Hendak Berangkat Terawih, Warga Blitar Temukan Nenek Tewas Tenggelam di Sungai Desa Siraman

author Lestariyono Blitar

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kondisi korban saat dievakuasi di rumahnya. SP/ Lestariono
Kondisi korban saat dievakuasi di rumahnya. SP/ Lestariono

i

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Warga desa Siraman Kec.Kedambem Kab.Blitar dikejutkan adanya orang mengambang dengan posisi miring ke kiri di aliran sungai desa setempat pada Minggu 1 Maret 2026 pukul 19.00, temuan itu langsung di laporkan oleh ke 4 orang yang mengetahui ketika menuju masjid hendak pergi sholat taraweh, ternyata diketahui bahwa korban mengambang di sungai desa tersebut adalah Nenek Katiyah 60 warga Desa Siraman RT.01/RW.01 Kec.Kesamben.

Peristiwa di temukan korban nenek Katiyah itu disampaikan Kapolsek Kesamben AKP Dwi Purwanto SH MH melalui Kafi Humas Polres Blitar Aiptu Saeful Muheni dalam keterangan relisnya, temuan korban awalnya di temukan 4 saksi saat berangkat ke Masjid untuk sholat Taraweh, saat melintas di atas jembatan sungai, salah satu saksi berhenti sejenak untuk meludah, saat meludah itulah saksi pertama melihat ada sosok mengambang di sungai, lanjut memberi tahu rekan nya yang menuju Masjid.

"Melihat dari atas jembatan saksi pertama manggil teman nya, dan setelah di amati ternyata adalah orang meninggal, saat itu belum di ketahui identitas, lngsung saksi melaporkan ke Polsek Kesamben, dan perangkat desa setempat." Terang Aiptu Muheni.

Selanjutnya atas laporan masarakat, Polsek datangi TKP  bersama masarakat  untuk melihat kondisi korban, ternyata di ketahui, korban adalah Nenek Katiyah warga desa setempat, guna penyelidikan dan pemeriksaan korban  bersama team Inafis Polres Blitar,  bersama  Bidan Desa Bu Musringah atas kematian korban, selanjutnya pihak keluarga korban di hubungi, sekaligus untuk di minta keterangan pihak Polsek Kesamben bersama saksi saksi.

"Kesaksian Ibu Sunarem 66 kakak kandung korban, menyampaikan, sebelum Bu Sunarem berangkat ke Masjid, sempat pamit untuk sholat taraweh kepada korban, waktu itu korban masih di rumah, masih keterangan Bu Sunarem, bahwa korban memang bila buang hajad besar di sungai itu yang tak jauh dari rumahnya, setelah di ketahui korban yang mengenakan pakaian Daster biru dan baju luar warna hijau, meninggal akhirnya korban di bawa pulang ke rumahnya."Ujar Aiptu Muheni.

Karena pihak keluarga menyadari kematian korban akibat tenggelam di sungai yang kebetulan arus sungai kencang, sehingga korban terbawa arus sepanjang kurang lebih 15 meter, sementara kedalaman sungai 40 Cm dengan lebar sungai sekitar 325 meter, tubuh korban tidak dibtemukan tanda tanda kekerasan, akhirnya korban malam itu di serahkan kepada pihak keluarganya.

"Penyerahan korban kepada keluarganya di sertai surat pernyataan dan tidak untuk di lakukan Ouotupsi, dan menerima atas kematian korban di atas Matrei tidak menunutut secara hukum kepada siapapun, karena murni kecelakaan, yang di tanda tangani pihak  keluarga dan perangkat desa Siraman." Pungkas Aiptu Muheni. les

Berita Terbaru

AICECS UNAIR: Menjelajahi Keberagaman Budaya Indonesia dari Surabaya

AICECS UNAIR: Menjelajahi Keberagaman Budaya Indonesia dari Surabaya

Jumat, 30 Okt 2026 13:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:20 WIB

SURABAYAPAG.com, Surabaya - Universitas Airlangga sedang menggelar event AICECS, Airlangga International Cultural Environmental Community Service sebagai wadah…

45 Lapak PKL di Telaga Ngebel Ponorogo Terancam Dibongkar, Pedagang Keluhkan Minim Sosialisasi

45 Lapak PKL di Telaga Ngebel Ponorogo Terancam Dibongkar, Pedagang Keluhkan Minim Sosialisasi

Jumat, 30 Okt 2026 13:17 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Sebanyak 45 tempat usaha milik pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, terancam d…

Pegiat Lingkungan Desak Eksplorasi Geotermal Ngebel Dihentikan, Khawatir Picu Krisis Air

Pegiat Lingkungan Desak Eksplorasi Geotermal Ngebel Dihentikan, Khawatir Picu Krisis Air

Jumat, 30 Okt 2026 13:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Rencana eksplorasi panas bumi atau geotermal di Dukuh Brambang Rt 01 Rw 01 Desa Gondowido Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, J…

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…