Jawab Keluhan Pengrajin Gula, Mas Dhito Instruksikan Sosialisasi Perizinan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Menindaklanjuti keluhan asosiasi pengrajin gula merah tebu Kabupaten Kediri soal pengurusan perizinan, Bupati Hanindhito Himawan Pramono atau yang akrab disapa Mas Dhito memerintahkan jajarannya menggelar sosialisasi perizinan.

Sosialisi diadakan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kediri pada Rabu (8/12/2021) lalu. Setidaknya ada puluhan pengrajin gula yang mengikuti acara sosialisasi di Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih itu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPMPTSP Kabupaten Kediri Eko Sujatmiko mengatakan, pihaknya mengapresiasi keinginan pengrajin untuk memenuhi perizinan yang seharusnya dimiliki sebagaimana yang disampaikan pada acara Rabu Ngopi, 19 November 2021

“Mereka berkeinginan untuk menertibkan izin-izin yang belum mereka punya dan kami sangat merespon baik,” ujar Eko

Saat sosialisasi digelar, lanjut Eko, mayoritas pengrajin mempertanyakan tentang tata cara pengurusan Surat Izin Pengambilan Air (SIPA) yang notabene dikeluarkan oleh DPMPTSP Provinsi.

“Yang menjadikan kendala paling besar dari mereka adalah terkait dengan SIPA yang dikeluarkan oleh Provinsi. Untuk itu kita mendampingi mereka dengan mengadakan sosialisasi dengan mendatangkan DPMPTSP Provinsi Jawa Timur.

Eko berharap kedepannya setelah pengrajin tersebut memahami perizinan yang harus mereka penuhi, pengrajin ini akan bekerja dengan lancar.

“Mereka beberapa kali didatangi Aparat Penegak Hukum (APH), jadi setelah mereka memiliki izin-izin ini, semoga dapat bekerja lebih tenang,” harapnya.

Ketua Asosiasi Pengrajin Gula Merah Tebu Kabupaten Kediri Wahyudiono mengaku sosialisasi tersebut dapat menjawab keluhan dari para pengrajin gula merah tebu di Kabupaten Kediri.

“Alhamdulillah temen-temen (pengrajin gula merah tebu) sudah paham dengan perijinan apa saja yang harus dipenuhi,” ujarnya. Adv/kominfo

Berita Terbaru

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Keberhasilan Kota Mojokerto menekan angka stunting hingga di bawah satu persen menarik perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara …

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat ekosistem produk halal dengan menggelar fasilitasi sertifikasi halal massal bagi p…

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Kenyamanan warga menjadi prioritas utama dalam pengelolaan parkir di Kota Mojokerto. Untuk itu, Pemerintah Kota Mojokerto melalui …

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda   ‎

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda  ‎

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Gugatan puluhan pedagang pasar tradisional Kota Madiun terhadap pemerintah Kota Madiun menguak dugaan cacat prosedural dalam p…

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – PT Semen Gresik sukses menggelar Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 yang diikuti sebanyak 1.111 peserta di kawasan Wisma J…

Penjual Tempe di Pacitan Disiram Air Keras Oleh OTK, Begini Kronologinya!

Penjual Tempe di Pacitan Disiram Air Keras Oleh OTK, Begini Kronologinya!

Rabu, 13 Mei 2026 15:49 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 15:49 WIB

SURABAYA PAGI, Pacitan- Aksi brutal dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) terhadap seorang pedagang tempe di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Korban yang…