Temui Massa , Wabup Blitar Pastikan Pansus Hentikan Sementara Operasional Greenfields

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Bupati Blitar Rahmad Santoso SH menemui aksi demo ratusan massa yang tergabung Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (AMPEL) Blitar pada Selasa, ( 1/3/2022). SP/LES
Wakil Bupati Blitar Rahmad Santoso SH menemui aksi demo ratusan massa yang tergabung Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (AMPEL) Blitar pada Selasa, ( 1/3/2022). SP/LES

i

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Kab Blitar, Wakil Bupati Blitar Rahmad Santoso SH menemui aksi demo ratusan massa yang tergabung Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (AMPEL) Blitar pada Selasa,( 1/3/2022). Dengan tegas Wabup Blitar memastikan Pansus Greenfields DPRD Kabupaten Blitar menghentikan sementara operasional PT Greenfields. 

Lebih lanjut, orang nomor dua di Pemkab Blitar ini menyampaikan poin terpenting salah satu rekomendasi Pansus Greenfields, pada ratusan massa demo dari AMPEL Blitar di depan Gedung DPRD Kabupaten Blitar. 

"Saya sampaikan pada semuanya, kalau apa yang dituntut sudah dipenuhi dalam rekomendasi Pansus," tegas Wabup Rahmat Santoso yang di dampingi Ketua Pansus, Endar Soeparno. 

Rahmad Santoso lebih jauh menjelaskan dalam salah satu poin rekomendasi secara tegas menyebutkan menghentikan sementara operasional PT Greenfields. ‘’Sampai dipenuhinya kesanggupan dan komitmen memperbaiki terkait dengan permasalahan yang timbul," jelasnya pria berpenampilan necis, yang mendapat sambutan gembira dengan sorakan para pendemo.

 Ditegaskan juga oleh pria yang Ketua Umum DPP Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI) ini, kalau rekomendasi Pansus juga tidak memberikan izin pembangunan Farm 3 PT Greenfields, sebelum permasalahan di Farm 2, yang sekarang sudah beroperasi selesai. "Karena kewenangan pemkab dibatasi oleh UU Cipta Kerja, ditarik ke provinsi dan pusat," papar Rahmad Santoso. 

Untuk itu setelah adanya rekomendasi Pansus Greenfields DPRD Kabupaten Blitar ini, Pemerintah Daerah (Bupati) akan melayangkan surat ke Provinsi Jawa Timur dan Pusat sesuai dengan kewenangan dalam UU Cipta Kerja tersebut. "Rekomendasi Pansus ini menunjukkan kekompakan antara Pemkab dan DPRD, dalam menyikapi dan menyelesaikan permasalahan PT Greenfields," tambahnya. 

Sebelumnya ratusan massa dari AMPEL Blitar melakukan aksi damai di depan gedung DPRD Kabupaten Blitar bersamaan dengan rapat Paripurna DPRD, sambil menunggu jawaban dari pemkab dan Dprd  mereka berorasi menyampaikan 4 tuntutan yaitu, kawal hasil Pansus DPRD Kabupaten Blitar perihal kasus Greenfields, Pansus harus bekerja profesional dan obyektif terhadap masalah dampak lingkungan dan sosial di masyarakat, DPRD Kabupaten Blitar memberikan rekomendasi pada Bupati Blitar agar menutup PT Greenfields dan menuntut Greenfields bertanggungjawab atau ganti rugi atas kerusakan lingkungan serta dampak sosialnya.

 Sedang korlap aksi, Kinan (60) mengatakan lingkungan hidup yang baik dan sehat hak setiap manusia, Greenfields perusahaan yang abai terhadap lingkungan, dampaknya pada masyarakat di sepanjang sungai yang tercemar limbah. "Kami tidak anti investasi, tapi buat apa investasi yang merugikan masyarakat," kata Kinan dalam orasinya.

Perlu diketahui ratusan massa datang menumpang 4 truk dan puluhan motor, mereka langsung membentangkan spanduk dan poster berisi tuntutan mereka. Diantaranya tutup PT Greenfields Indonesia 2, Petani Rugi Karena Limbah dan Kami Tidak Butuh Pabrik Susu Tapi Butuh Lingkungan Sehat. 

Secara terpisah Ketua Pansus Greenfields DPRD Kabupaten Blitar, Endar Soeparno menuturkan setelah ada rekomendasi pansus, selanjutnya diserahkan pada Bupati Blitar.

 "Untuk ditindaklanjuti sebagai rekomendasi pada Menteri Investasi, mekanismenya seperti itu. Termasuk menunda ijin Farm 3, sebelum masalah di Farm 2 selesai," ungkap Endar Suparno.Les

Berita Terbaru

Pemutihan Pajak Jatim Tahap II Dimulai, Sasar Buruh hingga Pengemudi Ojol

Pemutihan Pajak Jatim Tahap II Dimulai, Sasar Buruh hingga Pengemudi Ojol

Rabu, 30 Sep 2026 21:27 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 21:27 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali memberikan pembebasan dan keringanan pajak daerah melalui program tahap II yang berlangsung 1 O…

KPK Sita 3 Ponsel dari Penggeledahan Kantor Dinas Kominfo Kota Madiun,

KPK Sita 3 Ponsel dari Penggeledahan Kantor Dinas Kominfo Kota Madiun,

Rabu, 30 Sep 2026 20:11 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 20:11 WIB

‎SURABAYAPAGI, Madiun – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sita tiga unit ponsel usai melakukan penggeledahan selama sekitar lima jam di Kantor Din…

Fraksi Gerindra Sebut BP BUMD Jangan Cuma Kantor Birokrat, Aufa : Tugasnya Berat

Fraksi Gerindra Sebut BP BUMD Jangan Cuma Kantor Birokrat, Aufa : Tugasnya Berat

Rabu, 30 Sep 2026 19:36 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 19:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru bernama Biro Pengelolaan BUMD dan BLUD dituntut tidak cuma berkutat pada urusan rutinitas…

Sidang Kasus Penganiayaan Pasar Buah, Terungkap Korban di Atas Tubuh Terdakwa Saat Saksi Tiba

Sidang Kasus Penganiayaan Pasar Buah, Terungkap Korban di Atas Tubuh Terdakwa Saat Saksi Tiba

Rabu, 30 Sep 2026 17:52 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 17:52 WIB

SurabayaPagi, Pagi, - Sidang perkara penganiayaan di Pasar Buah Tanjungsari masuk babak baru di Pengadilan Negeri Surabaya 29 September 2026. Dua saksi,…

Bupati Madiun Ingatkan Pelajar: Jangan Hanya Pandai Akademik, Adab Nomor Satu

Bupati Madiun Ingatkan Pelajar: Jangan Hanya Pandai Akademik, Adab Nomor Satu

Rabu, 30 Sep 2026 17:22 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 17:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Bupati Madiun Hari Wuryanto mengingatkan para pelajar agar tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga memperkuat etika, n…

Pemadaman Listrik Bergilir Marak di Sejumlah Wilayah Ponorogo, PLN Ungkap Penyebabnya

Pemadaman Listrik Bergilir Marak di Sejumlah Wilayah Ponorogo, PLN Ungkap Penyebabnya

Rabu, 30 Sep 2026 15:29 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 15:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo — Pemadaman listrik bergilir terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Ponorogo dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut membuat s…