Elingpiade Mulai Diterapkan, Program Gagasan Wali Kota Ning Ita Panen Pujian

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sejumlah siswa SD di Kota Mojokerto yang mulai menerapkan "Eling Piade" di saat jam istirahat sekolah. SP/Dwy AS
Sejumlah siswa SD di Kota Mojokerto yang mulai menerapkan "Eling Piade" di saat jam istirahat sekolah. SP/Dwy AS

i

SURABAYAPAGI.COM,  Mojokerto - Program kearifan lokal sesi permainan Elingpiade (Eling Permainan Dewe) jenjang 12 tahun buah gagasan Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari mendapat respon luar biasa siswa dan wali murid.

Zahirah Balqis Kurnia (9), siswa SDN Kranggan 1 salah satunya yang mengaku senang bisa mendapatkan pengetahuan kearifan lokal lewat berbagai permainan tradisional. Yakni, dakon, lompat tali karetan, bekelan, halma, ular tangga, sondah, gobak sodor di jam istirahat sekolah.

Ia menyukai adanya permainan tradisional ini ketimbang bermain gadget atau gawai di dalam lingkungan sekolah. "Lebih seru permainan tradisional lah. Kayak lompat tali, karena lebih asyik daripada main hp. Soalnya bisa main bersama teman-teman," ujarnya.

Shinta, orang tua Balqis juga mengakui jika program kearifan lokal yang digagas sendiri pemimpin perempuan pertama di Kota Mojokerto ini bisa memberikan rasa permainan sesungguhnya di masa tumbuh kembang anak. 

Selain itu, dalam permainan tradisional khas daerah-daerah di Indonesia yang dihadirkan di sekolah-sekolah bisa membangkitkan rasa kebersamaan dan mampu menjaga kelestarian permainan itu sendiri.

"Sangat mendukung program ini, agar tidak dilupakan dari setiap generasi. Kalau bermain dengan hp, meski dapat ilmu/wawasan yang lebih luas dan anak tidak ketinggalan jaman atau gak gaptek, tetapi cenderung ada efek negatif ke anak, seperti lebih memilih dan asyik sendiri sama dunianya," kata warga Sinoman ini.

Terpisah, Kepala Dinas P dan K Kota Mojokerto Amin Wachid memastikan, program yang digagas Ning Ita sapaan akrab Wali kota untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila sebagai penguatan pendidikan karakter dilaksanakan setiap jam istirahat. 

Yakni, pukul 08.40 WIB sampai pukul 09.10 WIB dengan diselingi pemutaran sound Gending Jawa atau lagu Dolanan.

"Pendidikan berbasis budaya lokal ini sudah dituangkan dalam surat nomor:420/1146/417.501/ 2022 Dinas P dan K Kota Mojokerto bersama empat implementasi program lainnya pada Jumat, 25 Maret kemarin," ucapnya.

Amin menambahkan, implementasi pendidikan karakter lainnya ada pada kewajiban kepala sekolah, dan para guru dalam menyambut peserta didik ketika di berada di gerbang sekolah dengan melakukan senyum, sapa, salam, maaf, dan terimakasih.

Lalu diadakannya literasi rohani setiap agama selama 15 menit sebelum memulai pembelajaran pada pukul 06.45 WIB. Tak hanya itu, program Peningkatan Iman dan Takwa di Sekolah (NING ITA Di Sekolah) akan dilaksanakan dua kali dalam sepekan. 

Di hari Kamis dan Jumat pada jam terakhir pembelajaran baik sekolah negeri maupun swasta. "Ini jadi penguatan kemampuan dasar keagamaan peserta didik sesuai agamanya masing-masing," ucap Amin. 

Sekedar informasi, Walikota Ika Puspitasari melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto menerapkan pendidikan kearifan lokal ini sejak Senin, 27 Maret 2022 mulai PAUD/TK, sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP) negeri maupun swasta se Kota Mojokerto. Dwi

Berita Terbaru

Kejar Target Puskesmas Sidoarjo Gencarkan Cek Kesehatan Gratis

Kejar Target Puskesmas Sidoarjo Gencarkan Cek Kesehatan Gratis

Minggu, 07 Jun 2026 17:06 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 17:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Demi meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya menjaga kesehatan, Puskesmas Sidoarjo gencar menyelenggarakan kegiatan Cek…

Kasus HIV AIDS Kecamatan Sidoarjo Tembus 548 Penderita

Kasus HIV AIDS Kecamatan Sidoarjo Tembus 548 Penderita

Minggu, 07 Jun 2026 17:03 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 17:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dari 18 kecamatan dengan angka kasus penderita HIV/AIDS tertinggi…

Pembeli Mulai Sepi Imbas Gula Pasir di Lamongan Tembus Rp 17.500 per Kg

Pembeli Mulai Sepi Imbas Gula Pasir di Lamongan Tembus Rp 17.500 per Kg

Minggu, 07 Jun 2026 15:29 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 15:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Harga komoditas gula pasir di wilayah Lamongan mengalami lonjakan harga dalam beberapa hari terakhir hingga dikeluhkan para…

Peternak Kota Batu Sumringah, Harga Susu Sapi Perah Naik Tembus Rp8 per Liter

Peternak Kota Batu Sumringah, Harga Susu Sapi Perah Naik Tembus Rp8 per Liter

Minggu, 07 Jun 2026 15:18 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Para peternak sapi perah di Kota Batu, Jawa Timur kini sumringah melihat harga susu sapi segar di tingkat peternak lokal wilayah Kota…

Atasi Sampah Sungai Kali Tebu, Pemkot Surabaya Terjun Langsung Tekan Pencemaran

Atasi Sampah Sungai Kali Tebu, Pemkot Surabaya Terjun Langsung Tekan Pencemaran

Minggu, 07 Jun 2026 15:02 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 15:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti kepungan sampah plastik, kaleng, sampai rumah tangga terperangkap di trash boom Sungai Kali Tebu yang saat ini…

Minim Hujan di Musim Kemarau Jadi Berkah Positif Para Petani Apel di Kota Batu 

Minim Hujan di Musim Kemarau Jadi Berkah Positif Para Petani Apel di Kota Batu 

Minggu, 07 Jun 2026 14:41 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 14:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Memasuki musim kemarau 2026 dengan cuaca panas dan minimnya curah hujan justru berdampak positif terhadap dan membawa berkah…