Buntut Kirim Karangan Bunga ke Kejaksaan, Pejabat Gresik Dituding Cari Sensasi Murahan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Karangan bunga para pejabat Gresik yang dipajang berderet di depan Kantor Kejaksaan Negeri Gresik . SP/Grs.
Karangan bunga para pejabat Gresik yang dipajang berderet di depan Kantor Kejaksaan Negeri Gresik . SP/Grs.

i

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Membanjirnya karangan bunga sebagai bentuk dukungan terhadap institusi kejaksaan untuk melawan advokat Alvin Lim kini malah menimbulkan cibiran dan keheranan di tengah masyarakat.

Karangan bunga dari para pejabat teras sekelas kepala dinas, badan, kantor, camat di lingkungan Pemkab Gresik itu sejak kemarin (27/9) dipajang memanjang di depan kantor Kejaksaan Negeri Gresik di Jalan Raya Permata Bunder Asri.

Maksud dari pengiriman karangan bunga tersebut adalah bentuk ucapan untuk mendukung upaya kejaksaan dalam melawan advokat "pemberani" Alvin Lim yang telah menuding institusi kejaksaan sebagai sarang mafia. Ocehan Alvin itu diunggah melalui kanal YouTube.

Akibat konten itu hampir seluruh insan Adhyaksa murka. Dari semua penjuru tanah air ramai-ramailah para jaksa melaporkan Alvin ke kepolisian atas tuduhan pencemaran nama baik. Termasuk yang telah dilakukan aparatur Kejari Gresik melaporkan pengacara Alvin ke polres setempat.

Hanya saja yang menarik, perseteruan Alvin Lim dengan korps Adhyaksa ini disikapi berlebihan oleh para pejabat (kepala OPD) di lingkungan Pemkab Gresik dan beberapa organisasi kemasyarakatan.

Mereka justru mengirim karangan bunga beramai-ramai sebagai bentuk dukungan terhadap langkah Kejari Gresik untuk melaporkan Alvin Lim ke kepolisian.

Tindakan para pejabat Gresik itu dinilai sangat berlebihan oleh pengamat hukum asal Surabaya I Wayan Titip Sulaksana.

"Lah iyo opo kepentingan kepala OPD ikut-ikut mendukung pelaporan ke kepolisian atas tuduhan Alvin Lim bahwa kejaksaan adalah sarang mafia," ucap Wayan melalui pesan WhatsApp, Rabu pagi (28/9).

Wayan menyarankan kepada para pejabat pengirim karangan bunga itu untuk muhasabah (introspeksi). "Coba muhasabah, apa OPD sudah bersih dari korupsi?" tanya Wayan.

Apa yang mereka lakukan itu, menurut pengacara senior berdarah Bali ini, hanyalah cari muka dan sensasi murahan.

"Kalau jaksa merasa tidak menjadi bagian dari sarang mafia biar mereka yang melaporkan ke polisi. Ngapain kepala OPD ikut-ikutan mendukung," tutup Wayan tegas.

Terkait mobilisasi pembuatan karangan bunga para pejabat di lingkungan Pemkab Gresik, diperoleh informasi bahwa itu atas perintah yang diumumkan melalui grup WhatsApp para kepala OPD termasuk para direksi BUMD.

Sementara sumber lain menyebutkan, pengiriman karangan bunga dukungan terhadap kejaksaan itu justru atas permintaan pihak Kejari Gresik. Disebutkan, "OPD ditelpon dimintai karangan bunga, Mas. Dan harus malam itu dikirim (ke kejaksaan, red)," kata sumber.

Kasiintelijen Kejari Gresik yang selama ini menjadi juru bicara belum juga memberi konfirmasi. Sejak kemarin pesan WhatsApp yang dikirimkan kepadanya juga belum mendapat tanggapan. grs

Berita Terbaru

Antisipasi Banjir, PUBMSDA Kebut Proyek Rumah Pompa dan Pengerukan Sungai

Antisipasi Banjir, PUBMSDA Kebut Proyek Rumah Pompa dan Pengerukan Sungai

Senin, 21 Sep 2026 18:43 WIB

Senin, 21 Sep 2026 18:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Antisipasi banjir dilakukan Pemkab Sidoarjo sejak dini menjelang musim hujan. Untuk itu, Wakil Bupati Mimik Idayana memastikan p…

Petrokimia Gresik Sulap Produk Samping Jadi Penyaring Belerang, Raih Paten Inovasi Silika

Petrokimia Gresik Sulap Produk Samping Jadi Penyaring Belerang, Raih Paten Inovasi Silika

Senin, 21 Sep 2026 17:33 WIB

Senin, 21 Sep 2026 17:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Produk samping industri yang selama ini membutuhkan ruang penyimpanan dan pengelolaan justru berhasil disulap PT Petrokimia Gresik m…

PDIP Minta Restrukturisasi OPD Tak Bebani APBD, Bupati Madiun Sebut  Lebih Efisien

PDIP Minta Restrukturisasi OPD Tak Bebani APBD, Bupati Madiun Sebut  Lebih Efisien

Senin, 21 Sep 2026 17:04 WIB

Senin, 21 Sep 2026 17:04 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Madiun memberikan perhatian terhadap rencana perubahan ketiga atas Peraturan Daerah Nomor 6 T…

Jelang Akhir Tahun Pemkab Ponorogo Kebut Proyek Fisik, DPRD Ingatkan Soal Kualitas

Jelang Akhir Tahun Pemkab Ponorogo Kebut Proyek Fisik, DPRD Ingatkan Soal Kualitas

Senin, 21 Sep 2026 17:03 WIB

Senin, 21 Sep 2026 17:03 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mulai menggenjot pelaksanaan sejumlah pekerjaan fisik di tengah waktu pelaksanaan anggaran 2026 …

Peringatan HUT ke-81 PMI, Pemkot Mojokerto Apresiasi 23 Pendonor Darah Sukarela 75 Kali

Peringatan HUT ke-81 PMI, Pemkot Mojokerto Apresiasi 23 Pendonor Darah Sukarela 75 Kali

Senin, 21 Sep 2026 14:02 WIB

Senin, 21 Sep 2026 14:02 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto– Semangat kemanusiaan terus mengalir di Kota Mojokerto. Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI), sebanyak …

Bambang Haryo Terima Penghargaan Pembina Olahraga 2026, Target Prestasi Jatim di PON Jadi Sorotan

Bambang Haryo Terima Penghargaan Pembina Olahraga 2026, Target Prestasi Jatim di PON Jadi Sorotan

Senin, 21 Sep 2026 13:25 WIB

Senin, 21 Sep 2026 13:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai Pembina Olahraga Perorangan B…