SURABAYA – DPD Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) Jawa Timur menggelar babak Final Lomba Musabaqoh tartil Quran yang diikuti para peserta dari berbagai Pesantren dan komunitas pengajian dari seluruh kabupaten di JAwa Timur, Minggu 23/10/2022. Lomba tersebut digelar sekaligus memperingati Hari Santri Nasional HSN yang jatuh setiap tangga 22 Oktober.
Ketua DPD MDI Jawa Timur, Dr. Kasno Sudaryanto, M.Ag mengatakan, Musabaqoh Tartil Quran diselenggarakan dalam rangka memperingati hari santri dan HUT Tahsin Al-quran Masjid Mujahidin di Komplek kantor DPD PArtai Golkar Jatim Jl A Yani Surabaya. "MTQ ini diikuti 530 peserta yang diseleksi melalui online hingga terpilih 24 peserta untuk maju di babak final hari ini," kata Kasno, Minggu 23/10/2022. Dengan total hadiah sebesar Rp 50 juta untuk beberapa kategori dan juara. "Kami berharap dari tartil quran majelis dakwah islamiyah ini dapat menjadi jatim sebagai basis pengembangan nilai-nilai al quran dalam kehidupan sehari-hari," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan MDI Jatim, M Sarmuji memberikan apresiasi terhadap tiga ormas keagamaan sayap Partai Golkar. Diantaranya, Al-Hidayah dan MDI (Majelis Dakwah Islamiyah) dan Satkar Ulama yang menggelar kegiatan pengajian Tahsin seminggu sekali di Masjid Mujahidin, DPD Golkar Jatim. KEgiatan yang sudah berjalan 2 tahun itu kini di implementasikan dalam bentuk Lomba Tartil Alquran dengan melibatkan para santri dari 38 kabupaten/kota. "Tidak mudah mengadakan pengajian tahsin ini dengan istiqomah (rutin). Semoga kita selalu tercatat sebagai orang yang mencintai al quran, dengan demikian Allah mencintai kita semua karena syafaat Al Quran,” papar Sarmuji.
Menurut Sarmuji menjadi penting untuk mengetahui bagaimana adanya seorang santri. Hari santri penting untuk kita peringati. Karena seorang santri adalah sosok kepribadian yang utuh bagi bangsanya dan bagi dirinya sendiri. "Dari para santri ini tercermin bahwa antara Islam dan Indonesia adalah satu tarikan nafas yang tak terpisahkan," sebut Ketua DPD Partai Golkar Jatim ini didampingi Sekretaris DPD PG Jatim Sahat P Tua Simanjuntak.
Seorang santri, kata Sarmuji, selalu berpendangan pancasila dan islam adalah sesuatu yang berkesesuaian bukan sesuatu yang bertentangan. Santri mampu mengimplememtasikan ayat-ayat Al- quran dalam kehidupan sehari hari. "Bahkan bisa menerapkannya dalam lingkungan yang berbeda beda suku maupun agama di Indonesia," jelasnya.
Memperingati hari santri adalah menegaskan ke Indonesiaan sekaligus Keislaman kita semua. Sebagai figur yang nasionalis karena mencintai negara Indonesia adalah sebagian dari iman. “Karena itu, malam hari ini menjadi sangat penting yakni memperingati Hari Santri dengan mengadakan lomba Musabaqah Tartil Al-Quran di Masjid Mujahidin, DPD Golkar Jatim,” tambahnya.
Di kesempatanyang sama, Sekretaris DPD MDI Jawa Timur H.RB. Zaenal Arifin, SH, M.Hum mengatakan, malam penganugerahan lomba Musabaqah Tartil Al-Qur’an dalam rangka Milad Tahsin Al-Qur’an Masjid Al-Mujahidin ke 2, digelar DPD MDI Jawa Timur sekaligus ikut serta memperingati Hari Santri Nasional. "Di putaran final ini peserta dinilai secara langsung oleh Dewan Juri tanpa permusyawaratan lagi, sehingga nilai yang didapat dari tiga juri tersebut tertera secara langsung di layar monitor dan langsung dijumlahkan," pungkasnya. rko
Adapan nama-nama pemenang terbaik Lomba MTQ MDI Jatim antara lain :
Kategori Putra :
Terbaik I : Alimul Hakim - Jombang
Terbaik II : Muhammad Anas - Jombang
Terbaik III : Athollah Azziyad - Gresik
Kategori Putri
Terbaik I : Putri Annisa Tyara Anggie - Surabaya
Terbaik II : Rahmila Utami - Sidoarjo
Terbaik III : Sayyidah Haulafil Masruroh - Kab Mojokerto
Editor : Redaksi