Anggota LMR RI Sumenep Tanggapi Pernyataan Kadis DLH

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Amiruddin, Anggota LMR RI Kab. Sumenep. SP/Ainur Rahman
Amiruddin, Anggota LMR RI Kab. Sumenep. SP/Ainur Rahman

i

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Anggota LMR RI Komda Sumenep, Amiruddin menepis pernyataan Kadis DLH yang seakan mencari pembenaran saja. Padahal dirinya mengakui jika ranah jalan nasional itu menjadi kewenangan provinsi.

Menurutnya, jika koordinasi via WhatsApp itu dibenarkan maka pelaporan penebangan juga bisa dilakukan dengan cara berkirim pesan lewat WhatsApp.

"Saya tak habis pikir, kok bisa keluar surat tugas untuk dilakukan penebangan, wong itu bukan wilayahnya, " katanya kepada Surabaya Pagi kemarin.

Jika hanya dengan alasan, Kepala DLH mengambil keputusan cepat demi keselamatan bersama, takut pohon itu tumbang karena kondisinya sudah keropos, tetap harus surat dari provinsi bukan daerah.

"Secara administratif tetap menjadi kebijakan Provinsi bukan daerah, nah ini yang disoal, kenapa harus mengeluarkan surat perintah dari Kabupaten, sementara itu kewenangannya provinsi," tegasnya.

Selain itu juga, pernyataan UPT Bina Marga, PPK 31 wilayah Sumenep Roni Firdaus, menyatakan bahwa tak ada pemberitahuan dari dinas DLH Sumenep terkait penebangan di wilayah pantura tersebut.

Jadi, secara administrasi tetap melanggar wewenang karena bukan ranahnya. “Seharusnya tetap berkoordinasi melalui surat karena ini pemerintahan bukan perorangan yang hanya cukup selesai lewat telepon saja,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, di dalam pemerintahan daerah setidaknya manajemen keluar masuknya surat itu terarsip, sehingga mempermudah langkah kerja untuk generasi selanjutnya.

Dalam kasus penebangan pohon asam yang hanya dilakukan koordinasinya via telepon dan WhatsApp sementara jelas menyalahi wewenang, apakah cara yang benar?

Jadi kata dia, “Dilakukan penebangan dulu tidak masalah tapi jangan sampai mengeluarkan surat perintah penebangan dari daerah karena bukan ranahnya,” pungkasnya. AR

Berita Terbaru

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

MAKI: Kebocoran Penerimaan Negara Akibat Tata Kelola Pajak yang Buruk Sudah Masuk Kategori Darurat Nasional            SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Masya…

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

34 Pejabat Bea Cukai dan  40-45 Pejabat Direktorat Jenderal Pajak Dibuang ke Tempat Sepi, dari Wilayah Gemuk Usai OTT KPK       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - …

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK menyita barang bukti berupa uang saat operasi tangkap tangan (OTT) di KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).…

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Penggunaan anggaran pendidikan dalam APBN untuk makan bergizi gratis (MBG) kembali digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Kali ini,…

Bulan Syaban

Bulan Syaban

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Bulan Syaban merupakan bulan kedelapan dalam kalender Hijriah dan termasuk juga bulan mulia yang dimana letak waktunya berada…

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Judul utama harian Surabaya Sore edisi Rabu (4/2) kemarin "PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi". Judul ini terkesan bombastis. Tapi…