Dalam Sorotan, Irjen Sambo Masih Diam... Why?

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
H. Raditya M Khadaffi
H. Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Saat ini ditengah perkembangan penanganan kasus Brigadir J, muncul suara dari Koordinator Pergerakan Advokat (Perekat) Nusantara, Petrus Selestinus. Advokat ini menerangkan, perkembangan yang ia amati dari polemik nitizen di media sosial dapat berdampak pada situasi masyarakat dihadapkan dengan hoax. Bahkan, dianggapnya telah menggiring pada kinerja polisi yang sedang menangani pengusutan kasus dugaan pembunuhan berencana, penyiksaan, tembak-menembak sampai pelecehan seksual.

Penanganan  yang berlarut-larut ini telah menyita perhatian masyarakat Indonesia. Bahkan berdampak pada polemik netizen di media sosial terhadap Irjen Ferdy Sambo. Tak sedikit netizen yang mengkritik sosok Irjen Sambo, tak sedikit pula terdapat netizen yang berharap kasus ini terungkap secara transparan.

Koordinator Pergerakan Advokat (Perekat) Nusantara, Petrus Selestinus menyesalkan. Polemik di media sosial ini dinilainya sudah menggiring seolah Irjen Ferdy Sambo, sebagai pelaku. Mantan Kadiv Propam ini seolah terlibat pembunuhan yang dilakukan secara berencana. Padahal Polri belum menetapkan tersangkanya.

Petrus Selestinus berharap pemberitaan di medsos menghakimi Irjen Ferdy dan institusi Polri.

Bersamaan kasus ini, beredar video pengarahan Irjen Ferdy Sambo, terkait disiplin polri.

Ada video lama  berjudul 'Penekanan Kadiv Propam Polri', diunggah oleh akun Instagram @divisihumaspolri pada 3 Januari 2022. Rekaman itu ramai kembali menyusul kasus penembakan yang terjadi di kediaman Irjen Sambo.

Dalam video itu, Kadiv Propam Mabes Polri nonaktif menegaskan sikapnya untuk menegakkan aturan secara obyektif, tegas dan keras dan keras sampai dengan pemecatan.

"Masih banyak anggota berperilaku baik, masih banyak anggota berprestasi, tapi dengan satu dua orang yang menyebabkan tercorengnya nama institusi kita, sebagai garda terdepan yang menjaga citra Polri, kita akan lakukan penegakan secara tegas dan keras," katanya dalam video tersebut.

Saya tak tahu maksud ada penggugah video lama ini bersamaan polemik temuan sejumlah kejanggalan kematian Brigadir J di rumah Irjen Ferdy Sambo. Apalagi Kapolri kemudian menonaktifkan Sambo, bersama Brigjen Hendra, anak buahnya. Termasuk Kapolres Metro Jakarta Selatan yang melakukan olah TKP pertama dan memunculkan reaksi dari sejumlah pensiunan jenderal polisi.

 

***

 

Liputan media TV, cetak dan online yang terverifikasi di Dewan Pers, menurut akal sehat saya tergerak meliput secara mendalam (in-depth), berkelanjutan (running) bahkan disertai dialog interaktif, karena panggilan nurani. Mengingat Brigadir J, adalah seorang tamtama yang bekerja sebagai ajudan jenderal polisi. Keluarganya miskin dan tinggal di rumah sederhana di sebuah desa Di Jambi. Akal sehat saya berbisik media mainstream  tak punya kepentingan lain kecuali menjalankan tiga fungsi pers kontrol sosial,edukasi dan informasi.

Menurut akal sehat saya, apa pun alasannya, sorotan terhadap Irjen Ferdy Sambo, semacam itu bisa membuat citra dirinya menjadi buruk.

Dalam bahasa anak-anak SD, dikenal “karena nila setitik rusak susu sebelangga".

Akibat kejadian ini, reputasi yang telah dibangun Irjen Ferdy bertahun-tahun, bisa rusak seketika.

Kisah pahit yang dialami Irjen Ferdy, saya teringat cerita Christian Bale, aktor utama film 'American Psycho'. Ia tertangkap kamera saat melontarkan omelan penuh umpatan kepada anggota kru di set Terminator Salvation.

Lalu ada juga sebuah pesan suara bocor ke publik saat aktor AS Alec Baldwin, memanggil putrinya yang baru berumur 11 tahun dengan sebutan kasar.

Ada juga Aktor AS yang membintangi film The Avengers, Robert Downey Jr. Ia pernah terlibat penyalah gunaan obat-obatan, saat karirnya tengah menanjak. Toh, hingga kini, ketiga bintang tersebut masih sering muncul di layar kaca dan dicintai publik.

Di Indonesia, juga ada Nazril Irham atau Ariel "Peterpan"  atau Ariel "Noah". Penyanyi ini juga pernah mengalami kejadian pahit dan sempat ditahan.

Teman-teman saya yang berkarir di Public Relations menyarankan pemulihan citra negatif yang telah terbentuk dibutuhkan strategi Public Relations.

Teman saya menyarankan, korban citra negatif yang ingin pulih harus mempunyai technical skill dan managerial skill.

Sekaligus harus memiliki kemampuan dalam mengantisipasi, menghadapi atau menangani suatu krisis kepercayaan (crisis of trust).

