Rasakan Manfaat Efek Berganda Industri Hulu Migas, CV Bojonegoro Langgeng Control Ingin Naik Kelas

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Sejumlah pelaku usaha penunjang industri hulu minyak dan gas (migas) di Indonesia terus berbenah untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa yang terus berkembang. Apalagi, saat ini ada komitmen kuat dari pemerintah untuk meningkatkan capaian Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) di berbagai sektor, termasuk di industri hulu migas. 

“Upaya Pemerintah untuk mendorong peningkatan TKDN di sektor hulu migas, secara langsung memberikan peluang lebih besar kepada pelaku usaha lokal, untuk ikut ambil bagian di industri hulu migas yang menjadi salah satu penyokong utama perekonomian di Tanah Air,” kata Muzakir, pemilik CV Bojonegoro Langgeng Control (BLC).

CV BLC adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengadaan dan sewa peralatan mesin dan berstatus sebagai perusahaan kecil. Saat ini, rata-rata omzet per tahun di kisaran angka Rp4,6 miliar. Sebagai supplier lokal, CV BLC sangat mengapresiasi kebijakan pemerintah, dalam hal ini Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas), yang terus mendorong penggunaan barang dan jasa dari dalam negeri, salah satunya adalah kebijakan proyek dengan nilai sampai Rp 10 miliar untuk dikerjakan oleh pengusaha lokal.

“Saya bersyukur, mendapatkan kepercayaan untuk terus berkembang. Saya ingin mengembangkan usaha ini supaya bisa ‘naik kelas’ menjadi kelompok usaha menengah,” ungkapnya.

Sejak awal tahun 2017, CV BLC memasok beberapa peralatan mesin, khususnya yang berhubungan dengan electrical mechanical, ke ExxonMobil yang beroperasi di Cepu, Jawa Timur. Barang yang dipasok antara lain tomoe butterfly valve, plug valve, steam trap, dan accumulator olaer parker. Bagi masyarakat awam, barang-barang yang disuplai itu terdengar asing, karena memang spesifik digunakan untuk keperluan di industri hulu migas.

“Sekarang CV BLC tidak hanya memasok barang ke ExxonMobil, tapi juga ke beberapa Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) lain seperti Petronas, Medco, dan juga Pertamina,” ungkapnya. 

CV BLC didirikan pada akhir 2016, di Bojonegoro, Jawa Timur. Sebelumnya, Muzakir yang asal Aceh ini pernah bekerja di sebuah perusahaan yang juga memasok berbagai peralatan dan mesin ke ExxonMobil yang beroperasi di Aceh. Berbekal pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki, Muzakir memberanikan hijrah ke Bojonegoro, dan memulai usahanya sendiri. Dia optimistis, BLC yang didirikannya akan bisa memenuhi kebutuhan peralatan electrical mechanical ke pihak ExxonMobil yang juga beroperasi di Cepu, Jawa Timur.

Di perusahaan barunya ini, Muzakir menggandeng warga lokal sebagai pekerja. Bahkan Wakil Direktur CV BLC adalah warga Bojonegoro. Saat ini ada tiga orang karyawan warga Bojonegoro dan Cepu yang bekerja. Itu belum termasuk pekerja lepasan, yang membantu operasional pada momen-momen tertentu di lapangan. 

Saat awal beroperasi, CV BLC mengandalkan barang impor untuk dipasok ke pelanggan yang merupakan perusahaan operator hulu migas. Namun secara perlahan, CV BLC mulai mengalihkan sumber barangnya dari produsen luar negeri ke produsen di Tanah Air. 

“BLC kemudian membangun kerja sama dengan produsen lokal, yang ternyata juga mampu memproduksi alat-alat permesinan. Salah satunya dengan produsen yang ada di Batam,” jelas Muzakir.

Meskipun beberapa peralatan mesin yang dipasok berasal dari lokal, CV BLC tetap mengedepankan kualitas. Apalagi, soal kualitas dan spesifikasi barang menjadi perhatian serius perusahaan-perusahaan KKKS. 

“Saya beruntung bermitra dengan KKKS seperti ExxonMobil dan Petronas. Mereka tidak sekadar berbisnis, tapi ikut memfasilitasi, membangun dan mendorong mitra usahanya, seperti CV BLC untuk berkembang dan maju. Kebijakan SKK Migas yang terus mendorong pengusaha lokal untuk berperan telah mampu mendorong sinergi yang lebih kuat antara KKKS dan pengusaha di daerah,” katanya.

Berita Terbaru

Bulog Bojonegoro Siapkan 200 Ron Beras Premium Perkuat Pasokan Pasar

Bulog Bojonegoro Siapkan 200 Ron Beras Premium Perkuat Pasokan Pasar

Rabu, 30 Sep 2026 22:42 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 22:42 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Bojonegoro – Perum Bulog Cabang Bojonegoro memastikan ketersediaan beras premium di tengah dinamika harga dan pasokan beras di pasaran. S…

Dari Usulan 612, DPS Konferensi PWI Jatim Ditetapkan 362 Anggota

Dari Usulan 612, DPS Konferensi PWI Jatim Ditetapkan 362 Anggota

Rabu, 30 Sep 2026 22:30 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 22:30 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Sebanyak 362 anggota PWI Jawa Timur ditetapkan PWI Pusat sebagai daftar pemilih sementara (DPS) yang memiliki hak memilih Ketua d…

Kementerian Transmigrasi Tawarkan Pesantren Kelola Lahan 3,1 Juta Hektare

Kementerian Transmigrasi Tawarkan Pesantren Kelola Lahan 3,1 Juta Hektare

Rabu, 30 Sep 2026 22:07 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 22:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Kementerian Transmigrasi membuka peluang luas bagi pesantren dan jaringan alumninya untuk ikut mengelola potensi ekonomi di k…

Pemutihan Pajak Jatim Tahap II Dimulai, Sasar Buruh hingga Pengemudi Ojol

Pemutihan Pajak Jatim Tahap II Dimulai, Sasar Buruh hingga Pengemudi Ojol

Rabu, 30 Sep 2026 21:27 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 21:27 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali memberikan pembebasan dan keringanan pajak daerah melalui program tahap II yang berlangsung 1 O…

KPK Sita 3 Ponsel dari Penggeledahan Kantor Dinas Kominfo Kota Madiun,

KPK Sita 3 Ponsel dari Penggeledahan Kantor Dinas Kominfo Kota Madiun,

Rabu, 30 Sep 2026 20:11 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 20:11 WIB

‎SURABAYAPAGI, Madiun – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sita tiga unit ponsel usai melakukan penggeledahan selama sekitar lima jam di Kantor Din…

Fraksi Gerindra Sebut BP BUMD Jangan Cuma Kantor Birokrat, Aufa : Tugasnya Berat

Fraksi Gerindra Sebut BP BUMD Jangan Cuma Kantor Birokrat, Aufa : Tugasnya Berat

Rabu, 30 Sep 2026 19:36 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 19:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru bernama Biro Pengelolaan BUMD dan BLUD dituntut tidak cuma berkutat pada urusan rutinitas…