Dokter: Gejala Polio Kerap Muncul tanpa Disadari

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

 SURABAYAPAGI, Surabaya - Dokter spesialis anak Dr dr Johanes Eddy Siswanto, Sp.A(K), PhD mengatakan gejala polio yang bersifat umum kerap tak disadari penderita sehingga. Orang tua harus memiliki kewaspadaan dan kesadaran yang lebih untuk mengenali penyakit polio.

Menurut dia, gejala umum yang muncul dapat berupa demam, muntah, lemas, kekakuan di daerah leher dan tulang punggung, nyeri di daerah tungkai, dan seterusnya. Gejala-gejala tersebut, imbuh dia, terkadang dapat menyebabkan penderita terlambat untuk dideteksi.

"Kalau dilihat sebetulnya kalau gejalanya sangat umum sekali itu kadang-kadang memang agak sulit (dideteksi)," kata dokter dari RSAB Harapan Kita itu, dalam "talkshow keluarga sehat" yang disiarkan Kementerian Kesehatan, Kamis (24/11).

Dia menggarisbawahi gejala kekakuan terutama di daerah leher dan punggung serta rasa nyeri di daerah tungkai. Apabila gejala itu muncul maka orang tua harus curiga dan harus segera memeriksakan anak ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk didiskusikan bersama dengan dokter.

Eddy mengatakan virus polio yang menginfeksi anak biasanya membutuhkan masa inkubasi yang lama sekitar 1-3 minggu atau 7-21 hari. Beberapa kasus, kemunculan gejala berupa lumpuh layuh terjadi dalam tempo yang cepat. Namun ada pula gejala itu muncul belakangan. Kelumpuhan pada organ gerak seperti kaki apabila dibiarkan maka lama-kelamaan otot-otot dapat mengecil.

"Ada yang hitungannya jam, ada yang hitungannya minggu. Itu yang kadang-kadang menjadi tidak jelas apakah memang betul tiba-tiba lumpuh itu memang fasenya cepat atau tiba-tiba lumpuh memang butuh waktu. Nah, itu yang kadang-kadang kita menjadi tidak aware," kata dia.

Dia juga mengingatkan bahaya infeksi virus polio yang tidak hanya berisiko kelumpuhan secara fisik, tapi juga kelumpuhan pernapasan apabila virus menyerang saluran pernapasan. Selain itu, risiko lain juga termasuk gangguan saluran pencernaan dan gangguan untuk menelan makanan.

"Kalau menyerang sampai susunan di saluran pernapasan, itu problemnya kan kalau dia tidak bisa napas dia pasti butuh alat bantu napas. Kalau itu tidak ada (alat bantu napas), lumpuhnya bisa di saluran napas otomatis bisa terjadi kematian," kata Eddy.

Meskipun polio rata-rata terjadi pada anak dalam rentang usia 0-5 tahun, Eddy mengingatkan dampak infeksi virus polio dapat muncul saat penderita memasuki usia dewasa atau disebut dengan gejala sindroma pascapolio.hlt/pli

Berita Terbaru

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…

Kapal Induk AS Bertenaga Nuklir, Intip Iran

Kapal Induk AS Bertenaga Nuklir, Intip Iran

Selasa, 24 Feb 2026 19:30 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Tehren - Kapal induk Amerika Serikat (AS), USS Gerald R Ford, yang bertenaga nuklir dilaporkan telah tiba di area Teluk Souda, yang berada di…