Sempat Bertemu Korban, Bechi Dipastikan Tak Bisa Komunikasi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Setelah berlangsung offline dan tertutup lebih kurang selama 4 jam, proses persidangan terdakwa Bechi diskors selama 30 menit dari pukul 13.57 WIB hingga pukul 14.30 WIB.

Satu per satu keluar dari Ruang Sidang Cakra mulai dari JPU hingga Kuasa Hukum terdakwa. Sementara terdakwa Bechi yang dihadirkan langsung di PN Surabaya sudah dipisah dari 15 menit awal persidangan dimulai dan ditempatkan di ruang jaksa.

 

Ditemui di sela skors, Kuasa Hukum Terdakwa I Gede Pasek Suardika mengatakan agenda sidang kali ini adalah menguji fakta-fakta di lapangan. Saksi yang dihadirkan di persidangan hari ini adalah saksi dari pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU), termasuk saksi korban.

"Saksi ada lima, ini satu aja belum selesai. Yang pasti baru satu yang diperiksa yakni saksi yang mengaku dirinya korban. Ini satu aja sangat panjang," kata Pasek, Senin 15 Agustus 2022.

"Cukup panjang karena banyak penjelasan yang memang harus di check recheck dikonfrontir dengan dokumen-dokumen yang ada," ia mengungkapkan.

Saat persidangan, pihaknya mengaku sempat mengembalikan beberapa BAP pertanyaan-pertanyaan termasuk juga dengan beberapa alat bukti.

"Kami bersyukur itu bisa hadir di sidang, biar akhirnya ada perspektif yang jelas," ia mengungkapkan.

Sementara saat bertemu dengan saksi korban di awal persidangan, Bechi dipastikan tidak bisa berkomunikasi dengan saksi. Kendati demikian, nantinya Bechi akan ditanyakan apakah keterangan lima saksi itu benar atau tidak.

"Nanti terakhir beliau akan kembali lagi di ruang sidang. Tidak langsung sama saksinya, padahal saya maunya mata ketemu mata, hati ketemu hati. Sabar aja, yang penting sudah ada progres. Kesaksian sudah bisa seperti ini sehingga tidak mesti harus berjauhan," ia menuturkan.

Karena itu, Pasek pun meminta untuk dilakukan pengaturan ulang terkait waktu untuk saksi korban tersebut memberikan keterangannya.

"Karena ini saksi yang utama, saksi paling penting yaitu saksi korban. Kalau yang lain-lain bisa menyusul. Intinya ada satu korban dengan dua peristiwa, jadi dakwaan itulah yang harus kita uji.

Jadi sama-sama menghasilkan alat bukti," ia menegaskan.

Perlu diketahui, ini merupakan kali pertama sidang digelar secara offline dengan menghadirkan terdakwa Bechi setelah sebelumnya empat kali sidang online.

Selama persidangan berlangsung, tampak penjagaan ketat dari kepolisian dengan jumlah personil satu kompi Brimob dan satu kompi Samapta. Kendati demikian, situasi terpantau aman dan kondusif.

"Alhamdulillah sampai hari ini dari keluarga terdakwa tidak ada yang melakukan aktifitas yang mengganggu persidangan. Simpatisan dari pihak manapun disampaikan untuk tidak hadir dalam proses persidangan," kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Achmad Yusep Gunawan saat hadir di sela proses sidang. res

Berita Terbaru

5 Faktor Spesifikasi yang Menentukan Harga Laptop ASUS Terbaru 2026

5 Faktor Spesifikasi yang Menentukan Harga Laptop ASUS Terbaru 2026

Kamis, 07 Mei 2026 14:05 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 14:05 WIB

Perkembangan laptop menghadirkan berbagai pilihan dengan rentang harga yang cukup beragam. Hal ini membuat harga laptop ASUS terbaru tidak hanya dipengaruhi…

Tarif Tiket Mulai Rp10 Ribu, Wisata Pantai Karanggongso Mampu Dongkrak PAD di Trenggalek

Tarif Tiket Mulai Rp10 Ribu, Wisata Pantai Karanggongso Mampu Dongkrak PAD di Trenggalek

Kamis, 07 Mei 2026 13:24 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 13:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur menyuguhkan banyak destinasi wisata favorit alam yang wajib dikunjungi, salah satunya Pantai…

Penjualan Hewan Kurban di Kota Madiun Ramai Pembeli, Harga Kambing Mulai Rp2,8 Juta

Penjualan Hewan Kurban di Kota Madiun Ramai Pembeli, Harga Kambing Mulai Rp2,8 Juta

Kamis, 07 Mei 2026 13:11 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 13:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Dua pekan menjelang Hari Raya Idul Adha, aktivitas penjualan hewan kurban di Kota Madiun mulai menunjukkan tren positif dan dipenuhi…

Sidak Hewan Kurban Jelang Idul Adha 2026, DKPP Kota Blitar Temukan Sapi Terjangkit LSD

Sidak Hewan Kurban Jelang Idul Adha 2026, DKPP Kota Blitar Temukan Sapi Terjangkit LSD

Kamis, 07 Mei 2026 13:00 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 13:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar…

Kawasan Jalan Zaenal Zakse Lebih Lenggang Pasca Penertiban Pasar Kebalen Kota Malang

Kawasan Jalan Zaenal Zakse Lebih Lenggang Pasca Penertiban Pasar Kebalen Kota Malang

Kamis, 07 Mei 2026 12:50 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 12:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Menyusul kebijakan penertiban besar-besaran oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terhadap praktik jual beli yang memakan badan…

Keberhasilan Pembatasan Jam Malam, Pemkot: Kenakalan Remaja di Surabaya Turun 80 Persen

Keberhasilan Pembatasan Jam Malam, Pemkot: Kenakalan Remaja di Surabaya Turun 80 Persen

Kamis, 07 Mei 2026 12:42 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 12:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti penerapan kebijakan sweeping jam malam bagi anak-anak (remaja) yang masih berada di luar rumah setelah pukul 22.00…