BPET MUI: Terorisme Sudah Hadir di Indonesia Sejak Zaman Orde Lama Hingga Orde Baru

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Ketua Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme (BPET) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Irjen Pol (Purn) Ir Hamli. SP/ Restuti Cahya
Wakil Ketua Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme (BPET) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Irjen Pol (Purn) Ir Hamli. SP/ Restuti Cahya

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Wakil Ketua Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme (BPET) Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekaligus mantan Direktur Pencegahan Kedeputian Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) RI, Irjen Pol (Purn) Ir Hamli mengungkapkan bahwa terorisme sudah hadir di Indonesia sejak zaman Orde Lama hingga Orde Baru.
 
Menurutnya, pada masa Orde Lama terdapat kelompok Negara Islam Indonesia (NII) yang selanjutnya bertransformasi menjadi kelompok jihad pada masa Orde Baru.
 
Sementara itu, dalam penangkapan teroris pada masa Orde Baru berbeda dengan era sekarang yang butuh penegakan hukum, di mana dahulu perlu diterapkan operasi intelijen. Hamli mengutip hasil penelitian dari Indonesia Millenial Report 2019, terdapat 19,5 persen milenial menyatakan Indonesia lebih ideal menjadi negara khilafah.
 
Hal ini tentu meresahkan dan berpotensi berujung kepada radikalisme. Maka untuk menguatkan nasionalisme, perlu adanya langkah pemahaman terhadap pengenalan potensi ini.
 
“Karena biasanya kelompok teroris menganggap nasionalisme itu haram dan bertentangan dengan agama,” kata Hamli.
 
Lebih jauh, potensi ini dapat dilihat dari tersebarnya narasi-narasi radikalisme yang mengitari masyarakat. Jika tidak ditanggulangi segera, narasi tersebut dapat mengarah dan mengajak pada tindakan terorisme. Dapat berupa narasi mengenai intoleransi terkait sentimen keagamaan, narasi umat yang diperlakukan tidak adil, narasi keterancaman, dan sebagainya.
 
Menurut Hamli, seorang yang terpapar radikalisme dapat dilihat dari tiga ranah perubahan perilaku mereka. Yakni dengan memperhatikan hubungan sosial, ideologi, dan tindakan mereka. Adapun perubahan tersebut dapat dibagi menjadi tiga derajat intensitas bahaya untuk menunjukkan terpaparnya seseorang tersebut.
 
Pertama adalah tahap waspada sebagai derajat bahaya rendah. Pada derajat ini, perilaku sudah mulai menunjukkan tanda-tanda ekstremisme, namun masih dalam proses awal dan berskala kecil sehingga belum terlalu berbahaya. Penanganan dini perlu dilakukan agar tidak berkembang dan meningkat menjadi lebih berbahaya.
 
Kemudian, siaga sebagai derajat bahaya menengah. Pada derajat ini, perilaku seseorang atau kelompok sudah mulai menunjukkan keaktifan dalam menyuarakan dan menyebarluaskan paham dan kegiatan ekstremisme kekerasan. Penanganan pada derajat ini penting dilakukan agar tidak berkembang dan meningkat menjadi lebih berbahaya lagi.
 
Terakhir, awas sebagai derajat bahaya tinggi. Pada derajat bahaya tinggi, perilaku seseorang sudah menunjukkan tanda-tanda penggunaan aksi kekerasan. Pada derajat ini, penanganan yang mendalam perlu dilakukan.
 
“Dalam kasus ideologi, orang yang memiliki derajat ini akan menuntut secara terang-terangan untuk menggantikan sistem demokrasi,” ia mengungkapkan.
 
Hamli menegaskan untuk memerangi terorisme diperlukan kualitas karakter, literasi dasar, dan kompetensi. Kualitas karakter yaitu dengan mempelajari nilai religius dan nasionalisme. Melalui pembelajaran agama yang baik, tetapi tidak meninggalkan wawasan kebangsaan dan nasionalisme. Sehingga, bisa menjadi sosok moderat yang memiliki rasa nasionalis dengan mendorong nilai gotong royong, kemandirian, dan integritas.
 
Sedangkan melalui literasi dasar, seperti dalam bidang agama yang dapat dilakukan dengan mengetahui kelompok besar aliran yang ada. Hamli berpesan seharusnya seseorang itu mengikuti aliran dari yang baik dan aman serta jangan mengikuti aliran kelompok baru. Kemudian bagian terakhir, adanya kompetensi berpikir kritis yang akan membuat orang tidak mudah menerima segala sesuatu begitu saja.
 
“Ini merupakan hal yang penting agar kita tidak dapat terkontaminasi kelompok teroris,” ia menekankan. res

Berita Terbaru

BSI Catat 24,3 Juta Nasabah, Laba Semester I 2026 Tumbuh 11 Persen

BSI Catat 24,3 Juta Nasabah, Laba Semester I 2026 Tumbuh 11 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 20:48 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 20:48 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat pertumbuhan bisnis pada Semester I 2026, ditopang peningkatan jumlah nasabah, penghimpunan …

Bulog Bojonegoro Salurkan Bantuan Beras untuk 640 Ribu Penerima di Tiga Kabupaten

Bulog Bojonegoro Salurkan Bantuan Beras untuk 640 Ribu Penerima di Tiga Kabupaten

Jumat, 21 Agu 2026 19:12 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 19:12 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum Bulog Cabang Bojonegoro mulai menyalurkan Program Bantuan Pangan (Banpang) tahap II untuk alokasi Juli, Agustus, dan…

Hadir sebagai Saksi Meringankan Thariq, ADS Ungkap Pengerjaan Sejumlah Bangunan Milik Maidi

Hadir sebagai Saksi Meringankan Thariq, ADS Ungkap Pengerjaan Sejumlah Bangunan Milik Maidi

Jumat, 21 Agu 2026 16:44 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 16:44 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun -  Kesaksian salah satu staff Pemkot Madiun berinisial ADS yang dihadirkan untuk meringankan terdakwa Thariq Megah justru mengungkap f…

Penjualan Mobil Jatim Capai 25.228 Unit, GIIAS Surabaya 2026 Bidik Pasar Otomotif Jawa Timur

Penjualan Mobil Jatim Capai 25.228 Unit, GIIAS Surabaya 2026 Bidik Pasar Otomotif Jawa Timur

Jumat, 21 Agu 2026 15:28 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 15:28 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Jawa Timur kembali menjadi salah satu pasar penting industri otomotif nasional. Hingga April 2026, penjualan mobil di provinsi ini m…

Kerja Sama Dindik Jatim dengan HGI Disorot, Afiliasi Korporasi hingga Jejak Higgs Domino Jadi Pertanyaan

Kerja Sama Dindik Jatim dengan HGI Disorot, Afiliasi Korporasi hingga Jejak Higgs Domino Jadi Pertanyaan

Jumat, 21 Agu 2026 11:25 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 11:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Kerja sama Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur dengan HGI Research Centre dan BOKE Technology di bidang pendidikan, kecerdasan buatan …

Walikota Mojokerto Ning Ita Raih Penghargaan Koperasi Awards 2026

Walikota Mojokerto Ning Ita Raih Penghargaan Koperasi Awards 2026

Jumat, 21 Agu 2026 09:02 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 09:02 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto -  Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menerima penghargaan Bakti Koperasi Nayaka Mahambara dalam ajang Koperasi Award 2026 di …