Tenggak Miras Oplosan, 9 Nyawa Meregang dalam Waktu Kurang dari Sebulan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Barang bukti miras oplosan
Barang bukti miras oplosan

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Dalam kurun waktu kurang dari sebulan, 9 nyawa meregang usai tenggak miras oplosan. Seperti diketahui, masih segar dalam ingatan, kasus meninggalnya 5 orang usai gelar pesta miras oplosan pada Sabtu (9/7) sore sampai keesokan paginya di Jalan Bronggalan Sawah V, Kecamatan Tambaksari, Surabaya.

 

Korban terakhir dari peristiwa itu dinyatakan meninggal pada Kamis (14/7) lalu. Kemudian, tepat seminggu berselang, miras oplosan kembali menelan 4 korban jiwa, namun kali ini terjadi di daerah Banjar Melati, Kelurahan Jeruk, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya.

 

Korban inisial AP, menjadi orang pertama yang bernasib nahas meninggal akibat miras oplosan. Kemudian disusul korban S yang juga meninggal dunia di hari yang sama pula, Kamis (21/7). Sementara dua korban meninggal lainnya, yakni B dan RH meninggal pada keesokan harinya, Jumat (22/7) dan Sabtu (23/7).

 

Kanit Reskrim Polsek Lakarsantri IPTU Bambang Setiawan menjelaskan kejadian perkara yang diduga meninggal akibat minuman keras itu bermula saat keempat korban diminta oleh AK, rekan mereka yang punya hajatan pernikahan, untuk begadang sembarimengonsumsi miras, Senin (18/7).

 

“Pada saat itu memang miras ini dibawa oleh masing-masing individu, dijadikan satu di situ kemudian dicampur diminum bersama-sama,” kata IPTU Bambang.

 

Tiga hari berselang, atau pada Kamis (21/7), satu per satu dari mereka mulai mengalami gejala-gejala hingga dibawa ke rumah sakit. Karena sudah tidak tertolong, kemudian mereka meninggal. karena sudah tidak tertolong.

 

“Rumah Sakti Bhakti Dharma Husada dan Dr. Soetomo. Yang meninggal bukan dari tuan rumah (AK), tapi dari teman-temannya. Untuk yang punya hajat sementara ini masih kita lakukan pemeriksaan dan sudah kita mintai keterangan,” ia menuturkan.

 

Menurut pengakuan AK, kurang lebih ada sekitar 12 orang yang ikut dalam pesta miras oplosan itu. Sementara dari pengakuan korban yang selamat, miras yang mereka minum adalah jenis cukrik atau ciu dan hanya dicampur arak bali.

 

“Itu aja, nggak ada yang lainnya, hanya dua: cukrik itu dengan arak bali. Untuk sementara ini kita masih dalam proses lidik apa nanti sebab-sebabnya. Yang jelas semuanya nanti kita tindak lanjuti, hasil dari semuanya kita akan kumpulkan bukti-bukti juga,” ia mengatakan.

 

Adapun untuk barang bukti sementara yang diambil yaitu dari keterangan yang didapat pada saat hasil lidik bahwa mereka membelinya di daerah Benowo.

 

“Kita mengambil atau mengamankan miras yang ada kaitannya dengan kejadian tersebut yaitu yang dibeli di daerah Benowo. Yang kita ketahui di lokasi hanya jual jenis ciu atau cukrik ini aja, seperti yang disita,” ia menyebutkan.

 

Saat ini telah dikirimkan sampel ciu atau cukrik yang disita itu ke laboratorium forensik, untuk mengetahui kandungan miras tersebut. res

Berita Terbaru

Selangkah Lagi! Program ATM Beras Tahun 2026 Siap Beroperasi Tiga Hari Lagi

Selangkah Lagi! Program ATM Beras Tahun 2026 Siap Beroperasi Tiga Hari Lagi

Senin, 13 Apr 2026 23:55 WIB

Senin, 13 Apr 2026 23:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri akan kembali mendistribusikan bantuan beras kepada masyarakat melalui ATM Beras pada Kamis (16/4).…

Pemkot Kediri Terapkan Skema WFH 40 Persen ASN, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Optimal

Pemkot Kediri Terapkan Skema WFH 40 Persen ASN, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Optimal

Senin, 13 Apr 2026 23:51 WIB

Senin, 13 Apr 2026 23:51 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri resmi memberlakukan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat, mulai…

KPK Dalami Relasi dengan Maidi, Faizal Rachman: Saya Hanya Jawab yang Saya Tahu

KPK Dalami Relasi dengan Maidi, Faizal Rachman: Saya Hanya Jawab yang Saya Tahu

Senin, 13 Apr 2026 22:15 WIB

Senin, 13 Apr 2026 22:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Faizal Rachman, pengusaha Event Organizer  yang diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku hanya dimintai keterangan t…

Merawat Harapan di Hari Kartini, Srikandi PLN Kembali Gelar Posyandu Disabilitas di Malang

Merawat Harapan di Hari Kartini, Srikandi PLN Kembali Gelar Posyandu Disabilitas di Malang

Senin, 13 Apr 2026 17:31 WIB

Senin, 13 Apr 2026 17:31 WIB

SurabayaPagi, Malang — Dalam rangka menyambut Hari Kartini, Srikandi PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Malang berkolaborasi dengan Yayasan Bersama Anak Bangsa …

DBMCKTR: Menunggu Penghitungan Retribusi, Izin PBG Perum Grand Zam-Zam Segera Terbit

DBMCKTR: Menunggu Penghitungan Retribusi, Izin PBG Perum Grand Zam-Zam Segera Terbit

Senin, 13 Apr 2026 15:40 WIB

Senin, 13 Apr 2026 15:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandeng Lele melontarkan kritik keras terhadap kinerja pihak-pihak terkait, dalam penanganan dugaan…

Siap Tampung 1000 Siswa, Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Surabaya Tahap II Capai 45 Persen

Siap Tampung 1000 Siswa, Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Surabaya Tahap II Capai 45 Persen

Senin, 13 Apr 2026 15:31 WIB

Senin, 13 Apr 2026 15:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti program terbaru Presiden Prabowo Subianto terkait Sekolah Rakyat (SR), saat ini untuk progres pembangunan Sekolah…