknya, beberapa guru di YPPI Preschool juga terlihat berkostum ala tentara nasional Indonesia yang terluka akibat perang, tatkala mereka mengajar. Di bagian bahu dan kepalanya, terlihat balutan kasa yang berlumuran darah.
"Karena sekarang pandemi, semuanya dilakukan secara totalitas. Bahkan ada beberapa yang sewa kostum," katanya.
Selain kecintaan pada pahlawan, Kepala Sekolah TK YPPI Preschool Margaretha W.A menyebut, pihaknya juga berupaya untuk menumbuhkan semangat cinta akan lingkungan sejak dini.
Salah satunya adalah melalui program nature smart. Dalam program tersebut kata Margareta, anak dilatih untuk menghargai dan merawat lingkungan sekitarnya dengan cara-cara yang sederhana.
"Jadi kita juga upayakan agar anak-anak sejak dini menghargai lingkungannya, mulai dari mematikan lampu saat tidak ada orang, mematikan keran air saat tidak digunakan, buang sampah pada tempatnya dan dari hal-hal sederhana lainnya," katanya.sem
Editor : Mariana Setiawati