Ketua DPRD Gresik Minta Dinsos Segera Tangani Penyimpangan Dana BPNT

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Much Abdul Qodir. SP/Grs
Much Abdul Qodir. SP/Grs

i

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir akan segera memanggil Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Gresik dr Ummi Khoiroh terkait kembali munculnya dugaan penyimpangan bantuan pangan non tunai (BPNT) kepada masyarakat miskin.

"Saya sudah meminta ketua Komisi IV Dewan untuk memanggil kadinsos dan Ketua Tim Koordinasi BPNT Kabupaten guna kita mintai klarifikasinya," ujar Qodir saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Selasa (19/1).

Qodir menyatakan sangat prihatin dengan kembali ramainya pemberitaan seputar dugaan penyimpangan dana BPNT. Kondisi ini disayangkan oleh Qodir, karena semestinya tidak perlu terjadi jika pengawasan yang dilakukan pihak dinas sosial berjalan efektif.

"Dinas sosial tidak bisa menyatakan tidak tahu menahu soal dugaan temuan penyimpangan dana BPNT di lapangan. Karena persoalan ini sudah dimuat dan viral di berbagai media termasuk di grup-grup media sosial," tukas Qodir menanggapi pernyataan Kadinsos Gresik yang mengatakan belum mengetahui adanya dugaan penyimpangan penyaluran BPNT di sebuah desa di wilayah Kecamatan Cerme.

Akibat kerap ditemukannya penyimpangan pembagian BPNT, menurut politisi senior PKB itu, kini sudah saatnya Dinas Sosial Gresik melakukan kajian dan evaluasi menyeluruh agar bantuan sosial kepada masyarakat miskin ini sesuai pedoman umum dari kemensos.

"Kalau saya mengusulkan perlu membongkar total mekanisme pendistribusian bantuan agar tepat yang diterima keluarga penerima manfaat (KPM). Bila perlu pihak dinas sosial mengeluarkan peraturan sendiri sebagai pedoman para koordinator di lapangan. Dalam peraturan dinas ini diatur sedetail mungkin apa dan berapa harga satuan yang bisa dibeli KPM," ungkap Qodir.

Pembenahan total diperlukan, lanjutnya, karena selama ini penerima manfaat sudah banyak dirugikan. Nilai kebutuhan beras dan makanan tambahan lain yang diterima KPM tidak sebanding dengan dana BPNT yang disalurkan pemerintah pusat senilai Rp 200.000 per KPM.

"Dari hasil pengamatan di lapangan di beberapa desa di wilayah Gresik Selatan, saya menemukan penyusutan yang cukup besar angkanya. Setiap KPM saya perkirakan hanya menerima sekitar Rp 175 ribu," ungkapnya.

Oleh karena itu, Dinas Sosial Gresik sudah seharusnya melakukan evaluasi menyeluruh untuk menjawab banyak keluhan masyarakat yang disampaikan melalui media mainstream maupun media sosial. 

"Dinsos sudah seharusnya segera merespons dugaan penyimpangan dana BPNT ini dengan menurunkan tim ke lokasi desa yang dilaporkan," harap Ketua DPRD Abdul Qodir, mengakhiri perbincangan.

Seperti sudah ramai diberitakan di berbagai media kemarin tentang viralnya beras BPNT yang tak layak di makan manusia. Seorang netizen bernama Mas Memet dalam akun Facebook-nya menulis bila beras yang diterima KPM hanya layak untuk makanan hewan ternak seperti ayam dan bebek.

Pemberitaan tersebut kemudian mendapat respons berbagai kalangan sehingga menjadi bahan pembicaraan di grup-grup laman media sosial di Gresik.

Kendati begitu, Kadinsos Gresik dr Ummi Khoiroh dengan enteng menjawab bahwa pihaknya belum tahu menahu soal adanya dugaan penyimpangan dana BPNT yang sudah viral tersebut.

Begitu pula aparat penegak hukum, baik Polres Gresik maupun Kejaksaan Negeri Gresik belum memberi sinyal akan turun menyelidiki keluhan masyarakat bawah tersebut. Grs

Berita Terbaru

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Kickers harus mengubur ambisi meraih gelar juara Singa Cup 2026 kategori Girls U14. Meski mengoleksi sembilan poin dari tiga …

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim mendorong serta memperkuat pengembangan desa wisata di wilayah Kabupaten Sidoarjo dengan…

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Akses permodalan menjadi salah satu tantangan yang harus dijawab untuk mempercepat pertumbuhan usaha ekonomi kreatif, terutama bagi p…

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Aplikasi Majapahit Digital (Majadigi) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur didorong naik kelas menjadi platform…

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

SURABAYAPAGI COM, Lamongan – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memberangkatkan peserta ziarah Wali Songo, penerima voucher dalam rangkaian kegiatan Jalan Sehat H…

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

SurabayaPagi, Malang – Permukaan Waduk Karangkates di Kabupaten Malang, Jawa Timur, disiapkan menjadi sumber energi listrik bersih melalui pembangunan P…