Irjen Ferdy Sambo, bila kelak oleh tim khusus bentukan Kapolri tidak terlibat kasus tewasnya Brigadir J, memiliki tantangan berat yaitu pemulihan citra positif (recovery of image) masyarakat terhadapnya. Apalagi kini Ferdy berstatus dinonaktifkan sebagai pejabat tinggi di Devisi Propam Polri.

Teman saya bilang, Public Relations sangat berperan dalam pemulihan citra Irjen Ferdy Sambo. Terutama bila ia secara hukum dibuktikan tidak terlibat kasus yang menghebohkan ini.

Teman mengutip pendapat Harold D. Laswell, ahli komunikasi publik. Ada cara yang baik untuk menggambarkan komunikasi buat Irjen Ferdy adalah dengan menjawab pertanyaan : "who says what in which channel to whom with what effect?" (siapa mengatakan apa dalam saluran apa kepada siapa dengan efek apa?).

Nah kita tunggu kemauan Irjen Ferdy menerangkan apa yang sesungguhnya terjadi di rumahnya, 8 Juli lalu. Benarkah saat Brigadir J tewas, Ferdy Sambo sedang tes PCR? Juga benarkah istrinya dilecehkan Brigadir J atau ditemukan keduanya ada dugaan melakukan perselingkuhan dibelakangnya?

 

 

***

 

Sampai semalam, saya mencatat yang banyak bersuara di publik (media) baru keluarga Brigadir J dan kuasa hukumnya.

Irjen Ferdy, belum sama sekali. Sebelum dinonaktifkan oleh kapolri, ia muncul sedang berpelukan dengan Irjen Fadil, Kapolda Metro Jaya. Saat itu dilukiskan Ferdy menangis tanpa memberi keterangan apapun pada pers yang memotretnya. Juga Puti Cendrawathi, istrinya. Sejak kejadian sampai kini tidak pernah menampakan diri ke publik. Pengacaranya, pendamping psikologinya serta pejabat LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) yang berbicara. Istri Irjen Ferdy, sampai kini stress dan lebih banyak menangis.

Padahal awal kasus ini diumumkan oleh Karopenmas Humas Polri, Irjen Ferdy Sambo, mengirim tim lawyer mendatangi Gedung Dewan Pers. Tim lawyernya minta pers berempati pada istri Irjen Ferdy. Pertanyaannya, mengapa komunikasi dengan publik dan pers tidak berlanjut. Minimal oleh kuasa hukumnya. Apakah Koordinator Pergerakan Advokat (Perekat) Nusantara, Petrus Selestinus, yang menyuarakan mewakili keluarga Irjen Ferdy Sambo? Walahualam ([email protected])

Berita Terbaru

Semoga ini jadi Momentum untuk Bangkit" harap Leo Rolly/Daniel, Juara Thailand Open 2026

Semoga ini jadi Momentum untuk Bangkit" harap Leo Rolly/Daniel, Juara Thailand Open 2026

Senin, 18 Mei 2026 05:25 WIB

Senin, 18 Mei 2026 05:25 WIB

SURABAYAPAGI.com : Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin juara Thailand Open 2026! Leo/Daniel mengalahkan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty dua gim langsung,…

Gus Fawait Ajak ASN Olah Raga Sore Bareng Perkuat Soliditas Program Jember Maju

Gus Fawait Ajak ASN Olah Raga Sore Bareng Perkuat Soliditas Program Jember Maju

Senin, 18 Mei 2026 05:20 WIB

Senin, 18 Mei 2026 05:20 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Pemerintah Kabupaten Jember kembali melaksanakan kegiatan rutin Olahraga Sore Bersama (OSMA) yang digelar di Jember Sport Garden, Rabu…

Puluhan Ribu Warga Jember Serbu Karnaval SCTV 2026, Gus Fawait : Berdampak Ekonomi

Puluhan Ribu Warga Jember Serbu Karnaval SCTV 2026, Gus Fawait : Berdampak Ekonomi

Senin, 18 Mei 2026 05:18 WIB

Senin, 18 Mei 2026 05:18 WIB

surabayapagi.com :  Karnaval SCTV 2026 di Kabupaten Jember sukses menyedot perhatian puluhan ribu warga. Bupati Jember, Gus Fawait, menegaskan bahwa gelaran …

Prabowo Tenang Dolar Meroket, karena Purbaya Tersenyum

Prabowo Tenang Dolar Meroket, karena Purbaya Tersenyum

Senin, 18 Mei 2026 05:16 WIB

Senin, 18 Mei 2026 05:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Presiden Prabowo Subianto menyinggung nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah hingga tembus Rp…

10 Menit Baca Jurnal Harian, Raih Wisudawan Terbaik UPI

10 Menit Baca Jurnal Harian, Raih Wisudawan Terbaik UPI

Senin, 18 Mei 2026 05:15 WIB

Senin, 18 Mei 2026 05:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Siti Annisafa Oceania menjadi sorotan dalam momen wisuda Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada 12-13 Mei 2026 lalu. Ia menjadi…

Indonesia ,Peringkat 19 Penegakan Hukum Terburuk di Asia

Indonesia ,Peringkat 19 Penegakan Hukum Terburuk di Asia

Senin, 18 Mei 2026 05:10 WIB

Senin, 18 Mei 2026 05:10 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Dalam OC Index 2025, Indonesia menempati peringkat 19 penegakan hukum terburuk di Asia dengan skor 4,0. Indonesia kalah jauh dari Thailand…