Sidang Pengerukan Tanjung Perak Masuk Fase Penentu, Eksepsi Diuji Lewat Tanggapan Jaksa

author Budi Mulyono

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Perkara dugaan pelanggaran hukum dalam proyek pengerukan kolam pelabuhan di Pelabuhan Tanjung Perak masuki sidang lanjutan yang digelar Rabu (15/4/2026) di Pengadilan Negeri Surabaya. SP/ BUDI
Perkara dugaan pelanggaran hukum dalam proyek pengerukan kolam pelabuhan di Pelabuhan Tanjung Perak masuki sidang lanjutan yang digelar Rabu (15/4/2026) di Pengadilan Negeri Surabaya. SP/ BUDI

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Perkara dugaan pelanggaran hukum dalam proyek pengerukan kolam pelabuhan di Pelabuhan Tanjung Perak terus bergulir dan kini memasuki fase krusial. Sidang lanjutan yang digelar Rabu (15/4/2026) di Pengadilan Negeri Surabaya menghadirkan tanggapan Jaksa Penuntut Umum atas eksepsi yang diajukan tim kuasa hukum enam terdakwa.

Momentum ini menjadi titik penting dalam proses hukum, karena menjadi arena uji awal atas kekuatan formil dakwaan sebelum perkara masuk ke tahap pembuktian.

Jaksa Jawab Eksepsi, Adu Argumentasi Hukum Menguat

Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum menyampaikan tanggapan terhadap berbagai keberatan yang sebelumnya diajukan pihak kuasa hukum. Argumentasi tersebut mencakup aspek mendasar dalam hukum pidana, mulai dari kejelasan konstruksi dakwaan hingga kesesuaian fakta hukum.

Sidang ini memperlihatkan dinamika adu argumentasi antara penuntut umum dan pembela yang berlangsung terbuka di hadapan majelis hakim, sebagai bagian dari mekanisme peradilan yang menjunjung transparansi.

Eksepsi yang diajukan sebelumnya oleh tim kuasa hukum melalui Sudiman Sidabukke menyoroti sejumlah hal krusial, terutama terkait ketepatan locus delicti atau lokasi kejadian dengan objek pekerjaan di area alur laut dan kolam pelabuhan, serta kesesuaian tempus delicti atau waktu kejadian yang didalilkan dalam dakwaan.

Kuasa Hukum: Perbedaan Pandangan Adalah Hal Wajar

Menanggapi jalannya persidangan, tim kuasa hukum menegaskan bahwa perbedaan pandangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses hukum.

“Kami memandang seluruh proses ini sebagai bagian dari mekanisme hukum yang harus dijalani bersama. Perbedaan pandangan adalah hal yang lazim, dan seluruhnya akan dinilai oleh majelis hakim berdasarkan fakta-fakta persidangan,” ujar Sudiman Sidabukke.

Pernyataan ini menegaskan posisi pembela yang menyerahkan sepenuhnya penilaian akhir kepada majelis hakim, sekaligus menegaskan komitmen untuk mengikuti proses hukum secara proporsional.

Putusan Sela Jadi Penentu Arah Perkara

Tahapan berikutnya yang dinantikan adalah pembacaan putusan sela oleh majelis hakim. Putusan ini akan menjadi penentu apakah perkara akan berlanjut ke tahap pembuktian atau justru berhenti di aspek formil.

Dalam konteks ini, putusan sela tidak hanya berdampak pada nasib perkara, tetapi juga menjadi indikator kuat atas kualitas dakwaan yang diajukan oleh penuntut umum.

Di sisi lain, semua pihak diingatkan untuk tetap berpegang pada asas praduga tak bersalah hingga adanya putusan berkekuatan hukum tetap. Hal ini menjadi prinsip fundamental dalam menjaga objektivitas dan keadilan proses peradilan.

Sorotan Publik: Transparansi dan Kepastian Hukum

Kasus ini tidak hanya menjadi perhatian kalangan hukum, tetapi juga publik luas, mengingat proyek pengerukan pelabuhan merupakan bagian dari aktivitas strategis yang berkaitan dengan kepentingan ekonomi dan logistik nasional.

Dengan bergulirnya proses persidangan secara terbuka, publik kini menanti bagaimana majelis hakim di Pengadilan Negeri Surabaya akan menilai seluruh argumentasi yang telah disampaikan, sekaligus memastikan bahwa proses hukum berjalan secara adil, transparan, dan akuntabel. nbd

Berita Terbaru

Ratusan Anak Lamongan Ikuti Khitan Massal

Ratusan Anak Lamongan Ikuti Khitan Massal

Selasa, 23 Jun 2026 20:41 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 20:41 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Masih dalam rangka Hari Jadi Lamongan (HJL) ke 457 tahun, dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54, digelar sunatan massal, yang…

Ribuan Relawan Aksi di depan Kantor Pemkab Lamongan, Minta MBG Dilanjutkan

Ribuan Relawan Aksi di depan Kantor Pemkab Lamongan, Minta MBG Dilanjutkan

Selasa, 23 Jun 2026 20:36 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 20:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Aksi untuk mendesak dan mendukung kelanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus disuarakan oleh relawan di mana-mana, tak…

AQUVIVA Ajak Masyarakat Terapkan Panduan Hidrasi 3-2-1

AQUVIVA Ajak Masyarakat Terapkan Panduan Hidrasi 3-2-1

Selasa, 23 Jun 2026 18:12 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 18:12 WIB

SURABAYAPAGI : Dalam momentum Hari Hidrasi Nasional, AQUVIVA merek air minum dalam kemasan (AMDK) dari WINGS Food yang pertama di Indonesia menggunakan…

RUPS PT. Gudang Garam Tebar Dividen Rp1,54 Triliun, Pemegang Saham Terima Rp 800 per Saham

RUPS PT. Gudang Garam Tebar Dividen Rp1,54 Triliun, Pemegang Saham Terima Rp 800 per Saham

Selasa, 23 Jun 2026 18:09 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 18:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri – PT Gudang Garam Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Senin (23/6/2026) di Grand Surya Hotel, Jalan Dhoho No. …

Mengaku Ogah Tanggung Beban Sendiri, Sugiri Sancoko 'Gigit' Lisdyarita di Sidang Korupsi Ponorogo

Mengaku Ogah Tanggung Beban Sendiri, Sugiri Sancoko 'Gigit' Lisdyarita di Sidang Korupsi Ponorogo

Selasa, 23 Jun 2026 17:55 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 17:55 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo– Terdakwa kasus dugaan gratifikasi dan korupsi Kabupaten Ponorogo, Sugiri Sancoko, meluapkan kekesalannya dalam persidangan di P…

Khitan Massal Gratis Pemkab Madiun Diserbu Warga, Peserta Tembus 306 Anak  ‎

Khitan Massal Gratis Pemkab Madiun Diserbu Warga, Peserta Tembus 306 Anak ‎

Selasa, 23 Jun 2026 17:13 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 17:13 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Antusiasme warga mengikuti khitan massal gratis yang digelar Pemerintah Kabupaten Madiun membludak. Dari target awal 290 peserta, ju…