Sidang Tera Diskopukmperindag Kota Mojokerto Ramai Diserbu Pedagang

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pelaksanaan sidang tera di pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto
Pelaksanaan sidang tera di pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto

i

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto melakukan pengecekan dan tera ulang alat ukur timbangan para pedagang di Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto.

Sidang tera tersebut dilaksanakan langsung oleh dua penera dari BSML Regional II Jogjakarta, yakni Linanda Pitaloka dan Marju Hartono.

Tera dan tera ulang yang dibuka selama tiga hari berturut-turut ini dilakukan untuk memperbaiki dan memastikan kembali keakuratan timbangan setelah pemakaian kurang lebih satu tahun.

Hal tersebut juga untuk menghindari adanya kecurangan yang dilakukan oleh pedagang.

Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Ani Wijaya mengatakan, kegiatan ini juga dilakukan untuk melindungi konsumen dari para pedagang yang melakukan kecurangan dengan memodifikasi alat timbangnya.

"Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka melindungi konsumen, agar para pedagang tertib ukur. Mengingat, dengan tera ulang ini alat ukur atau timbangan yang digunakan dalam transaksi jual beli dipastikan terjaga keakuratannya," terangnya, Rabu (16/11).

Dia menjelaskan, tera ulang ini sengaja dilaksanakan di tempat strategis di pasar ataupun kantor kecamatan agar masyarakat tidak perlu jauh datang ke kantor Diskopukmperindag setempat.

“Jika ada alat ukur dan timbangan dan lainnya yang sudah tidak sesuai maka akan kita setting ulang,” jelasnya.

Menurutnya, tera ulang timbangan idealnya dilakukan satu kali dalam setahun. Ia juga mengingatkan kepada para pedagang untuk aktif melakukan tera ulang timbangan agar tidak ada yang dirugikan dalam transaksi jual beli antara pembeli dan pedagang.

"Alhamdulillah dari hasil pengecekan tidak ada kecurangan dari pedagang, hanya saja memang ada alat ukur yang tidak sesuai, tetapi bukan dari kecurangan pedagang ya, itu disebabkan oleh kurangnya perawatan timbangan sehingga bisa mengakibatkan perubahan akurasi timbangan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Heri Setiyawan mengatakan, sejak dibuka hari Selasa (15/11) kemarin, terdapat 44 alat ukur yang dilakukan pengecekan. Seperti timbangan pegas, timbangan meja, timbangan sentisimal dan timbangan elektronik.

"Timbangan tersebut berasal dari pedagang pasar, pedagang emas, rumah makan dan ekspedisi. Mereka mengikuti sidang secara sukarela lantaran khawatir timbangannya sudah tidak akurat lagi," tegasnya.

Masih kata Heri, kegiatan sidang tera ini akan berakhir hari Kamis (17/11) besok. Ini dilakukan secara rutin setiap tahun sesuai dengan Perwali Nomor 76 Tahun 2019 tentang tata cara pelaksanaan pelayanan tera dan tera ulang serta pemungutan retribusi pelayanan tera dan tera ulang.

"Untuk biaya peneraan timbangan berkisar antara Rp. 15 ribu sampai dengan Rp. 100 ribu," tukasnya. Dwi

Tag :

Berita Terbaru

Diduga Tersengat Listrik, Pekerja di Kebonsari Madiun Tewas Saat Perbaiki Instalasi

Diduga Tersengat Listrik, Pekerja di Kebonsari Madiun Tewas Saat Perbaiki Instalasi

Sabtu, 25 Apr 2026 21:51 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 21:51 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun — Seorang pekerja bernama Wawan Frenki Cahyono (50), warga Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, meninggal dunia didu…

Gubernur Khofifah: Hari Otonomi Daerah 2026 Momentum Perkuat Sinergi Wujudkan Asta Cita

Gubernur Khofifah: Hari Otonomi Daerah 2026 Momentum Perkuat Sinergi Wujudkan Asta Cita

Sabtu, 25 Apr 2026 16:22 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 16:22 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026 harus dimaknai sebagai m…

Adanya laporan keracunan makanan, Pemkot Kediri lakukan Investigasi

Adanya laporan keracunan makanan, Pemkot Kediri lakukan Investigasi

Sabtu, 25 Apr 2026 13:00 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 13:00 WIB

SURABAYAPAGI-KEDIRI :  Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur melakukan investigasi terkait dengan laporan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di …

"The Future of Influence" diluncurkan Vero and Magnifique

"The Future of Influence" diluncurkan Vero and Magnifique

Sabtu, 25 Apr 2026 12:50 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 12:50 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA :  Vero, salah satu agensi komunikasi independen terkemuka di Asia Tenggara, bersama Magnifique, agensi 360 communications di Indonesia, …

KAI Daop 7 Madiun Rutin Lakukan Pengecekan Sarana dan Prasarana dengan Lori Dresin

KAI Daop 7 Madiun Rutin Lakukan Pengecekan Sarana dan Prasarana dengan Lori Dresin

Sabtu, 25 Apr 2026 10:06 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 10:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar -  Daop 7 Madiun melaksanakan kegiatan Tilik Lintas melalui perjalanan lori dresin pada petak jalan antara Stasiun Kertosono hingga …

Mbak Wali Tindak Cepat Kasus Dugaan Keracunan MBG, 73 Siswa Terdampak Kini Membaik

Mbak Wali Tindak Cepat Kasus Dugaan Keracunan MBG, 73 Siswa Terdampak Kini Membaik

Sabtu, 25 Apr 2026 10:02 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 10:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, - Pemerintah Kota Kediri bergerak cepat menindaklanjuti kasus dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa usai mengonsumsi makanan dalam…