SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Dua indikator capaian kinerja Kota Mojokerto tahun 2021 menjadi atensi khusus tim evaluator Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).
M. Hafiz Anando, salah satu evaluator Kemenpan RB menanyakan dari 10 capaian kinerja, hanya dua indikator yang tidak memenuhi target, yakni angka kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka (TPT)
"Kami ingin memperoleh penjelasan, kenapa itu tidak terpenuhi dan apa solusi yang sudah dikakukan Pemkot Mojokerto," tanyanya saat evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Kemenpan RB secara virtual, di Ruang Sabha Mandala Madya Kantor Pemkot Mojokerto, Rabu (21/9) pagi.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menjelaskan Pemerintah Kota Mojokerto terus fokus dan serius dalam program pemulihan ekonomi. Dan hasilnya tahun 2021 ini, pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto meningkat cukup signifikan.
"Tahun 2020 lalu pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto minus 3,69 persen dan Alhamdulillah berkat kerja keras kita semua, tahun 2021 ini angka pertumbuhan ekonomi kita naik signifikan bisa bergerak di amlngka positif menjadi 3,65 persen," jelasnya.
Tak hanya itu, lanjut Ning Ita, capaian kinerja Kota Mojokerto juga mengalami tren positif pada indikator Indeks Pembangunan Manusia,, PDRB Perkapita, inflasi, indeks gini, indeks infrastruktur, indeks kualitas lingkungan hidup serta indeks reformasi birokrasi.
"Meskipun sudah terlampaui sesuai target, kami tidak berpuas diri di angka tersebut. Kita akan pacu terus dengan target yang lebih tinggi untuk meraih hasil yang lebih maksimal lagi," tegasnya.
Masih kata Ning Ita, terkait masih tingginya angka kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka, Kota Mojokerto juga telah melakukan serangkaian program yang disinergikan di tiga organisasi perangkat daerah (OPD) yakni DPMPTSP Naker, Diskopukmperindag dan Dinsos.
"Tahun 2021, Kota Mojokerto mengelar job fair dengan membuka 2500 loker. Kita juga sukses mencetak ribuan wirausahawan baru melalui inkubasi wirausaha 4P. Dan untuk menaikkan daya beli masyarakat serta menekan angka kemiskinan, kita juga telah menyalurkan bansos kepada 42 ribu lebih kepala keluarga di Kota Mojokerto," jelasnya.
Meskipun Kota Mojokerto sukses mengurangi angka pengangguran dengan mencetak ribuan wirausahawan baru melalui program inkubasi, namun angkanya tak serta merta mengatrol indikator capaian kinerja.
"Ini kan sektor informal, sehingga dikahawatirkan tak tercatat di Badan Pusat Statistik (BPS). Padahal, program inkubasi wirausaha ini benar-benar terbukti sukses mengurangi angka pengangguran sehingga ikut mendongkrak pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto yang sebelumnya minus menjadi positif," tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetya, saat evaluasi SAKIP memaparkan terkait berbagai inovasi teknologi informasi serta prestasi yang telah diraih oleh Pemkot Mojokerto. Ia menjelaskan, Pemkot Mojokerto telah melakukan tindak lanjut atas catatan dan rekomendasi laporan hasil evaluasi SAKIP tahun 2021 yang disampaikan oleh Tim evaluator SAKIP Kemenpan RB.
"Terdapat 9 rekomedasi yang kesemuanya sudah kita tindak lanjuti sesuai arahan tim evaluator SAKIP Kemenpan RB. Dan kita juga sertakan dokumen pelengkap sebagai eviden atas tindak lanjut tersebut," ujarnya.
Diantaranya telah mereview dokumen rencana strategis perangkat daerah dan merubah indikator program dan sub program untuk melakukan perbaikan atas indikator kinerja di seluruh perangkat daerah.
"Kita juga telah melakukan review atas keselarasan antara kegiatan program dan sasaran strategis guna memastikan seluruh anggaran berjalan efektif dan efisien. Termasuk berbagai inovasi yang telah dilakukan diantaranya E-SAKIP, E-MONEV dan E-KiNERJA," pungkasnya. Dwi
Editor : Redaksi