Editor : Redaksi
Malam Anugerah JCI Chapter East Java, Wagub Jatim Emil Optimistis Ekonomi Membaik
SurabayaPagi, Surabaya - Menjelang akhir tahun 2021, Pemprov Jatim mengungkapkan optimismenya untuk kondisi di tahun 2022 akan lebih baik lagi. Ini tak terlepas dari adanya pertumbuhan perekonomian di Jatim pada kuartal ke-3 (Q3) 2021 yang tumbuh 3,2%.
"Jangan lupa bahwa pertumbuhan Q3 2021 ini adalah perbandingan dengan kuartal yang sama di tahun sebelumnya. Q2 2020 merupakan waktu yang paling buruk selama pandemi, bukan soal angkanya, tapi karena ketidaksiapan kita mmenghadapi pandemi," ungkap Wagub Jatim Emil Dardak dalam keterangan tertulis, Senin (13/12).
Emil lantas menjelaskan kondisi di tahun 2020 lalu dimana masker menjadi barang yang langka, rumah sakit tidak siap menghadapi lonjakan pasien COVID-19, dan tes PCR masih belum mencukupi. Imbasnya, kata Emil, semua bisnis ambil solusi untuk tutup.
"Sebaliknya di Q2 2021 adalah waktu terbaik di tahun ini. Karena ekonomi mulai jalan lagi, pusat perbelanjaan dibuka. Jadi Q2 2021 bagus sekali, sedangkan Q2 2020 jatuh sekali. Sehingga pertumbuhan Q2 2021 di angka 7.05%," ujar Emil.
Sedangkan Q3 2020 lalu, lanjut Emil, merupakan masa recovery dimana mulai ada event hingga toko-toko mulai dibuka. Pertumbuhan ekonomi Q2 2020 hingga Q3 2020 di Jatim naik hampir 6%.
"Sebegitu bagus ekonomi kita waktu itu. Tapi di Q3 2021 merupakan waktu terburuk kita tahun ini, yang kita harap tidak pernah terjadi lagi. Terjadi lonjakan kasus dan PPKM darurat terpaksa kita lakukan. Terpaksa. Kita paling tidak suka menerapkan PPKM karena kita tahu betapa bisnis-bisnis merana. Tapi kita terpaksa melakukan karena nyawa lebih penting dari apapun. Artinya apa, tahun ini lagi kacau-kacaunya, tahun lalu lagi bagus-bagusnya. Harusnya kalau dibandingkan, jeblok dong tahun ini. Boro-boro tumbuh, jangan-jangan minus lagi, tapi kita masih membukukan pertumbuhan 3,2%. Artinya ekonomi di Jawa Timur dalam kondisi yang sangat kuat bahkan diterpa COVID-19 gelombang ke-2 kemarin," papar Emil.
Meski kondisi sulit namun Emil melihat tahun ini program-program inovatif tetap dijalankan. _Bahkan juga memberikan apresiasi terhadap JCI East Java_ yang terus mendongkrak futuristic talent development program seperti Artificial Intelligence _terus_ dilakukan.
"Inilah yang saya harapkan bahwa bukan saja sibuk untuk survive tapi masih memikirkan sesama. Saya rasa itu esensi kenapa semua orang berkumpul di Junior Chambers International (JCI) untuk menunjukkan bahwa stereotype tentang orang-orang yang sukses di bisnisnya, tidak punya waktu untuk memikirkan sesama. Saya rasa itu salah. JCI membuktikan bahwa generasi muda bisa sukses tapi bisa peduli pada sesama. Saya rasa itu yang perlu dipertahankan," tegasnya.
Emil pun berharap di tahun 2022 nanti kondisi di Jatim akan semakin baik meski masih dalam kungkungan pandemi COVID-19.
Sementara itu Secretary General JCI East Java 2021, Nadia Nathania menuturkan Junior Chambers International (JCI) merupakan salah satu organisasi kepemimpinan untuk anak muda terbesar di dunia, yang sudah berada di 128 negara. Sesuai dengan visi dan misi yang diusung, JCI mempunyai tujuan untuk create positive impact terhadap lingkungan dan masyarakat.
Di tahun ini JCI Chapter East Java bekerjasama bersama Intel berhasil menjaring talenta-talenta muda agar dapat mempelajari Artificial Intelligence melalui program Prakarsa Muda. By
Tag :