SURABAYAPAGI.com, Kediri - Tanaman jagung di wilayah Kabupaten Kediri menjadi komoditas yang potensial, tak lepas dari kebutuhan pakan yang tinggi untuk sektor peternakan unggas. Bahkan, berdasarkan data Dinas Pertanian dan Perkebunan (Pertahun) Kabupaten Kediri mencatat produksi jagung dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.
Sebagai contoh produksi jagung pipil kering, tahun 2021 sebanyak 346.759 ton, 2022 sebanyak 348.055 ton, dan 2023 naik menjadi 736.542 ton. Bahkan baru-baru ini, hasil panen yang ditunjukkan dari Farm Field Day (FFD) Parade Jagung Kediri 2024 merupakan 24 varietas jagung unggul dari 16 produsen benih.
"Potensinya (jagung di Kabupaten Kediri) sangat luar biasa. Karena jagung ini menjadi kebutuhan yang sangat mendasar untuk peternakan unggas," ungkap Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito), Kamis (25/07/2024).
Mas Dhito berharap dengan ditunjukkannya 24 varietas jagung unggul dalam parade jagung itu, petani dapat mendapatkan informasi sekaligus melihat langsung keunggulan tiap varietas.
"Semoga jagung ini bisa menjadi komoditas (pertanian) unggulan kita, " kata Mas Dhito.
Melalui FFD ini, selain memfasilitasi petani mengetahui performa berbagai varietas jagung unggul, Mas Dhito berharap dapat mengetahui persoalan yang dihadapi para petani dalam usaha pertaniannya, diantaranya terkait kebutuhan air, kestabilan harga pasca panen, kemudian peralatan pertanian.
"Ini tadi telah kita diskusikan dengan teman-teman petani untuk pemetaan nanti Kayen Kidul kalau memang kita jadikan kawasan agropolitan, apakah untuk jagung atau apa kita lihat nanti," pungkasnya. kd-01/dsy
Editor : Desy Ayu