SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mojokerto berhasil menyusun kajian statistik Kota Mojokerto tahun 2022.
Diantaranya yakni, Kajian Indikator Kinerja Utama Pemerintah Daerah (IKU PD), Indeks Kesalehan Sosial dan Indeks Gini Kota Mojokerto tahun 2022..
Wiyono, Kepala Bidang Persandian dan Data Statistik (Sandatik) Diskominfo Kota Mojokerto mengatakan Pemkot Mojokerto menggandeng tim dari Direktorat Kerjasama dan Pengelola Usaha Institut Tekhnologi Sepuluh November (DKPU ITS) Surabaya untuk melakukan kajian statistik.
"Kenapa ITS?, karena kredibilitas mereka sudah tak perlu diragukan lagi," ujarnya saat Sosialisasi Hasil Penyusunan Kajian Statistik Tahun 2022 di Kantor Pemkot Mojokerto, Senin (31/10) pagi.
Ia menyebut, maksud diadakannya penyusunan kajian statistik ini adalah untuk memenuhi indeks yang harus diukur dalam mendukung perencanaan, pelaksanaan dan kebijakan pemerintah daerah.
"Tujuannya yakni untuk memberikan rujukan pelaksanaan dan pedoman bagi perangkat daerah dalam rangka mendukung perencanaan, pelaksanaan dan kebijakan pemerintah daerah," ujarnya.
Selain itu, lanjut Wiyono, kajian ini juga bertujuan untuk mewujudkan keberhasilan program pemerintah daerah dalam dasar perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pengendalian pembangunan.
"Kita juga bisa mengetahui indeks gini Kota Mojokerto tahun 2022 dan mengetahui angka IKS tahun 2022 dari hasil kajian ini," pungkasnya.
Sementara itu, Sutikno, salah satu nara sumber dari DKPU ITS dalam paparannya terkait IKU PD Kota Mojokerto tahun 2022 menjelaskan, capaian kinerja Pemkot Mojokerto tahun 2021 sudah baik.
Dibuktikan dengan tercapainya seluruh target IKU yang ada dalam RPJMD tahu 2021. Yakni 11,1 persen mencapai target dan 88,9 persen melampaui target.
"Namun masih terdapat 28,57 persen IKS yang belum sesuai target dan perlu ditingkatkan. Antara lain, persentase konflik sosial yang terselesaikan, nilai SAKIP, indeks SPBE, nilai realisasi investasi, pertumbuhan PDRB sektor pariwisata, TPT, angka kemiskinan dan indeks pemberdayaan gender (IDG)," terangnya.
Sekedar informasi, sosialisasi hasil penyusunan kajian statistik ini selain dihadiri tiga nara sumber dari tim pengkaji ITS juga dihadiri Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Mojokerto, Mimik Nurdjanti. Dwi
Editor : Redaksi