Sering Tiktokan, Suami Bunuh Istri Sirinya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Suasana sidang dengan terdakwa Isa Ansori di Pengadilan Negeri Surabaya (5/4).
Suasana sidang dengan terdakwa Isa Ansori di Pengadilan Negeri Surabaya (5/4).

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya -Isa Ansori didakwa membunuh istrinya, Djasmi. Dua bulan sebelum pembunuhan tersebut, Isa curhat kepada tetangganya, Andrian kalau istri sirinya tersebut kerap bermain Tiktok. Anak Djasmi dari pernikahan terdahulu yang membuatkan akun Tiktok ibunya itu.

"Saya kroscek memang ada perubahan. Mulai dari rambut yang diluruskan dan penampilannya," ujar Andri saat memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya kemarin (5/4).

Dua pekan berselang, Isa kembali mengeluh mengenai perilaku istrinya yang tidak kunjung berubah. Djasmi sepanjang waktu bermain Tiktok mulai dari bangun tidur hingga larut malam. Andri menyarankan Isa yang juga pengurus RT di lingkungan tempat tinggalnya di Perumahan Wisma Tirta Agung Gunung Anyar Tambak agar sering beribadah di masjid.

"Dua bulan dia rajin ke masjid. Hingga pada waktu kejadian dia tidak ke masjid. Sekuriti saya mengabari kalau ada pembacokan di rumah Isa," katanya.

Saat Andri tiba di rumah Isa, dia menemukan Djasmi sudah tergeletak dengan kepalanya bersimbah darah. Saat Andri datang, Djasmi masih hidup. Namun, tidak berselang lama, perempuan ini tewas di rumahnya. Isa sudah tidak ada saat Andri dan warga lain datang.

"Dia WA (WhatsApp) saya bilang kalau khilaf dan minta maaf. Di WA grup warga, dia bilang sudah menyerahkan diri di polsek di Nganjuk," ucapnya.

Isa mengakui membunuh karena istrinya melawan saat dinasehati. Ketika itu, dia menegur Djasmi setelah menemukan percakapan mesra istrinya itu di WA dengan pria lain. "Saya bilang jangan pacaran lagi. Aku ingin rumah tangga kira ayem, tentrem selawase. Tapi, istri saya malah menjawab kasar dan melukai kaki saya," katanya.

Isa yang tersulut emosi spontan mengambil besi pleser dan memukul punggung Djasmi. Istrinya itu melawan hingga terjadi tarik menarik. Isa lantas memukul kepala Djasmi beberapa kali dengan besi itu hingga terkapar dan akhirnya tewas. "Sudah sering saya tegur biar tidak main Tiktok dan pacaran di WA. Tapi, dia selalu emosi," ucap Isa sembari menangis. nbd

Berita Terbaru

Final Four Proliga 2026 Surabaya, PLN Hadirkan Listrik Tanpa Kedip

Final Four Proliga 2026 Surabaya, PLN Hadirkan Listrik Tanpa Kedip

Selasa, 07 Apr 2026 03:34 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 03:34 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur memastikan keandalan pasokan listrik selama pelaksanaan babak final four Proliga Seri Surabaya y…

Sengketa Tanah Lontar Surabaya Kembali Mengemuka di DPR RI

Sengketa Tanah Lontar Surabaya Kembali Mengemuka di DPR RI

Senin, 06 Apr 2026 21:09 WIB

Senin, 06 Apr 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Sengketa tanah di kawasan Lontar, Surabaya kembali menjadi perhatian nasional setelah dibawa ke forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) K…

KPK Geledah Rumah Kadiskominfo, Sita 2 HP dan Dokumen SPPD

KPK Geledah Rumah Kadiskominfo, Sita 2 HP dan Dokumen SPPD

Senin, 06 Apr 2026 17:54 WIB

Senin, 06 Apr 2026 17:54 WIB

‎SURABAYAPAGI, Kota Madiun – KPK menyita dua handphone dan dokumen SPPD saat menggeledah rumah Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mad…

Warga Tolak KKMP di Lapangan Josenan, Kelurahan Pilih Pending Proyek ‎

Warga Tolak KKMP di Lapangan Josenan, Kelurahan Pilih Pending Proyek ‎

Senin, 06 Apr 2026 17:52 WIB

Senin, 06 Apr 2026 17:52 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun –Rencana pembangunan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Lapangan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madiun ditolak warga. Pem…

Jelang Keberangkatan, Ratusan Calon Jamaah Haji Asal Lamongan Belum Terima Seragam

Jelang Keberangkatan, Ratusan Calon Jamaah Haji Asal Lamongan Belum Terima Seragam

Senin, 06 Apr 2026 16:04 WIB

Senin, 06 Apr 2026 16:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Menjelang keberangkatan ibadah haji 1447 H tahun 2026, ratusan calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Lamongan, dilaporkan belum…

Nekat Seberangi Palpin Rel KA Sambil Angkat Sepeda, Kakek 74 Tahun Tewas Disambar Kereta Api

Nekat Seberangi Palpin Rel KA Sambil Angkat Sepeda, Kakek 74 Tahun Tewas Disambar Kereta Api

Senin, 06 Apr 2026 15:45 WIB

Senin, 06 Apr 2026 15:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Nandam 74 warga Desa Bendosari Kec.Sanankulon Kab.Blitar nekat seberangi Rel KA yang tak berpalang pintu, yang berujung tertemper…